<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut Cerita Kereta Cepat Whoosh Banyak Tantangan hingga Masalah Pendanaan</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa agenda peresmian Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) merupakan catatan bersejarah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/02/320/2893182/luhut-cerita-kereta-cepat-whoosh-banyak-tantangan-hingga-masalah-pendanaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/02/320/2893182/luhut-cerita-kereta-cepat-whoosh-banyak-tantangan-hingga-masalah-pendanaan"/><item><title>Luhut Cerita Kereta Cepat Whoosh Banyak Tantangan hingga Masalah Pendanaan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/02/320/2893182/luhut-cerita-kereta-cepat-whoosh-banyak-tantangan-hingga-masalah-pendanaan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/02/320/2893182/luhut-cerita-kereta-cepat-whoosh-banyak-tantangan-hingga-masalah-pendanaan</guid><pubDate>Senin 02 Oktober 2023 11:31 WIB</pubDate><dc:creator>Arfiah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/02/320/2893182/luhut-cerita-kereta-cepat-whoosh-banyak-tantangan-hingga-masalah-pendanaan-XBaxb6NoEK.PNG" expression="full" type="image/jpeg">Kereta Cepat Jakarta-Bandung. (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/02/320/2893182/luhut-cerita-kereta-cepat-whoosh-banyak-tantangan-hingga-masalah-pendanaan-XBaxb6NoEK.PNG</image><title>Kereta Cepat Jakarta-Bandung. (Foto: Antara)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wMi8xLzE3MTUxMi81L3g4b2dyZzg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa agenda peresmian Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) merupakan catatan bersejarah.
Di mana bangsa Indonesia berhasil menyelesaikan proyek perkeretaapian modern di tengah berbagai tantangan yang telah dilalui.

BACA JUGA:
Resmikan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Jokowi: Bukti Ketidaktakutan Belajar Hal Baru

Tantangan yang dimaksud seperti masalah pembebasan lahan, koordinasi lintas kepentingan, hingga masalah pendanaan yang sulit di saat pandemi COVID-19.
&quot;Terus terang sejak kami menerima penugasan dari Bapak Presiden, untuk melanjutkan pembangunan proyek kereta api cepat pada akhir 2019, ada banyak masalah dan kendala yang kami temukan,&quot; katanya di Stasiun Halim dikutip Antara, Senin (2/10/2023).

BACA JUGA:
Jokowi: Kereta Cepat Hal Baru, Tak Boleh Alergi terhadap Kritik

Namun tantangan itu berhasil diatasi berkat kerja sama yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, masyarakat, swasta dan juga pemerintah Tiongkok bersama seluruh perusahaannya yang terlibat.Selama tiga pekan terakhir sejak dibukanya uji coba gratis KCJB bagi publik, kata Luhut, pemerintah melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa menyambut kereta cepat.
&quot;(Masyarakat) langsung merasakan sendiri kemanfaatannya, Kereta Api Cepat Jakarta Bandung, tentunya semua berjalan dengan aman dan nyaman, berkat keandalan sistem yang telah teruji, berkat tingginya rasa penasaran masyarakat terhadap uji coba gratis KCJB,&quot; katanya.
Luhut Menambahkan kebijakan untuk menggratiskan tarif transportasi Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) bergulir hingga pertengahan Oktober 2023.
&quot;Kami bersepakat, hingga pertengahan Oktober pengoperasian Kereta Cepat Jakarta Bandung masih tidak digunakan biaya atau gratis,&quot; kata Luhut.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wMi8xLzE3MTUxMi81L3g4b2dyZzg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa agenda peresmian Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) merupakan catatan bersejarah.
Di mana bangsa Indonesia berhasil menyelesaikan proyek perkeretaapian modern di tengah berbagai tantangan yang telah dilalui.

BACA JUGA:
Resmikan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Jokowi: Bukti Ketidaktakutan Belajar Hal Baru

Tantangan yang dimaksud seperti masalah pembebasan lahan, koordinasi lintas kepentingan, hingga masalah pendanaan yang sulit di saat pandemi COVID-19.
&quot;Terus terang sejak kami menerima penugasan dari Bapak Presiden, untuk melanjutkan pembangunan proyek kereta api cepat pada akhir 2019, ada banyak masalah dan kendala yang kami temukan,&quot; katanya di Stasiun Halim dikutip Antara, Senin (2/10/2023).

BACA JUGA:
Jokowi: Kereta Cepat Hal Baru, Tak Boleh Alergi terhadap Kritik

Namun tantangan itu berhasil diatasi berkat kerja sama yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, masyarakat, swasta dan juga pemerintah Tiongkok bersama seluruh perusahaannya yang terlibat.Selama tiga pekan terakhir sejak dibukanya uji coba gratis KCJB bagi publik, kata Luhut, pemerintah melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa menyambut kereta cepat.
&quot;(Masyarakat) langsung merasakan sendiri kemanfaatannya, Kereta Api Cepat Jakarta Bandung, tentunya semua berjalan dengan aman dan nyaman, berkat keandalan sistem yang telah teruji, berkat tingginya rasa penasaran masyarakat terhadap uji coba gratis KCJB,&quot; katanya.
Luhut Menambahkan kebijakan untuk menggratiskan tarif transportasi Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) bergulir hingga pertengahan Oktober 2023.
&quot;Kami bersepakat, hingga pertengahan Oktober pengoperasian Kereta Cepat Jakarta Bandung masih tidak digunakan biaya atau gratis,&quot; kata Luhut.</content:encoded></item></channel></rss>
