<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Percepat Kredit Mikro Bikin UMKM Naik Kelas</title><description>PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mendorong UMKM Indonesia naik kelas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/27/455/2890902/percepat-kredit-mikro-bikin-umkm-naik-kelas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/27/455/2890902/percepat-kredit-mikro-bikin-umkm-naik-kelas"/><item><title>Percepat Kredit Mikro Bikin UMKM Naik Kelas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/27/455/2890902/percepat-kredit-mikro-bikin-umkm-naik-kelas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/27/455/2890902/percepat-kredit-mikro-bikin-umkm-naik-kelas</guid><pubDate>Rabu 27 September 2023 19:18 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/27/455/2890902/percepat-kredit-mikro-bikin-umkm-naik-kelas-eoivTvswxg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mayoritas kredit BRI disalurkan untuk UMKM (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/27/455/2890902/percepat-kredit-mikro-bikin-umkm-naik-kelas-eoivTvswxg.jpg</image><title>Mayoritas kredit BRI disalurkan untuk UMKM (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNC80LzE3MTExMi81L3g4b2E2dGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;mdash; PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mendorong UMKM Indonesia naik kelas. Sebagai bank yang memiliki concern terhadap pemberdayaan UMKM BRI mampu secara berkelanjutan mendorong ekonomi kerakyatan.
Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit mikro perseroan yang mencapai sebesar 11.47% pada semester I 2023. Seperti diketahui, perseroan telah mempublikasikan kinerja paruh pertama tahun ini dengan penyaluran kredit secara konsolidasi mencapai Rp1.202,13 triliun. Angka tersebut naik 9,17% secara tahunan (yoy).

BACA JUGA:
TikTok Sebut Ada 2 Juta Pelaku UMKM di TikTok Shop


Pertumbuhan kredit BRI tersebut tumbuh di atas rata-rata industri perbankan yang sebesar 7,8% yoy. Adapun segmen mikro termasuk ultra mikro di dalamnya tercatat tumbuh 11,41% yoy, menjadi Rp577,94 triliun. Dengan demikian kredit mikro berkontribusi 48,08% terhadap total penyaluran kredit BRI.
Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Nailul Huda mengatakan bahwa kinerja itu selaras dengan kondisi industri. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), kredit UMKM tumbuh 7,3% yoy menjadi Rp1.308,9 triliun.
&amp;ldquo;Yang paling mendorong tentu saja segmen kredit mikro dan ultra mikro sangat besar,&amp;rdquo; kata Nailul, belum lama ini.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Punya Track Record Positif Dalam Pengembangan UMKM


Diakui bahwa kredit mikro BRI menguat seiring dengan adanya Holding Ultra Mikro (UMi) yang hadir sejak September 2021. BRI menjadi induk dan beranggotakan Pegadaian serta Permodalan Nasional Madani (PNM).
Holding UMi ditetapkan sebagai sumber pertumbuhan baru di masa depan bagi perseroan. Hal itu pun sudah terbukti. Per Juni 2023, sebanyak 18,75% kredit Ultra Mikro BRI merupakan sumbangsih kedua entitas perusahaan anak tersebut.
Pada periode yang sama jumlah peminjam kredit ultra mikro BRI naik 10,4% yoy, sedangkan kredit mikro naik 3,7% yoy. Kredit mikro yang mengalami kenaikan signifikan adalah Kupedes yang tumbuh 43% yoy menjadi Rp182,8 triliun.
Nailul melanjutkan, segmen mikro dan ultra mikro lebih mampu bertahan di era suku bunga tinggi. Sedangkan segmen kecil serta menengah terbilang sensitif terhadap suku bunga acuan.
Menurut Nailul, UMKM skala kecil dan menengah masih membutuhkan waktu untuk pulih. Setelah pandemi Covid-19 terkendali, kedua sektor ini terkena imbas dari ketidakpastian ekonomi global.
Dalam kesempatan berbeda, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari  mengungkapkan bahwa keberhasilan bisnis mikro BRI tak lepas dari  pemberdayaan yang secara kontinyu dilakukan.
&amp;ldquo;Konsistensi pertumbuhan yang berkelanjutan bisnis mikro tidak  terlepas dari kebijakan BRI yang mengedepankan pemberdayaan kepada  kelompok usaha mikro. Sejak tahun 2019, BRI telah mengembangkan kerangka  kerja pemberdayaan yang berbasis offline maupun online dalam rangka  mempercepat UMKM naik kelas secara literasi. Kerangka pemberdayaan yang  dimiliki oleh BRI tersebut mampu mengakselerasi UMKM naik kelas melalui  kemudahan akses layanan kepada 36 juta nasabah pinjaman dari ekosistem  ultra mikro,&amp;rdquo; urai Supari.
Pemberdayaan yang dilakukan semakin powerfull dengan resources yang  dimiliki BRI berupa jaringan outlet, yakni 1.013 kantor, dimana terdapat  3 layanan entitas ultra mikro didalamnya.
Selain itu, BRI telah mengintegrasikan sistem human capital, sehingga  saat ini terdapat 66 ribu relationship manager yang mampu menjangkau  segmen ultra mikro.
&amp;rdquo;Dalam proses operasionalnya, BRI juga telah memanfaatkan teknologi  dalam rangka memperbaiki business process sehingga para tenaga pemasar 3  entitas menggunakan satu platform layanan sehingga semakin fleksibel  dan dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun,&amp;rdquo; pungkas Supari.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNC80LzE3MTExMi81L3g4b2E2dGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;mdash; PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mendorong UMKM Indonesia naik kelas. Sebagai bank yang memiliki concern terhadap pemberdayaan UMKM BRI mampu secara berkelanjutan mendorong ekonomi kerakyatan.
Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit mikro perseroan yang mencapai sebesar 11.47% pada semester I 2023. Seperti diketahui, perseroan telah mempublikasikan kinerja paruh pertama tahun ini dengan penyaluran kredit secara konsolidasi mencapai Rp1.202,13 triliun. Angka tersebut naik 9,17% secara tahunan (yoy).

