<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Intip Kesuksesan Program Lapak Ganjar Pranowo Tingkatkan Penjualan UMKM</title><description>UKM harus mampu memanfaatkan media sosial sebagai alat periklanan dan penjualan yang efektif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/01/320/2892810/intip-kesuksesan-program-lapak-ganjar-pranowo-tingkatkan-penjualan-umkm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/01/320/2892810/intip-kesuksesan-program-lapak-ganjar-pranowo-tingkatkan-penjualan-umkm"/><item><title>Intip Kesuksesan Program Lapak Ganjar Pranowo Tingkatkan Penjualan UMKM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/01/320/2892810/intip-kesuksesan-program-lapak-ganjar-pranowo-tingkatkan-penjualan-umkm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/01/320/2892810/intip-kesuksesan-program-lapak-ganjar-pranowo-tingkatkan-penjualan-umkm</guid><pubDate>Minggu 01 Oktober 2023 16:38 WIB</pubDate><dc:creator> Royandi Hutasoit</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/01/320/2892810/intip-kesuksesan-program-lapak-ganjar-pranowo-tingkatkan-penjualan-umkm-1QYJ2ZPjCV.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Calon Presiden Ganjar Pranowo Pro UMKM RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/01/320/2892810/intip-kesuksesan-program-lapak-ganjar-pranowo-tingkatkan-penjualan-umkm-1QYJ2ZPjCV.jpeg</image><title>Calon Presiden Ganjar Pranowo Pro UMKM RI (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wMS8xLzE3MTQ4Mi81L3g4b2c1cjk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKM) harus mampu memanfaatkan media sosial sebagai alat periklanan dan penjualan yang efektif. Hal ini dikarenakan omzet beberapa UKM meningkat signifikan berkat pemanfaatan media sosial.
Seperti, Kristanti Nareswari, pemilik Boyolali Setyo Handmade, mendapat banyak manfaat  dari kampanye media sosial lapak Ganjar. Kerajinan limbah kertas koran hasil karyanya yang dipamerkan melalui akun media sosial  Ganjar Pranowo berhasil meraih popularitas di kalangan masyarakat.

BACA JUGA:
6 Langkah Inovatif Ganjar Pranowo untuk Majukan UMKM jika Terpilih Jadi Presiden

Dikenal tidak hanya  di Jawa Tengah, tapi juga di luar daerah, bahkan hingga luar Pulau Jawa. Hasilnya, pesanan  produk daur ulang ini meningkat pesat. Bahkan, Kristanti dan suaminya  harus bekerja lembur untuk memenuhi pesanan yang terus berdatangan.
Mereka bahkan  harus bekerja hingga larut malam, terkadang hingga pukul dua pagi. Proses produksi produk antara lain meliputi pewarnaan malam hari. Mereka membagi waktunya antara proses menjemur sehari-hari dan aktivitas lainnya.  Kristanti menambahkan, sebelum bergabung dengan lapak Ganjar, penjualan produk masih memprihatinkan.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Melamar Anak Muda Untuk Jadi Tim Sukses dan Memberi Masukan dalam Pemilu 2024

