<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soroti TikTok Shop Cs, Jokowi: Perlu Regulasi di Tengah Pesatnya Teknologi</title><description>Jokowi menyoroti salah satu e-commerce yakni TikTok Shop yang berdampak pada UMKM dan pasar tradisional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/03/320/2893916/soroti-tiktok-shop-cs-jokowi-perlu-regulasi-di-tengah-pesatnya-teknologi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/03/320/2893916/soroti-tiktok-shop-cs-jokowi-perlu-regulasi-di-tengah-pesatnya-teknologi"/><item><title>Soroti TikTok Shop Cs, Jokowi: Perlu Regulasi di Tengah Pesatnya Teknologi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/03/320/2893916/soroti-tiktok-shop-cs-jokowi-perlu-regulasi-di-tengah-pesatnya-teknologi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/03/320/2893916/soroti-tiktok-shop-cs-jokowi-perlu-regulasi-di-tengah-pesatnya-teknologi</guid><pubDate>Selasa 03 Oktober 2023 11:54 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/03/320/2893916/soroti-tiktok-shop-cs-jokowi-perlu-regulasi-di-tengah-pesatnya-teknologi-bKRZw4x4ls.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi Soroti soal TikTok Shop (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/03/320/2893916/soroti-tiktok-shop-cs-jokowi-perlu-regulasi-di-tengah-pesatnya-teknologi-bKRZw4x4ls.jpg</image><title>Presiden Jokowi Soroti soal TikTok Shop (Foto: Setkab)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yMy80LzE3MTA3NC81L3g4bzlobXM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti salah satu e-commerce yakni TikTok Shop yang berdampak pada UMKM dan pasar tradisional.
Awalnya, Jokowi men pada G20 India ada beberapa negara khawatir dengan kemajuan teknologi. Salah satunya terkait kemunculan artificial intilegen (AI).

BACA JUGA:
Mulai Hari Ini Masyarakat Bisa Naik Kereta Cepat Gratis, Ini Link Pendaftarannya

&quot;Saya terakhir di G20 di India ada 6 negara menyampaikan dan khawatir sekali dengan yang namanya AI. Sekarang sudah muncul lagi generatif artificial intelligence,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya pada Rakernas Korpri, di kawasan Ancol, Jakarta, Selasa (3/10/2023).
Jokowi menjelaskan yang ditakutkan yakni melesatnya teknologi saat ini, namun belum ada regulasi yang siap untuk digunakan.

BACA JUGA:
Jokowi Temukan Ada PNS Tak Senang Pindah ke IKN

&quot;Apa yang ditakutkan, teknologinya ini sudah melesat maju, regulasinya belum siap, belum ada, sudah kemana-mana,&quot; kata Jokowi.Jokowi pun mengatakan seharusnya regulasi dipersiapkan seiring dengan kemajuan teknologi. Termasuk dalam hal ini pada e-commerce.
&quot;Mestinya teknologinya muncul, regulasinya disiapkan oleh birokrasi kita. Setiap muncul, siapkan. Kalau tidak engga siap, yang kena nanti seperti yang baru saja kejadian TikTok Shop. Bisa mengenai UKM kita, UMKM kita, mengenai pasar-pasar tradisional kita, hati-hati,&quot; kata Jokowi.
&quot;E-commerce itu hati-hati. Bisa sangat baik, kalau regulasinya mendukung dan bisa menjadi sangat tidak baik kalau regulasinya tidak memberikan back up,&quot; tambahnya.
Maka dari itu, menurut Jokowi aturan tersebut juga menjadi tugas besar birokrasi di Indonesia termasuk ASN.
&quot;Itu mestinya tugas-tugas besar birokrasi kita, ASN kita. Harus diubah orientasinya, tapi memang dimulai dari pusatnya dulu. Sistemnya, peraturannya, regulasinya memang agar orientasinya berubah. Karena kalau tidak, seperti disampaikan oleh Bapak Ketua Umum, kita akan terjebak nantinya pada jebakan negara berpendapatan menegah, middle income trap,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yMy80LzE3MTA3NC81L3g4bzlobXM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti salah satu e-commerce yakni TikTok Shop yang berdampak pada UMKM dan pasar tradisional.
Awalnya, Jokowi men pada G20 India ada beberapa negara khawatir dengan kemajuan teknologi. Salah satunya terkait kemunculan artificial intilegen (AI).

BACA JUGA:
Mulai Hari Ini Masyarakat Bisa Naik Kereta Cepat Gratis, Ini Link Pendaftarannya

&quot;Saya terakhir di G20 di India ada 6 negara menyampaikan dan khawatir sekali dengan yang namanya AI. Sekarang sudah muncul lagi generatif artificial intelligence,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya pada Rakernas Korpri, di kawasan Ancol, Jakarta, Selasa (3/10/2023).
Jokowi menjelaskan yang ditakutkan yakni melesatnya teknologi saat ini, namun belum ada regulasi yang siap untuk digunakan.

BACA JUGA:
Jokowi Temukan Ada PNS Tak Senang Pindah ke IKN

&quot;Apa yang ditakutkan, teknologinya ini sudah melesat maju, regulasinya belum siap, belum ada, sudah kemana-mana,&quot; kata Jokowi.Jokowi pun mengatakan seharusnya regulasi dipersiapkan seiring dengan kemajuan teknologi. Termasuk dalam hal ini pada e-commerce.
&quot;Mestinya teknologinya muncul, regulasinya disiapkan oleh birokrasi kita. Setiap muncul, siapkan. Kalau tidak engga siap, yang kena nanti seperti yang baru saja kejadian TikTok Shop. Bisa mengenai UKM kita, UMKM kita, mengenai pasar-pasar tradisional kita, hati-hati,&quot; kata Jokowi.
&quot;E-commerce itu hati-hati. Bisa sangat baik, kalau regulasinya mendukung dan bisa menjadi sangat tidak baik kalau regulasinya tidak memberikan back up,&quot; tambahnya.
Maka dari itu, menurut Jokowi aturan tersebut juga menjadi tugas besar birokrasi di Indonesia termasuk ASN.
&quot;Itu mestinya tugas-tugas besar birokrasi kita, ASN kita. Harus diubah orientasinya, tapi memang dimulai dari pusatnya dulu. Sistemnya, peraturannya, regulasinya memang agar orientasinya berubah. Karena kalau tidak, seperti disampaikan oleh Bapak Ketua Umum, kita akan terjebak nantinya pada jebakan negara berpendapatan menegah, middle income trap,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
