<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ke Pasar Induk Cipinang, Erick Thohir: Wasit Saja Ketangkap, Apalagi Penimbun Beras</title><description>Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan peninjauan operasi pasar beras.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/04/320/2894624/ke-pasar-induk-cipinang-erick-thohir-wasit-saja-ketangkap-apalagi-penimbun-beras</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/04/320/2894624/ke-pasar-induk-cipinang-erick-thohir-wasit-saja-ketangkap-apalagi-penimbun-beras"/><item><title>Ke Pasar Induk Cipinang, Erick Thohir: Wasit Saja Ketangkap, Apalagi Penimbun Beras</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/04/320/2894624/ke-pasar-induk-cipinang-erick-thohir-wasit-saja-ketangkap-apalagi-penimbun-beras</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/04/320/2894624/ke-pasar-induk-cipinang-erick-thohir-wasit-saja-ketangkap-apalagi-penimbun-beras</guid><pubDate>Rabu 04 Oktober 2023 11:03 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/04/320/2894624/ke-pasar-induk-cipinang-erick-thohir-wasit-saja-ketangkap-apalagi-penimbun-beras-i7tsNTdZBD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir cek harga beras di pasar. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/04/320/2894624/ke-pasar-induk-cipinang-erick-thohir-wasit-saja-ketangkap-apalagi-penimbun-beras-i7tsNTdZBD.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir cek harga beras di pasar. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yOC80LzE3MTMwNi81L3g4b2RuOXk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan peninjauan operasi pasar beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur.
Erick mengatakan proses stabilisasi pangan dengan operasi pasar berjalan seiringan dengan penegakan hukum.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Turunkan Harga Beras, Partai Perindo Harap Pemerintah Gelar Operasi Pasar dan Tambah Bansos

&quot;Kita libatkan semua, satgas, pemda, masyarakat untuk mulai mendorong supaya harga pangan bisa dijaga,&quot; ujar Erick pada Rabu (4/10/2023).

Erick menekankan kebijakan impor beras harus melihat produksi dalam negeri. Erick menyebut program impor tidak bisa berjalan sendiri dengan mengabaikan produksi dalam negeri. Erick menilai hal ini acapkali menimbulkan area abu-abu yang dimanfaatkan oknum yang ingin mencari keuntungan sesaat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bacaleg Perindo Leader Dermawan Sosialisasikan KTA Berasuransi di Nias Utara

&quot;Jadi saya terus mendorong impor dan produksi harus satu data, tidak boleh beda data, kasian rakyat, kasian petani, kalau 'pemainnya' begitu-begitu saja selalu cari uang cepat, nah ini harus diberantas. Sudah waktunya kita berantas mereka,&quot; ucap Erick.

Erick menyampaikan pemerintah memiliki instrumen melalui satgas pangan yang dapat melakukan tindakan tegas. Erick mengatakan proses stabilisasi pangan dengan operasi pasar berjalan seiringan dengan penegakan hukum.

&quot;Percuma ada satgas, kita sudah mendorong sama-sama. Wasit aja ketangkap, apalagi penimbunan beras,&quot; lanjutnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

4 Fakta Mengerikan El Nino hingga Presiden Jokowi Buka Keran Impor 1 Juta Ton Beras



Erick memastikan stok aman jika melihat ketersediaan beras Perum Bulog sebesar 1,7 juta ton beras untuk Oktober dan 2 juta ton beras pada November. Erick menyampaikan pemerintah telah menggelontorkan bantuan pangan senilai Rp 8 triliun kepada 21,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM).



&quot;Jumlahnya besar, mungkin diperpanjang nanti Desember dan Januari, ini lah solusi yang diberikan, bukan hanya bicara-bicara,&quot; kata Erick.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yOC80LzE3MTMwNi81L3g4b2RuOXk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan peninjauan operasi pasar beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur.
Erick mengatakan proses stabilisasi pangan dengan operasi pasar berjalan seiringan dengan penegakan hukum.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Turunkan Harga Beras, Partai Perindo Harap Pemerintah Gelar Operasi Pasar dan Tambah Bansos

&quot;Kita libatkan semua, satgas, pemda, masyarakat untuk mulai mendorong supaya harga pangan bisa dijaga,&quot; ujar Erick pada Rabu (4/10/2023).

Erick menekankan kebijakan impor beras harus melihat produksi dalam negeri. Erick menyebut program impor tidak bisa berjalan sendiri dengan mengabaikan produksi dalam negeri. Erick menilai hal ini acapkali menimbulkan area abu-abu yang dimanfaatkan oknum yang ingin mencari keuntungan sesaat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bacaleg Perindo Leader Dermawan Sosialisasikan KTA Berasuransi di Nias Utara

&quot;Jadi saya terus mendorong impor dan produksi harus satu data, tidak boleh beda data, kasian rakyat, kasian petani, kalau 'pemainnya' begitu-begitu saja selalu cari uang cepat, nah ini harus diberantas. Sudah waktunya kita berantas mereka,&quot; ucap Erick.

Erick menyampaikan pemerintah memiliki instrumen melalui satgas pangan yang dapat melakukan tindakan tegas. Erick mengatakan proses stabilisasi pangan dengan operasi pasar berjalan seiringan dengan penegakan hukum.

&quot;Percuma ada satgas, kita sudah mendorong sama-sama. Wasit aja ketangkap, apalagi penimbunan beras,&quot; lanjutnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

4 Fakta Mengerikan El Nino hingga Presiden Jokowi Buka Keran Impor 1 Juta Ton Beras



Erick memastikan stok aman jika melihat ketersediaan beras Perum Bulog sebesar 1,7 juta ton beras untuk Oktober dan 2 juta ton beras pada November. Erick menyampaikan pemerintah telah menggelontorkan bantuan pangan senilai Rp 8 triliun kepada 21,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM).



&quot;Jumlahnya besar, mungkin diperpanjang nanti Desember dan Januari, ini lah solusi yang diberikan, bukan hanya bicara-bicara,&quot; kata Erick.</content:encoded></item></channel></rss>