Mereka hanya mampu menjual sekitar 10 karung sehari. Namun setelah dipasarkan melalui lapak Ganjar, penjualan tas berbahan limbah  koran meningkat menjadi 15-20 kantong sehari.Setyo Handmade spesialis dalam mengolah kertas koran menjadi berbagai produk kerajinan, seperti tas, serbet, tatakan gelas, keranjang pulpen, gantungan kunci, kalung, dan lain-lain Semua produk tersebut dibuat dengan tangan mulai dari tahap peralihan hingga pengolahan menjadi kerajinan tangan yang menarik.
Kristanti menyatakan  produknya diminati  masyarakat karena  ramah lingkungan, berbahan dasar kertas bekas, dan  mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan.
Usaha Setyo Handmade juga berperan dalam mendaur ulang sampah koran yang pada akhirnya membantu menjaga lingkungan. &amp;ldquo;Pemanfaatan lapak Ganjar sebagai sarana promosi sangat efektif dalam memasarkan produk UMKM,&amp;rdquo; ujarnya, Minggu (1/10/2023).
Lapak Ganjar merupakan inisiatif yang dicanangkan Ganjar Pranowo saat menjabat Gubernur Jawa Tengah. Dengan akun Instagram yang memiliki jutaan pengikut, Ganjar membantu para UMKM  mempromosikan produk unggulannya. Ganjar meluncurkan produk UMKM tersebut secara bergantian  dan cara ini terbukti sangat berhasil. Produk Ganjar yang kembali rilis menarik perhatian  banyak masyarakat di luar Jawa Tengah.
Sejak mengambil alih Jawa Tengah pada tahun 2013, UMKM menjadi salah satu fokus utama kerja Ganjar. Mereka didukung dengan pendampingan, pelatihan, akses permodalan dan pemasaran sehingga UMKM di Jawa Tengah dapat meningkatkan kualitas dan omzetnya. &amp;ldquo;Kami sangat senang UKM bisa mengalami kemajuan,&amp;rdquo; kata Ganjar.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wMS8xLzE3MTQ4Mi81L3g4b2c1cjk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKM) harus mampu memanfaatkan media sosial sebagai alat periklanan dan penjualan yang efektif. Hal ini dikarenakan omzet beberapa UKM meningkat signifikan berkat pemanfaatan media sosial.
Seperti, Kristanti Nareswari, pemilik Boyolali Setyo Handmade, mendapat banyak manfaat  dari kampanye media sosial lapak Ganjar. Kerajinan limbah kertas koran hasil karyanya yang dipamerkan melalui akun media sosial  Ganjar Pranowo berhasil meraih popularitas di kalangan masyarakat.

BACA JUGA:
6 Langkah Inovatif Ganjar Pranowo untuk Majukan UMKM jika Terpilih Jadi Presiden

Dikenal tidak hanya  di Jawa Tengah, tapi juga di luar daerah, bahkan hingga luar Pulau Jawa. Hasilnya, pesanan  produk daur ulang ini meningkat pesat. Bahkan, Kristanti dan suaminya  harus bekerja lembur untuk memenuhi pesanan yang terus berdatangan.
Mereka bahkan  harus bekerja hingga larut malam, terkadang hingga pukul dua pagi. Proses produksi produk antara lain meliputi pewarnaan malam hari. Mereka membagi waktunya antara proses menjemur sehari-hari dan aktivitas lainnya.  Kristanti menambahkan, sebelum bergabung dengan lapak Ganjar, penjualan produk masih memprihatinkan.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Melamar Anak Muda Untuk Jadi Tim Sukses dan Memberi Masukan dalam Pemilu 2024

Mereka hanya mampu menjual sekitar 10 karung sehari. Namun setelah dipasarkan melalui lapak Ganjar, penjualan tas berbahan limbah  koran meningkat menjadi 15-20 kantong sehari.Setyo Handmade spesialis dalam mengolah kertas koran menjadi berbagai produk kerajinan, seperti tas, serbet, tatakan gelas, keranjang pulpen, gantungan kunci, kalung, dan lain-lain Semua produk tersebut dibuat dengan tangan mulai dari tahap peralihan hingga pengolahan menjadi kerajinan tangan yang menarik.
Kristanti menyatakan  produknya diminati  masyarakat karena  ramah lingkungan, berbahan dasar kertas bekas, dan  mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan.
Usaha Setyo Handmade juga berperan dalam mendaur ulang sampah koran yang pada akhirnya membantu menjaga lingkungan. &amp;ldquo;Pemanfaatan lapak Ganjar sebagai sarana promosi sangat efektif dalam memasarkan produk UMKM,&amp;rdquo; ujarnya, Minggu (1/10/2023).
Lapak Ganjar merupakan inisiatif yang dicanangkan Ganjar Pranowo saat menjabat Gubernur Jawa Tengah. Dengan akun Instagram yang memiliki jutaan pengikut, Ganjar membantu para UMKM  mempromosikan produk unggulannya. Ganjar meluncurkan produk UMKM tersebut secara bergantian  dan cara ini terbukti sangat berhasil. Produk Ganjar yang kembali rilis menarik perhatian  banyak masyarakat di luar Jawa Tengah.
Sejak mengambil alih Jawa Tengah pada tahun 2013, UMKM menjadi salah satu fokus utama kerja Ganjar. Mereka didukung dengan pendampingan, pelatihan, akses permodalan dan pemasaran sehingga UMKM di Jawa Tengah dapat meningkatkan kualitas dan omzetnya. &amp;ldquo;Kami sangat senang UKM bisa mengalami kemajuan,&amp;rdquo; kata Ganjar.
</content:encoded></item></channel></rss>
