<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konflik Pulau Rempang, Bahlil: Jujur Ada Kekeliruan</title><description>Bahlil Lahadalia mengakui pemicu konflik yang terjadi di Pulau Rempang, Kepulauan Riau</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/02/320/2893477/konflik-pulau-rempang-bahlil-jujur-ada-kekeliruan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/02/320/2893477/konflik-pulau-rempang-bahlil-jujur-ada-kekeliruan"/><item><title>Konflik Pulau Rempang, Bahlil: Jujur Ada Kekeliruan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/02/320/2893477/konflik-pulau-rempang-bahlil-jujur-ada-kekeliruan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/02/320/2893477/konflik-pulau-rempang-bahlil-jujur-ada-kekeliruan</guid><pubDate>Senin 02 Oktober 2023 16:46 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/02/320/2893477/konflik-pulau-rempang-bahlil-jujur-ada-kekeliruan-N745T1nA0Z.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Bahlil Akui Adanya Kekeliruan dalam Konflik di Pulau Rempang. (Foto: Okezone.com/BKPM)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/02/320/2893477/konflik-pulau-rempang-bahlil-jujur-ada-kekeliruan-N745T1nA0Z.JPG</image><title>Menteri Bahlil Akui Adanya Kekeliruan dalam Konflik di Pulau Rempang. (Foto: Okezone.com/BKPM)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yMC8xLzE3MDkwMy81L3g4bzcwamY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengakui pemicu konflik yang terjadi di Pulau Rempang, Kepulauan Riau karena miskomunikasi atau kesalahpahaman.
&quot;Temuan kita di lapangan, kami akuilah bahwa memang dalam proses komunikasi awal, terjadi miskomunikasi. Jujurlah kita, kita harus berani, berjiwa besar untuk katakan bahwa itu ada kekeliruan,&quot; kata Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI, Senin (2/10/2023).

BACA JUGA:
Menteri Bahlil Kenang Sosok Mantan Kepala BKPM Theo Toemion

Bahlil menerangkan, miskomunikasi tersebut mulanya terjadi saat perwakilan kementerian teknis akan memasang patok untuk pengukuran lahan yang akan dijadikan lahan investasi.
Saat tim pengukuran masuk ke wilayah Rempang, ada informasi liar yang mengatakan bahwa warga akan direlokasi.
Mendengar informasi liar tersebut, warga lantas membuat blokade sebagai usaha melakukan perlawanan.

BACA JUGA:
Bahlil: Relokasi Warga Pulau Rempang Ditanggung PUPR

&quot;Kemudian, saudara-saudara saya di sana tidak salah juga. Karena informasinya mungkin merisaukan mereka, kemudian mereka memalang jalan dengan pohon yang ditumbangkan,&quot; ungkap Bahlil.
Padahal menurut Bahlil jalan tersebut merupakan jalan penghubung antar wilayah bukan hanya jalan menuju kampung adat rempang.Setelah beberapa hari ditutup oleh warga, aparat berusaha membuka palang yang kemudian menimbulkan gesekan dengan masyarakat.
&quot;Jadi ini mis-nya sebenarnya di situ. Awal mulanya di situ. Ditambah lagi dengan informasi-informasi yang keluar, yang belum tentu benar. Lahirlah itu gas air mata, itulah kira-kira,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yMC8xLzE3MDkwMy81L3g4bzcwamY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengakui pemicu konflik yang terjadi di Pulau Rempang, Kepulauan Riau karena miskomunikasi atau kesalahpahaman.
&quot;Temuan kita di lapangan, kami akuilah bahwa memang dalam proses komunikasi awal, terjadi miskomunikasi. Jujurlah kita, kita harus berani, berjiwa besar untuk katakan bahwa itu ada kekeliruan,&quot; kata Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI, Senin (2/10/2023).

BACA JUGA:
Menteri Bahlil Kenang Sosok Mantan Kepala BKPM Theo Toemion

Bahlil menerangkan, miskomunikasi tersebut mulanya terjadi saat perwakilan kementerian teknis akan memasang patok untuk pengukuran lahan yang akan dijadikan lahan investasi.
Saat tim pengukuran masuk ke wilayah Rempang, ada informasi liar yang mengatakan bahwa warga akan direlokasi.
Mendengar informasi liar tersebut, warga lantas membuat blokade sebagai usaha melakukan perlawanan.

BACA JUGA:
Bahlil: Relokasi Warga Pulau Rempang Ditanggung PUPR

&quot;Kemudian, saudara-saudara saya di sana tidak salah juga. Karena informasinya mungkin merisaukan mereka, kemudian mereka memalang jalan dengan pohon yang ditumbangkan,&quot; ungkap Bahlil.
Padahal menurut Bahlil jalan tersebut merupakan jalan penghubung antar wilayah bukan hanya jalan menuju kampung adat rempang.Setelah beberapa hari ditutup oleh warga, aparat berusaha membuka palang yang kemudian menimbulkan gesekan dengan masyarakat.
&quot;Jadi ini mis-nya sebenarnya di situ. Awal mulanya di situ. Ditambah lagi dengan informasi-informasi yang keluar, yang belum tentu benar. Lahirlah itu gas air mata, itulah kira-kira,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
