<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Barang-Barang di E-commerce Murah Banget, Ternyata Buangan dari China</title><description>Teten Masduki mengungkapkan alasan barang-barang yang dijual di di e-commerce berasal bawah harga pokok penjualan (HPP)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/03/320/2894391/barang-barang-di-e-commerce-murah-banget-ternyata-buangan-dari-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/03/320/2894391/barang-barang-di-e-commerce-murah-banget-ternyata-buangan-dari-china"/><item><title>Barang-Barang di E-commerce Murah Banget, Ternyata Buangan dari China</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/03/320/2894391/barang-barang-di-e-commerce-murah-banget-ternyata-buangan-dari-china</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/03/320/2894391/barang-barang-di-e-commerce-murah-banget-ternyata-buangan-dari-china</guid><pubDate>Selasa 03 Oktober 2023 20:39 WIB</pubDate><dc:creator>Nurfathiya Efsya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/03/320/2894391/barang-barang-di-e-commerce-murah-banget-ternyata-buangan-dari-china-oYsgIjtiDI.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Alasan Kenapa Barang Online Murah Banget. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/03/320/2894391/barang-barang-di-e-commerce-murah-banget-ternyata-buangan-dari-china-oYsgIjtiDI.jfif</image><title>Alasan Kenapa Barang Online Murah Banget. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengungkapkan alasan barang-barang yang dijual di di e-commerce berasal bawah harga pokok penjualan (HPP). Barang tersebut bisa impor ilegal dan hasil dumping yang diimpor dari China.
Teten menjelaskan, serbuan produk-produk murah dari China yang dijual di bawah HPP dalam negeri menyebabkan produk lokal dari industri maupun UMKM dalam negeri sulit bersaing.

BACA JUGA:
4 Alasan Media Sosial Harus Dipisah dengan E-commerce

&quot;Kami udah bahas kenapa di platform online itu banyak sekali barang murah yang dijual di bawah HPP, kemungkinan dua hal. Satu, barang tersebut dari negaranya sudah didumping,&quot; kata Teten, dikutip dari Antara, di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/10/2023).
Teten menilai, perekonomian China saat ini sedang melemah, namun di sisi lain produksi manufaktur harus terus berjalan.
Untuk mengeluarkan barang tersebut dari China, Indonesia menjadi negara sasaran barang dumping atau dijual lebih murah dari harga pasaran di China.

BACA JUGA:
Pedagang Dilarang Berjualan di Medsos, Partai Perindo Sarankan Manfaatkan Platform Digital E-commerce&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Selain itu, Teten juga mengindikasi bahwa banyak produk dari China masuk secara ilegal ke Indonesia.
Hal itu terlihat dari data jumlah ekspor barang-barang China ke Indonesia yang lebih besar dari catatan impor barang China yang masuk ke Indonesia.
&quot;Artinya ada yang tidak tercatat di data impor kita. Di data ekspor Chinanya ada, lebih besar, di kita dicatatnya lebih kecil, berarti kan ada yang ilegal,&quot; katanya.Oleh karena itu, Teten mengatakan Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Perdagangan, Menteri Keuangan, Kapolri untuk merumuskan tindakan untuk mencegah masuknya produk impor murah dari China.
Tindakan tersebut bisa berupa revisi kebijakan importasi, maupun penindakan oleh aparat penegak hukum di lapangan.
&quot;Jumat kami disuruh Pak Presiden untuk segera merumuskan tindakan, jadi hampir sama reportnya, Pak Mendag, Menkeu, Kapolri, juga dari kami, dari Pak Menko (Perekonomian) mengindikasi memang banyak barang masuk ke Indonesia tapi tidak dilaporkan,&quot; kata Teten.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengungkapkan alasan barang-barang yang dijual di di e-commerce berasal bawah harga pokok penjualan (HPP). Barang tersebut bisa impor ilegal dan hasil dumping yang diimpor dari China.
Teten menjelaskan, serbuan produk-produk murah dari China yang dijual di bawah HPP dalam negeri menyebabkan produk lokal dari industri maupun UMKM dalam negeri sulit bersaing.

BACA JUGA:
4 Alasan Media Sosial Harus Dipisah dengan E-commerce

&quot;Kami udah bahas kenapa di platform online itu banyak sekali barang murah yang dijual di bawah HPP, kemungkinan dua hal. Satu, barang tersebut dari negaranya sudah didumping,&quot; kata Teten, dikutip dari Antara, di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/10/2023).
Teten menilai, perekonomian China saat ini sedang melemah, namun di sisi lain produksi manufaktur harus terus berjalan.
Untuk mengeluarkan barang tersebut dari China, Indonesia menjadi negara sasaran barang dumping atau dijual lebih murah dari harga pasaran di China.

BACA JUGA:
Pedagang Dilarang Berjualan di Medsos, Partai Perindo Sarankan Manfaatkan Platform Digital E-commerce&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Selain itu, Teten juga mengindikasi bahwa banyak produk dari China masuk secara ilegal ke Indonesia.
Hal itu terlihat dari data jumlah ekspor barang-barang China ke Indonesia yang lebih besar dari catatan impor barang China yang masuk ke Indonesia.
&quot;Artinya ada yang tidak tercatat di data impor kita. Di data ekspor Chinanya ada, lebih besar, di kita dicatatnya lebih kecil, berarti kan ada yang ilegal,&quot; katanya.Oleh karena itu, Teten mengatakan Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Perdagangan, Menteri Keuangan, Kapolri untuk merumuskan tindakan untuk mencegah masuknya produk impor murah dari China.
Tindakan tersebut bisa berupa revisi kebijakan importasi, maupun penindakan oleh aparat penegak hukum di lapangan.
&quot;Jumat kami disuruh Pak Presiden untuk segera merumuskan tindakan, jadi hampir sama reportnya, Pak Mendag, Menkeu, Kapolri, juga dari kami, dari Pak Menko (Perekonomian) mengindikasi memang banyak barang masuk ke Indonesia tapi tidak dilaporkan,&quot; kata Teten.</content:encoded></item></channel></rss>
