<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenapa Jual Beli Bursa Karbon Pakai Blockchain?</title><description>Kenapa jual beli Bursa Karbon Indonesia memakai blockchain?</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/29/320/2891778/kenapa-jual-beli-bursa-karbon-pakai-blockchain</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/09/29/320/2891778/kenapa-jual-beli-bursa-karbon-pakai-blockchain"/><item><title>Kenapa Jual Beli Bursa Karbon Pakai Blockchain?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/09/29/320/2891778/kenapa-jual-beli-bursa-karbon-pakai-blockchain</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/09/29/320/2891778/kenapa-jual-beli-bursa-karbon-pakai-blockchain</guid><pubDate>Jum'at 29 September 2023 13:45 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/29/320/2891778/kenapa-jual-beli-bursa-karbon-pakai-blockchain-Hvm6ih8DoZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kenapa jual beli bursa karbon pakai blockchain (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/29/320/2891778/kenapa-jual-beli-bursa-karbon-pakai-blockchain-Hvm6ih8DoZ.jpg</image><title>Kenapa jual beli bursa karbon pakai blockchain (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi8xLzE3MTIxNi81L3g4b2JwZ3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Kenapa jual beli Bursa Karbon Indonesia memakai blockchain? Menko Maritim dan Investasi membeberkan alasan mengapa perdagangan bursa karbon di Indonesia menggunakan teknologi blockchain yang biasanya dipakai untuk kripto.

BACA JUGA:
PLN Siap Melantai di Bursa Karbon, Dirut: Penurunan Emisi Terbesar


&quot;Jadi memang blockchain maksudnya untuk kita data itu jangan sampai bis dimanipulasi, jadi segmented sama dengan e-catalog kita lakukan demikian juga sehingga dengan kan teknologi ini bisa juga dikacaukan orang. jadi kita dengan blockchain itu kita berharap jika carbon trading itu juga akan bisa bagus,&quot; tuturnya ketika ditemui di acara ulang tahunnya ke-76 di Sopo Del Tower, Jakarta, Kamis (28/9/2023).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Pamerkan Bursa Karbon RI di Jerman 


Sementara itu terkait harga, Menko Luhut mengungkapkan bahwa hal itu tergantung market bursa karbon itu sendiri.
&quot;Harga itu kan Market price, jadi kita tidak mau harga kita kan seperti sekarang USD5 dolar, nanti kan secara bertahap akan masuk pada trading luar negeri dan kita marketnya dibuka. Tapi tetap namanya NDC kita, dalam negeri tetap kita tahan,&quot; jelasnya.
Sebelumnya, Luhut mengungkapkan bahwa penyelenggaraan bursa karbon di  Indonesia akan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  dengan teknologi blockchain.
&quot;Penyelenggaraan bursa karbon Indonesia akan dilakukan pengawasan  langsung oleh OJK dengan teknologi blockchain dan menggunakan unit  karbon berkualitas yang dijalankan secara bertahap mulai dari pasar  dalam negeri dan akan dikembangkan ke pasar karbon luar negeri serta  sebagai market karbon regional hub,&quot; terang Luhut saat peluncuran bursa  karbon.
Luhut menilai, Indonesia harus menjadi market regional hub agar  tersedia unit karbon sesuai standar internasional dan cara kerjanya juga  dengan standar internasional.
&quot;Kita harus jadi market regional hub agar tersedia unit karbon sesuai  standar internasional dan kita bekerja dengan standar internasional,  dan perlu percepatan pengaturan muncul recognition agar proses  registrasi agar lebih cepat,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi8xLzE3MTIxNi81L3g4b2JwZ3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Kenapa jual beli Bursa Karbon Indonesia memakai blockchain? Menko Maritim dan Investasi membeberkan alasan mengapa perdagangan bursa karbon di Indonesia menggunakan teknologi blockchain yang biasanya dipakai untuk kripto.

BACA JUGA:
PLN Siap Melantai di Bursa Karbon, Dirut: Penurunan Emisi Terbesar


&quot;Jadi memang blockchain maksudnya untuk kita data itu jangan sampai bis dimanipulasi, jadi segmented sama dengan e-catalog kita lakukan demikian juga sehingga dengan kan teknologi ini bisa juga dikacaukan orang. jadi kita dengan blockchain itu kita berharap jika carbon trading itu juga akan bisa bagus,&quot; tuturnya ketika ditemui di acara ulang tahunnya ke-76 di Sopo Del Tower, Jakarta, Kamis (28/9/2023).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Pamerkan Bursa Karbon RI di Jerman 


Sementara itu terkait harga, Menko Luhut mengungkapkan bahwa hal itu tergantung market bursa karbon itu sendiri.
&quot;Harga itu kan Market price, jadi kita tidak mau harga kita kan seperti sekarang USD5 dolar, nanti kan secara bertahap akan masuk pada trading luar negeri dan kita marketnya dibuka. Tapi tetap namanya NDC kita, dalam negeri tetap kita tahan,&quot; jelasnya.
Sebelumnya, Luhut mengungkapkan bahwa penyelenggaraan bursa karbon di  Indonesia akan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  dengan teknologi blockchain.
&quot;Penyelenggaraan bursa karbon Indonesia akan dilakukan pengawasan  langsung oleh OJK dengan teknologi blockchain dan menggunakan unit  karbon berkualitas yang dijalankan secara bertahap mulai dari pasar  dalam negeri dan akan dikembangkan ke pasar karbon luar negeri serta  sebagai market karbon regional hub,&quot; terang Luhut saat peluncuran bursa  karbon.
Luhut menilai, Indonesia harus menjadi market regional hub agar  tersedia unit karbon sesuai standar internasional dan cara kerjanya juga  dengan standar internasional.
&quot;Kita harus jadi market regional hub agar tersedia unit karbon sesuai  standar internasional dan kita bekerja dengan standar internasional,  dan perlu percepatan pengaturan muncul recognition agar proses  registrasi agar lebih cepat,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
