<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kepala Otorita Sebut IKN Akan Jadi Kota Tanpa Karbon Pertama di Indonesia</title><description>IKN Nusantara akan menjadi kota tanpa karbon pertama di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/26/470/2890138/kepala-otorita-sebut-ikn-akan-jadi-kota-tanpa-karbon-pertama-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/26/470/2890138/kepala-otorita-sebut-ikn-akan-jadi-kota-tanpa-karbon-pertama-di-indonesia"/><item><title>Kepala Otorita Sebut IKN Akan Jadi Kota Tanpa Karbon Pertama di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/26/470/2890138/kepala-otorita-sebut-ikn-akan-jadi-kota-tanpa-karbon-pertama-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/26/470/2890138/kepala-otorita-sebut-ikn-akan-jadi-kota-tanpa-karbon-pertama-di-indonesia</guid><pubDate>Selasa 26 September 2023 17:28 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/26/470/2890138/kepala-otorita-sebut-ikn-akan-jadi-kota-tanpa-karbon-pertama-di-indonesia-AENWmzerwa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IKN Nusantara akan jadi kota tanpa karbon (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/26/470/2890138/kepala-otorita-sebut-ikn-akan-jadi-kota-tanpa-karbon-pertama-di-indonesia-AENWmzerwa.jpg</image><title>IKN Nusantara akan jadi kota tanpa karbon (Foto: Instagram)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yMy80LzE3MTA3Ny81L3g4bzlpYnI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; IKN Nusantara akan menjadi kota tanpa karbon pertama di Indonesia. Bahkan Kepala Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono mengatakan IKN dapat menjadi kota minus karbon pertama di Indonesia pada 2030.
Menurut Bambang, hal itu karena 65% dari kawasan IKN merupakan hutan tropis. Dengan demikian, IKN seharusnya dapat menyedot lebih banyak karbon yang dihasilkan nantinya. Untuk mencapai target tersebut, Bambang mengatakan, IKN telah memiliki fasilitas pembibitan pohon di dekat IKN.

BACA JUGA:
Jokowi Minta Setiap Bulan Ada Gorundbreaking, Begini Respons Kepala Otorita IKN


&quot;Itung-itungan kami tahun 2030 IKN bisa jadi carbon netral city, tapi ada teman saya Presiden dan CEO world research institue, bilang harusnya bisa lebih dair itu, tidak cuma cabrbon netral, tapi bisa carbon negatif city,&quot; kata Bambang dalam acara Sustainable Action for Future Economy (SAFE) di Jakarta, Selasa (26/9/2023).
Menurut Bambang saat ini kapasitas produksi bibit pohon di fasilitas tersebut mencapai 15 juta pohon per tahun. Total lahan kawasan IKN mencapai sekitar 250.000 hektare. Artinya, kawasan hutan tropis di IKN adalah sekitar 150.000 hektare.

BACA JUGA:
Upacara 17 Agustus 2024 di IKN, Kepala Otorita: Insya Allah Siap


Bambang juga berencana menerbitkan obligasi iklim pada tahun 2027 mendatang. Saat ini Bambang telah membentuk komite Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola atau ESG di IKN. Bambang mengatakan salah satu syarat penerbitan obligasi iklim dengan menaati prinsip-prinsip ESG. Beberapa jenis obligasi iklim di antaranya Obligasi Hijau maupun Obligasi Biru.
&quot;Misalnya, yang berhubungan dengan pemberdayaan perempuan. Obligasi Iklim juga akan berkaitan dengan perubahan iklim,&quot; kata Bambang.
Selaras dengan cita-cita menjadikan IKN sebagai kota yang rendah  karbon. Badan Otorita juga akan memasukkan target tersebut dalam  komitmen pengurangan emisi lokal (local determined comitment atau LDC)  milik IKN.
Bambang berniat untuk meluncurkan LDC tersebut di Konferensi  Perubahan Iklim PBB atau COP 28 di Dubai, Uni Emirat Arab pada akhir  tahun ini. Bambang menjelaskan, isi LDC tersebut adalah peta jalan dan  cetak biru IKN terkait target-target pengurangan emisi dalam melawan  perubahan iklim
&quot;Kami akan menjadi yang pertama di Indonesia, dan salah satu Ibu Kota  pertama di dunia yang meluncurkan LDC, karena enggak gampang punya  komitmen terkait perubahan iklim,&quot; pungkas Bambang.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yMy80LzE3MTA3Ny81L3g4bzlpYnI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; IKN Nusantara akan menjadi kota tanpa karbon pertama di Indonesia. Bahkan Kepala Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono mengatakan IKN dapat menjadi kota minus karbon pertama di Indonesia pada 2030.
Menurut Bambang, hal itu karena 65% dari kawasan IKN merupakan hutan tropis. Dengan demikian, IKN seharusnya dapat menyedot lebih banyak karbon yang dihasilkan nantinya. Untuk mencapai target tersebut, Bambang mengatakan, IKN telah memiliki fasilitas pembibitan pohon di dekat IKN.

BACA JUGA:
Jokowi Minta Setiap Bulan Ada Gorundbreaking, Begini Respons Kepala Otorita IKN


&quot;Itung-itungan kami tahun 2030 IKN bisa jadi carbon netral city, tapi ada teman saya Presiden dan CEO world research institue, bilang harusnya bisa lebih dair itu, tidak cuma cabrbon netral, tapi bisa carbon negatif city,&quot; kata Bambang dalam acara Sustainable Action for Future Economy (SAFE) di Jakarta, Selasa (26/9/2023).
Menurut Bambang saat ini kapasitas produksi bibit pohon di fasilitas tersebut mencapai 15 juta pohon per tahun. Total lahan kawasan IKN mencapai sekitar 250.000 hektare. Artinya, kawasan hutan tropis di IKN adalah sekitar 150.000 hektare.

BACA JUGA:
Upacara 17 Agustus 2024 di IKN, Kepala Otorita: Insya Allah Siap


Bambang juga berencana menerbitkan obligasi iklim pada tahun 2027 mendatang. Saat ini Bambang telah membentuk komite Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola atau ESG di IKN. Bambang mengatakan salah satu syarat penerbitan obligasi iklim dengan menaati prinsip-prinsip ESG. Beberapa jenis obligasi iklim di antaranya Obligasi Hijau maupun Obligasi Biru.
&quot;Misalnya, yang berhubungan dengan pemberdayaan perempuan. Obligasi Iklim juga akan berkaitan dengan perubahan iklim,&quot; kata Bambang.
Selaras dengan cita-cita menjadikan IKN sebagai kota yang rendah  karbon. Badan Otorita juga akan memasukkan target tersebut dalam  komitmen pengurangan emisi lokal (local determined comitment atau LDC)  milik IKN.
Bambang berniat untuk meluncurkan LDC tersebut di Konferensi  Perubahan Iklim PBB atau COP 28 di Dubai, Uni Emirat Arab pada akhir  tahun ini. Bambang menjelaskan, isi LDC tersebut adalah peta jalan dan  cetak biru IKN terkait target-target pengurangan emisi dalam melawan  perubahan iklim
&quot;Kami akan menjadi yang pertama di Indonesia, dan salah satu Ibu Kota  pertama di dunia yang meluncurkan LDC, karena enggak gampang punya  komitmen terkait perubahan iklim,&quot; pungkas Bambang.</content:encoded></item></channel></rss>
