<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sikap Xinyi Group soal Konflik Rempang, Bahlil: Mereka Memahami</title><description>Bahlil Lahadalia mengaku sudah menghubungi Xinyi Group terkait permasalahan yang terjadi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/02/320/2893609/sikap-xinyi-group-soal-konflik-rempang-bahlil-mereka-memahami</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/02/320/2893609/sikap-xinyi-group-soal-konflik-rempang-bahlil-mereka-memahami"/><item><title>Sikap Xinyi Group soal Konflik Rempang, Bahlil: Mereka Memahami</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/02/320/2893609/sikap-xinyi-group-soal-konflik-rempang-bahlil-mereka-memahami</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/02/320/2893609/sikap-xinyi-group-soal-konflik-rempang-bahlil-mereka-memahami</guid><pubDate>Senin 02 Oktober 2023 19:26 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengaku sudah menghubungi Xinyi Group terkait permasalahan yang terjadi di Pulau Rempang, Kepulauan Riau.
Menurut Bahlil, Xinyi Group masih menyerahkan permasalahan tersebut untuk diselesaikan oleh Pemerintah Indonesia.

BACA JUGA:
Apa Benar Xinyi Investasi Rp175 Triliun di Pulau Rempang? Begini Jawaban Bahlil&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Insya Allah mereka memahami, tapi juga mereka berpikirnya agar sama-sama kita selesaikan dengan baik,&quot; kata Bahlil dalam Sapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI, Senin (2/10/2023).
Xinyi Group juga tidak menekan pemerintah untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut. Namun Bahlil menyatakan pemerintah harus bijak dalam melakukan penyelesaian.

BACA JUGA:
Siapa Pemilik Xinyi Glass Holding yang Akan Bangun Rempang ECO City Triliunan Rupiah, Ini Sosoknya

&quot;Kita harus bijaksana ya, kita harus bijaksana untuk rakyat, tapi juga harus bijaksana untuk investor,&quot; ucapnya.Tanpa adanya investor Bahlil menilai mimpi Indonesia Emas 2045 tidak akan bisa tercapai sebagaimana yang telah direncanakan.
&quot;Kalau seandainya kita semua bersepakat (usir investor) jangan bermimpi negara kita 2045 akan menjadi Indonesia Emas. Nanti Indonesia tembaga nanti,&quot; tutur Bahlil.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengaku sudah menghubungi Xinyi Group terkait permasalahan yang terjadi di Pulau Rempang, Kepulauan Riau.
Menurut Bahlil, Xinyi Group masih menyerahkan permasalahan tersebut untuk diselesaikan oleh Pemerintah Indonesia.

BACA JUGA:
Apa Benar Xinyi Investasi Rp175 Triliun di Pulau Rempang? Begini Jawaban Bahlil&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Insya Allah mereka memahami, tapi juga mereka berpikirnya agar sama-sama kita selesaikan dengan baik,&quot; kata Bahlil dalam Sapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI, Senin (2/10/2023).
Xinyi Group juga tidak menekan pemerintah untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut. Namun Bahlil menyatakan pemerintah harus bijak dalam melakukan penyelesaian.

BACA JUGA:
Siapa Pemilik Xinyi Glass Holding yang Akan Bangun Rempang ECO City Triliunan Rupiah, Ini Sosoknya

&quot;Kita harus bijaksana ya, kita harus bijaksana untuk rakyat, tapi juga harus bijaksana untuk investor,&quot; ucapnya.Tanpa adanya investor Bahlil menilai mimpi Indonesia Emas 2045 tidak akan bisa tercapai sebagaimana yang telah direncanakan.
&quot;Kalau seandainya kita semua bersepakat (usir investor) jangan bermimpi negara kita 2045 akan menjadi Indonesia Emas. Nanti Indonesia tembaga nanti,&quot; tutur Bahlil.</content:encoded></item></channel></rss>
