<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Upaya BI Percepat Digitalisasi Keuangan Daerah</title><description>Tiga upaya Bank Indonesia (BI) mempercepat digitalisasi keuangan daerah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/03/320/2894097/3-upaya-bi-percepat-digitalisasi-keuangan-daerah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/03/320/2894097/3-upaya-bi-percepat-digitalisasi-keuangan-daerah"/><item><title>3 Upaya BI Percepat Digitalisasi Keuangan Daerah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/03/320/2894097/3-upaya-bi-percepat-digitalisasi-keuangan-daerah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/03/320/2894097/3-upaya-bi-percepat-digitalisasi-keuangan-daerah</guid><pubDate>Selasa 03 Oktober 2023 15:00 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/03/320/2894097/3-upaya-bi-percepat-digitalisasi-keuangan-daerah-ffUqk774nq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Upaya BI percepatan digitalisasi keuangan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/03/320/2894097/3-upaya-bi-percepat-digitalisasi-keuangan-daerah-ffUqk774nq.jpg</image><title>Upaya BI percepatan digitalisasi keuangan (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMi8xLzE2OTU0Ni81L3g4bmU2NjA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Tiga upaya Bank Indonesia (BI) mempercepat digitalisasi keuangan daerah. Salah satu hal utama yang mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia adalah pembangunan ekonomi digital dan infrastruktur digital.
Hal ini juga tentunya mencakup digitalisasi transaksi di pemerintah daerah (pemda). Terkait hal itu, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyampaikan tiga peran BI untuk mendukung dan mempercepat digitalisasi keuangan dan ekonomi daerah.

BACA JUGA:
Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75%


&quot;Pertama, BI melakukan digitalisasi di bidang pembayaran, antara lain melalui QRIS yang telah mencapai 37 juta pengguna yang sebagian besar merchantnya adalah UMKM,&quot; ujar Perry dalam Rakornas P2DD &quot;Sinergi Nasional Akselerasi Digitalisasi Daerah untuk Indonesia Maju&quot; di Jakarta, Selasa (3/10/2023).
Dia mengatakan, QRIS telah menyejahterakan rakyat, dan akan semakin lengkap melalui fitur baru tarik tunai, transfer dan setor tunai (TUNTAS), serta QRIS telah tersambung dengan Kartu Kredit Indonesia (KKI). Hal tersebut dinilainya akan mempercepat elektronifikasi Pemda.

BACA JUGA:
Ada Uang Mutilasi, Bank Indonesia: Itu Kriminal 


Kedua, perluasan layanan Kartu Kredit Indonesia, yang tidak terlepas dari peran pengaturan tata kelola dari Kemendagri.
&quot;Untuk mendukungnya, BI terus melakukan mobilisasi dengan perbankan dan Penyedia Jasa Pembayaran. KKI bukan hanya tanpa biaya penggunaan, tetapi memiliki bunga yang sangat terjangkau bagi merchant,&quot; sambung Perry.Ketiga, dengan konsep satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa, BI  melakukan digitalisasi end to end yang mencakup KKI, QRIS dan fast  payment yang akan tersambung dengan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN),  sehingga berbagai kanal pembayaran akan lebih cepat difasilitasi secara  real time.
Di triwulan kedua 2023 ini, digitalisasi di layanan perbankan telah  mencapai Rp14 ribu triliun, sementara transaksi uang elektronik mencapai  Rp111 triliun.
&amp;ldquo;Mari kita terus bersinergi meningkatkan digitalisasi menuju Indonesia Maju&quot;, pungkas Perry.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMi8xLzE2OTU0Ni81L3g4bmU2NjA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Tiga upaya Bank Indonesia (BI) mempercepat digitalisasi keuangan daerah. Salah satu hal utama yang mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia adalah pembangunan ekonomi digital dan infrastruktur digital.
Hal ini juga tentunya mencakup digitalisasi transaksi di pemerintah daerah (pemda). Terkait hal itu, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyampaikan tiga peran BI untuk mendukung dan mempercepat digitalisasi keuangan dan ekonomi daerah.

BACA JUGA:
Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75%


&quot;Pertama, BI melakukan digitalisasi di bidang pembayaran, antara lain melalui QRIS yang telah mencapai 37 juta pengguna yang sebagian besar merchantnya adalah UMKM,&quot; ujar Perry dalam Rakornas P2DD &quot;Sinergi Nasional Akselerasi Digitalisasi Daerah untuk Indonesia Maju&quot; di Jakarta, Selasa (3/10/2023).
Dia mengatakan, QRIS telah menyejahterakan rakyat, dan akan semakin lengkap melalui fitur baru tarik tunai, transfer dan setor tunai (TUNTAS), serta QRIS telah tersambung dengan Kartu Kredit Indonesia (KKI). Hal tersebut dinilainya akan mempercepat elektronifikasi Pemda.

BACA JUGA:
Ada Uang Mutilasi, Bank Indonesia: Itu Kriminal 


Kedua, perluasan layanan Kartu Kredit Indonesia, yang tidak terlepas dari peran pengaturan tata kelola dari Kemendagri.
&quot;Untuk mendukungnya, BI terus melakukan mobilisasi dengan perbankan dan Penyedia Jasa Pembayaran. KKI bukan hanya tanpa biaya penggunaan, tetapi memiliki bunga yang sangat terjangkau bagi merchant,&quot; sambung Perry.Ketiga, dengan konsep satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa, BI  melakukan digitalisasi end to end yang mencakup KKI, QRIS dan fast  payment yang akan tersambung dengan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN),  sehingga berbagai kanal pembayaran akan lebih cepat difasilitasi secara  real time.
Di triwulan kedua 2023 ini, digitalisasi di layanan perbankan telah  mencapai Rp14 ribu triliun, sementara transaksi uang elektronik mencapai  Rp111 triliun.
&amp;ldquo;Mari kita terus bersinergi meningkatkan digitalisasi menuju Indonesia Maju&quot;, pungkas Perry.
</content:encoded></item></channel></rss>
