<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahlil Tegaskan Tak Anak Emaskan Investor China di Rempang</title><description>Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menegaskan tidak menganak emaskan  investor yang akan berinvestasi di Rempang, Kepulauan Riau.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/03/320/2893809/bahlil-tegaskan-tak-anak-emaskan-investor-china-di-rempang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/03/320/2893809/bahlil-tegaskan-tak-anak-emaskan-investor-china-di-rempang"/><item><title>Bahlil Tegaskan Tak Anak Emaskan Investor China di Rempang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/03/320/2893809/bahlil-tegaskan-tak-anak-emaskan-investor-china-di-rempang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/03/320/2893809/bahlil-tegaskan-tak-anak-emaskan-investor-china-di-rempang</guid><pubDate>Selasa 03 Oktober 2023 09:15 WIB</pubDate><dc:creator>Arfiah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/03/320/2893809/bahlil-tegaskan-tak-anak-emaskan-investor-china-di-rempang-xXW4dVf0YC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bahlil tegaskan pemerintah tidak anak emaskan investor pulau rempang (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/03/320/2893809/bahlil-tegaskan-tak-anak-emaskan-investor-china-di-rempang-xXW4dVf0YC.jpg</image><title>Bahlil tegaskan pemerintah tidak anak emaskan investor pulau rempang (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yMC8xLzE3MDg5Mi81L3g4bzZ3a2E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menegaskan tidak menganak emaskan investor yang akan berinvestasi di Rempang, Kepulauan Riau. Bahlil mengatakan investor asal China itu bisa digaet setelah melakukan komunikasi intens sebelumnya.
Bahkan, dia pun sempat datang langsung ke Negeri Tirai Bambu untuk mengecek langsung perusahaan tersebut.

BACA JUGA:
Investasi di Rempang Rp174 Triliun, Bahlil: Ini Proyek Besar

&quot;Jangan ada persepsi seolah-olah untuk investasi Rempang itu perlakuannya khusus dengan yang lain. Kalau Kementerian Investasi enggak seperti itu. Kenapa? Karena perwakilan saya, tim saya di China, itu sudah melakukan pertemuan berbulan-bulan, berkali-kali, dan tim saya berikan rekomendasi untuk mengecek perusahaan ini,&quot; katanya dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (3/10/2023).
Menurut Bahlil, pengembangan investasi di Rempang, merupakan upaya pemerintah dalam menggalakkan hilirisasi. Pemerintah menilai perlu memperluas cakupan hilirisasi setelah sukses dengan nikel melalui hilirisasi pasir kuarsa atau pasir silika di Batam.

BACA JUGA:
 Bahlil: Warga Bilang Kiamat 5 Kali pun Rempang Tak Jalan Kalau Enggak Ada Investasi 


Pasir kuarsa atau pasir silika merupakan bahan baku kaca dan solar panel yang saat ini menjadi salah satu pilihan sumber energi terbarukan.
Bahlil pun menilai investor asal China tersebut, yakni Xinyi Group, merupakan mitra strategis untuk mendukung pengembangan hilirisasi pasir kuarsa, sehingga setelah mengunjungi pabriknya di China, Bahlil pun meminta mereka untuk bisa berinvestasi di Tanah Air.
&quot;Sekali lagi saya clear-kan, kami tidak pernah membeda-bedakan perusahaan-perusahaan mana (yang akan berinvestasi),&quot; katanya.
Lebih lanjut, Bahlil mengatakan Rempang Eco City masuk dalam daftar  Proyek Strategis Nasional untuk kebutuhan industri, pariwisata, dan  lainnya yang diatur diatur dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang  Perekonomian Nomor 7 Tahun 2023 yang disahkan pada 28 Agustus 2023.
Menurut dia, penetapan PSN diberikan setelah ada proyek tertentu yang  akan dikembangkan. Dia mencontohkan proyek pengembangan industri pupuk  di Fakfak, Papua Barat, yang baru bisa disematkan setelah ada investor  utamanya, yakni PT Pupuk Kaltim.
&quot;Jadi, barangnya ada dulu, baru perencanaannya kita dorong,&quot; katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yMC8xLzE3MDg5Mi81L3g4bzZ3a2E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menegaskan tidak menganak emaskan investor yang akan berinvestasi di Rempang, Kepulauan Riau. Bahlil mengatakan investor asal China itu bisa digaet setelah melakukan komunikasi intens sebelumnya.
Bahkan, dia pun sempat datang langsung ke Negeri Tirai Bambu untuk mengecek langsung perusahaan tersebut.

BACA JUGA:
Investasi di Rempang Rp174 Triliun, Bahlil: Ini Proyek Besar

&quot;Jangan ada persepsi seolah-olah untuk investasi Rempang itu perlakuannya khusus dengan yang lain. Kalau Kementerian Investasi enggak seperti itu. Kenapa? Karena perwakilan saya, tim saya di China, itu sudah melakukan pertemuan berbulan-bulan, berkali-kali, dan tim saya berikan rekomendasi untuk mengecek perusahaan ini,&quot; katanya dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (3/10/2023).
Menurut Bahlil, pengembangan investasi di Rempang, merupakan upaya pemerintah dalam menggalakkan hilirisasi. Pemerintah menilai perlu memperluas cakupan hilirisasi setelah sukses dengan nikel melalui hilirisasi pasir kuarsa atau pasir silika di Batam.

BACA JUGA:
 Bahlil: Warga Bilang Kiamat 5 Kali pun Rempang Tak Jalan Kalau Enggak Ada Investasi 


Pasir kuarsa atau pasir silika merupakan bahan baku kaca dan solar panel yang saat ini menjadi salah satu pilihan sumber energi terbarukan.
Bahlil pun menilai investor asal China tersebut, yakni Xinyi Group, merupakan mitra strategis untuk mendukung pengembangan hilirisasi pasir kuarsa, sehingga setelah mengunjungi pabriknya di China, Bahlil pun meminta mereka untuk bisa berinvestasi di Tanah Air.
&quot;Sekali lagi saya clear-kan, kami tidak pernah membeda-bedakan perusahaan-perusahaan mana (yang akan berinvestasi),&quot; katanya.
Lebih lanjut, Bahlil mengatakan Rempang Eco City masuk dalam daftar  Proyek Strategis Nasional untuk kebutuhan industri, pariwisata, dan  lainnya yang diatur diatur dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang  Perekonomian Nomor 7 Tahun 2023 yang disahkan pada 28 Agustus 2023.
Menurut dia, penetapan PSN diberikan setelah ada proyek tertentu yang  akan dikembangkan. Dia mencontohkan proyek pengembangan industri pupuk  di Fakfak, Papua Barat, yang baru bisa disematkan setelah ada investor  utamanya, yakni PT Pupuk Kaltim.
&quot;Jadi, barangnya ada dulu, baru perencanaannya kita dorong,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
