<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut Punya Tugas Baru, Integrasikan Transportasi Jabodebek dalam 1 Bulan</title><description>Proyek Light Rail Transit (LRT) akan mulai dibangun di Pulau Bali tahun depan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/28/320/2890874/luhut-punya-tugas-baru-integrasikan-transportasi-jabodebek-dalam-1-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/28/320/2890874/luhut-punya-tugas-baru-integrasikan-transportasi-jabodebek-dalam-1-bulan"/><item><title>Luhut Punya Tugas Baru, Integrasikan Transportasi Jabodebek dalam 1 Bulan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/28/320/2890874/luhut-punya-tugas-baru-integrasikan-transportasi-jabodebek-dalam-1-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/28/320/2890874/luhut-punya-tugas-baru-integrasikan-transportasi-jabodebek-dalam-1-bulan</guid><pubDate>Kamis 28 September 2023 04:28 WIB</pubDate><dc:creator>Azahra Kaulika Irawansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/27/320/2890874/luhut-punya-tugas-baru-integrasikan-transportasi-jabodebek-dalam-1-bulan-sdOujqgkR2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tugas baru Luhut integrasikan transportasi massal (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/27/320/2890874/luhut-punya-tugas-baru-integrasikan-transportasi-jabodebek-dalam-1-bulan-sdOujqgkR2.jpg</image><title>Tugas baru Luhut integrasikan transportasi massal (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xOS8xLzE3MDg1My81L3g4bzY5bXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Proyek Light Rail Transit (LRT) akan mulai dibangun di Pulau Bali tahun depan. LRT tersebut akan melintasi Bandara I Gusti Ngurah Rai.
&quot;Kita harap groundbreaking early next year, awal tahun depan, kita bisa groundbreaking karena itu studinya sudah lama dilakukan, tapi karena terbentur Covid-19, tadi kita hidupkan lagi,&quot; kata Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, dikutip dari Antara, Jakarta, Kamis (28/9/2023).

BACA JUGA:
LRT Bali Akan Dilakukan Groundbreaking Awal 2024


Luhut mengatakan, jika LRT di Bandara Ngurah Rai Bali tidak dibangun, maka akan terjadi penumpukan (stuck) penumpang mengingat pada 2026, bandara tersebut akan melayani sekitar 24 juta penumpang per tahun.
Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata Luhut, dalam rapat pada kali ini sudah memerintahkan jajaran menteri agar melakukan studi lanjutan untuk LRT di Pulau Bali, dari Bandara Ngurah Rai ke Seminyak, atau kemungkinan hingga ke Canggu.

BACA JUGA:
LRT Bali Mulai Dibangun 2024, Ini Bocoran Rute hingga Harga Tiketnya 


&quot;Dari lapangan terbang sampai ke Seminyak dan kalau perlu nanti terus sampai ke Canggu itu 20 kilometer, dan nanti kita sedang pertimbangkan memasukkan harga tiket 1 dolar AS, 2 dolar AS, setiap penumpang pakai tidak pakai, sehingga dengan pembiayaan publik juga akan bisa jalan,&quot; kata Luhut.
Presiden Jokowi dalam rapat tersebut meminta kereta LRT, kereta MRT, dan moda transportasi publik lainnya terintegrasi, sehingga memudahkan masyarakat untuk menggunakan transportasi publik.
Jokowi juga meminta percepatan pembangunan infrastruktur penghubung  transportasi publik dengan sarana dan prasarana yang memadai.
&quot;Jembatan penghubung misalnya antara LRT Halim dengan Stasiun Kereta  Cepat, kemudian juga penghubung Stasiun Kereta Api Manggarai dengan  Transjakarta, penghubung Stasiun Tanah Abang dan Dukuh Atas, dan kita  harus memastikan semuanya memiliki penerangan, memiliki lampu jalan, dan  bisa melindungi dari hujan,&quot; ujarnya.
Baca Selengkapnya: Tugas Baru Luhut dari Jokowi, Integrasi Transportasi Jabodebek 1 Bulan</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xOS8xLzE3MDg1My81L3g4bzY5bXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Proyek Light Rail Transit (LRT) akan mulai dibangun di Pulau Bali tahun depan. LRT tersebut akan melintasi Bandara I Gusti Ngurah Rai.
&quot;Kita harap groundbreaking early next year, awal tahun depan, kita bisa groundbreaking karena itu studinya sudah lama dilakukan, tapi karena terbentur Covid-19, tadi kita hidupkan lagi,&quot; kata Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, dikutip dari Antara, Jakarta, Kamis (28/9/2023).

BACA JUGA:
LRT Bali Akan Dilakukan Groundbreaking Awal 2024


Luhut mengatakan, jika LRT di Bandara Ngurah Rai Bali tidak dibangun, maka akan terjadi penumpukan (stuck) penumpang mengingat pada 2026, bandara tersebut akan melayani sekitar 24 juta penumpang per tahun.
Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata Luhut, dalam rapat pada kali ini sudah memerintahkan jajaran menteri agar melakukan studi lanjutan untuk LRT di Pulau Bali, dari Bandara Ngurah Rai ke Seminyak, atau kemungkinan hingga ke Canggu.

BACA JUGA:
LRT Bali Mulai Dibangun 2024, Ini Bocoran Rute hingga Harga Tiketnya 


&quot;Dari lapangan terbang sampai ke Seminyak dan kalau perlu nanti terus sampai ke Canggu itu 20 kilometer, dan nanti kita sedang pertimbangkan memasukkan harga tiket 1 dolar AS, 2 dolar AS, setiap penumpang pakai tidak pakai, sehingga dengan pembiayaan publik juga akan bisa jalan,&quot; kata Luhut.
Presiden Jokowi dalam rapat tersebut meminta kereta LRT, kereta MRT, dan moda transportasi publik lainnya terintegrasi, sehingga memudahkan masyarakat untuk menggunakan transportasi publik.
Jokowi juga meminta percepatan pembangunan infrastruktur penghubung  transportasi publik dengan sarana dan prasarana yang memadai.
&quot;Jembatan penghubung misalnya antara LRT Halim dengan Stasiun Kereta  Cepat, kemudian juga penghubung Stasiun Kereta Api Manggarai dengan  Transjakarta, penghubung Stasiun Tanah Abang dan Dukuh Atas, dan kita  harus memastikan semuanya memiliki penerangan, memiliki lampu jalan, dan  bisa melindungi dari hujan,&quot; ujarnya.
Baca Selengkapnya: Tugas Baru Luhut dari Jokowi, Integrasi Transportasi Jabodebek 1 Bulan</content:encoded></item></channel></rss>
