<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Padat Karya Infrastruktur Permukiman Serap 51.891 Tenaga Kerja hingga September</title><description>Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR mencatat program Padat Karya Tunai  infrastruktur permukiman telah menyerap 51.891 Tenaga Kerja.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/02/320/2893051/padat-karya-infrastruktur-permukiman-serap-51-891-tenaga-kerja-hingga-september</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/02/320/2893051/padat-karya-infrastruktur-permukiman-serap-51-891-tenaga-kerja-hingga-september"/><item><title>Padat Karya Infrastruktur Permukiman Serap 51.891 Tenaga Kerja hingga September</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/02/320/2893051/padat-karya-infrastruktur-permukiman-serap-51-891-tenaga-kerja-hingga-september</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/02/320/2893051/padat-karya-infrastruktur-permukiman-serap-51-891-tenaga-kerja-hingga-september</guid><pubDate>Senin 02 Oktober 2023 08:19 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/02/320/2893051/padat-karya-infrastruktur-permukiman-serap-51-891-tenaga-kerja-hingga-september-JouYJc9fSx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Padat karya permukiman Kementerian PUPR (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/02/320/2893051/padat-karya-infrastruktur-permukiman-serap-51-891-tenaga-kerja-hingga-september-JouYJc9fSx.jpg</image><title>Padat karya permukiman Kementerian PUPR (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA - Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR mencatat program Padat Karya Tunai infrastruktur permukiman telah menyerap 51.891 Tenaga Kerja hingga September 2023.
Pada tahun Anggaran (TA) 2023, anggaran program padat karya tunai bidang permukiman dialokasikan senilai Rp2,2 triliun, yang disalurkan melalui pembangunan infrastruktur kerakyatan seperti program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), dukungan Sanitasi Lembaga Pendidikan Keagamaan, termasuk Pondok Pesantren, Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), dan Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW). Program ini akan didistribusikan di 5.394 lokasi dengan target menyerap 65.970 tenaga kerja.

BACA JUGA:
Industri Padat Karya Diizinkan Potong Gaji Buruh 25%, Ini Penjelasan Kemnaker

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Program PKT Kementerian PUPR dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi.
&quot;Pembangunan infrastruktur padat karya bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa/pelosok,&quot; kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulisnya, dikutip Sabtu (30/9/2023).

BACA JUGA:
Padat Karya Tunai Butuh 80 Ribu Tenaga Kerja Bangun Jalan dan Jembatan

Berdasarkan data Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR hingga 26 September 2023, serapan keuangan PKT bidang permukiman tahun 2023 telah mencapai 81.95% dari total anggaran Rp2.2 triliun atau sebesar Rp1.8 triliun. Besaran anggaran tersebut telah merealisasikan pekerjaan fisik 68,61% dengan serapan tenaga kerja 51.891 orang.
Secara rinci pelaksanaan program Pamsimas TA 2023 disalurkan di 970 lokasi menyerap tenaga kerja 8.236 orang. Selanjutnya untuk Sanimas di 1.447 lokasi dan telah menyerap tenaga kerja sebanyak 14.950 orang dengan progres fisik 58,32%.Program padat karya bidang permukiman lainnya adalah pembangunan  sanitasi Pondok Pesantren/Lembaga Pendidikan Keagamaan yang tersebar di  1.397 lokasi di Indonesia.
Pelaksanaan program ini di antaranya pembangunan bangunan MCK yang  terdiri dari bilik mandi dan kakus/toilet, tempat wudhu, tempat cuci  tangan dan tempat cuci pakaian serta instalasi pengolahan air limbah  domestic dengan progres fisik 51.74% dan menyerap 10.059 tenaga kerja.
Kemudian pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle  (TPS3R) yang pada tahun 2023 dilaksanakan di 217 lokasi dengan anggaran  Rp147 miliar dengan progres fisik 30,92% dan menyerap 1.464 tenaga  kerja. Pembangunan TPS-3R dengan melibatkan masyarakat diharapkan tidak  hanya mengurangi kuantitas sampah dari sumbernya, tetapi juga memberikan  pembelajaran serta praktik langsung kepada masyarakat dalam pengelolaan  sampah, sementara di sisi lain juga terjadi penyerapan tenaga kerja  karena dilaksanakan dengan skema padat karya.</description><content:encoded>


JAKARTA - Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR mencatat program Padat Karya Tunai infrastruktur permukiman telah menyerap 51.891 Tenaga Kerja hingga September 2023.
Pada tahun Anggaran (TA) 2023, anggaran program padat karya tunai bidang permukiman dialokasikan senilai Rp2,2 triliun, yang disalurkan melalui pembangunan infrastruktur kerakyatan seperti program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), dukungan Sanitasi Lembaga Pendidikan Keagamaan, termasuk Pondok Pesantren, Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), dan Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW). Program ini akan didistribusikan di 5.394 lokasi dengan target menyerap 65.970 tenaga kerja.

BACA JUGA:
Industri Padat Karya Diizinkan Potong Gaji Buruh 25%, Ini Penjelasan Kemnaker

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Program PKT Kementerian PUPR dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi.
&quot;Pembangunan infrastruktur padat karya bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa/pelosok,&quot; kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulisnya, dikutip Sabtu (30/9/2023).

BACA JUGA:
Padat Karya Tunai Butuh 80 Ribu Tenaga Kerja Bangun Jalan dan Jembatan

Berdasarkan data Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR hingga 26 September 2023, serapan keuangan PKT bidang permukiman tahun 2023 telah mencapai 81.95% dari total anggaran Rp2.2 triliun atau sebesar Rp1.8 triliun. Besaran anggaran tersebut telah merealisasikan pekerjaan fisik 68,61% dengan serapan tenaga kerja 51.891 orang.
Secara rinci pelaksanaan program Pamsimas TA 2023 disalurkan di 970 lokasi menyerap tenaga kerja 8.236 orang. Selanjutnya untuk Sanimas di 1.447 lokasi dan telah menyerap tenaga kerja sebanyak 14.950 orang dengan progres fisik 58,32%.Program padat karya bidang permukiman lainnya adalah pembangunan  sanitasi Pondok Pesantren/Lembaga Pendidikan Keagamaan yang tersebar di  1.397 lokasi di Indonesia.
Pelaksanaan program ini di antaranya pembangunan bangunan MCK yang  terdiri dari bilik mandi dan kakus/toilet, tempat wudhu, tempat cuci  tangan dan tempat cuci pakaian serta instalasi pengolahan air limbah  domestic dengan progres fisik 51.74% dan menyerap 10.059 tenaga kerja.
Kemudian pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle  (TPS3R) yang pada tahun 2023 dilaksanakan di 217 lokasi dengan anggaran  Rp147 miliar dengan progres fisik 30,92% dan menyerap 1.464 tenaga  kerja. Pembangunan TPS-3R dengan melibatkan masyarakat diharapkan tidak  hanya mengurangi kuantitas sampah dari sumbernya, tetapi juga memberikan  pembelajaran serta praktik langsung kepada masyarakat dalam pengelolaan  sampah, sementara di sisi lain juga terjadi penyerapan tenaga kerja  karena dilaksanakan dengan skema padat karya.</content:encoded></item></channel></rss>