BACA JUGA:
TikTok Sebut Ada 2 Juta Pelaku UMKM di TikTok Shop


Pertumbuhan kredit BRI tersebut tumbuh di atas rata-rata industri perbankan yang sebesar 7,8% yoy. Adapun segmen mikro termasuk ultra mikro di dalamnya tercatat tumbuh 11,41% yoy, menjadi Rp577,94 triliun. Dengan demikian kredit mikro berkontribusi 48,08% terhadap total penyaluran kredit BRI.
Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Nailul Huda mengatakan bahwa kinerja itu selaras dengan kondisi industri. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), kredit UMKM tumbuh 7,3% yoy menjadi Rp1.308,9 triliun.
&amp;ldquo;Yang paling mendorong tentu saja segmen kredit mikro dan ultra mikro sangat besar,&amp;rdquo; kata Nailul, belum lama ini.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Punya Track Record Positif Dalam Pengembangan UMKM


Diakui bahwa kredit mikro BRI menguat seiring dengan adanya Holding Ultra Mikro (UMi) yang hadir sejak September 2021. BRI menjadi induk dan beranggotakan Pegadaian serta Permodalan Nasional Madani (PNM).
Holding UMi ditetapkan sebagai sumber pertumbuhan baru di masa depan bagi perseroan. Hal itu pun sudah terbukti. Per Juni 2023, sebanyak 18,75% kredit Ultra Mikro BRI merupakan sumbangsih kedua entitas perusahaan anak tersebut.
Pada periode yang sama jumlah peminjam kredit ultra mikro BRI naik 10,4% yoy, sedangkan kredit mikro naik 3,7% yoy. Kredit mikro yang mengalami kenaikan signifikan adalah Kupedes yang tumbuh 43% yoy menjadi Rp182,8 triliun.
Nailul melanjutkan, segmen mikro dan ultra mikro lebih mampu bertahan di era suku bunga tinggi. Sedangkan segmen kecil serta menengah terbilang sensitif terhadap suku bunga acuan.
Menurut Nailul, UMKM skala kecil dan menengah masih membutuhkan waktu untuk pulih. Setelah pandemi Covid-19 terkendali, kedua sektor ini terkena imbas dari ketidakpastian ekonomi global.
Dalam kesempatan berbeda, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari  mengungkapkan bahwa keberhasilan bisnis mikro BRI tak lepas dari  pemberdayaan yang secara kontinyu dilakukan.
&amp;ldquo;Konsistensi pertumbuhan yang berkelanjutan bisnis mikro tidak  terlepas dari kebijakan BRI yang mengedepankan pemberdayaan kepada  kelompok usaha mikro. Sejak tahun 2019, BRI telah mengembangkan kerangka  kerja pemberdayaan yang berbasis offline maupun online dalam rangka  mempercepat UMKM naik kelas secara literasi. Kerangka pemberdayaan yang  dimiliki oleh BRI tersebut mampu mengakselerasi UMKM naik kelas melalui  kemudahan akses layanan kepada 36 juta nasabah pinjaman dari ekosistem  ultra mikro,&amp;rdquo; urai Supari.
Pemberdayaan yang dilakukan semakin powerfull dengan resources yang  dimiliki BRI berupa jaringan outlet, yakni 1.013 kantor, dimana terdapat  3 layanan entitas ultra mikro didalamnya.
Selain itu, BRI telah mengintegrasikan sistem human capital, sehingga  saat ini terdapat 66 ribu relationship manager yang mampu menjangkau  segmen ultra mikro.
&amp;rdquo;Dalam proses operasionalnya, BRI juga telah memanfaatkan teknologi  dalam rangka memperbaiki business process sehingga para tenaga pemasar 3  entitas menggunakan satu platform layanan sehingga semakin fleksibel  dan dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun,&amp;rdquo; pungkas Supari.</content:encoded></item></channel></rss>
