<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Stafsus Presiden Usul Cara Turunkan Penggunaan Plastik</title><description>Pemerintah menargetkan adanya pengurangan kebocoran sampah di laut sebanyak 70% hingga 2025.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/04/320/2894627/stafsus-presiden-usul-cara-turunkan-penggunaan-plastik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/04/320/2894627/stafsus-presiden-usul-cara-turunkan-penggunaan-plastik"/><item><title>Stafsus Presiden Usul Cara Turunkan Penggunaan Plastik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/04/320/2894627/stafsus-presiden-usul-cara-turunkan-penggunaan-plastik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/04/320/2894627/stafsus-presiden-usul-cara-turunkan-penggunaan-plastik</guid><pubDate>Rabu 04 Oktober 2023 11:06 WIB</pubDate><dc:creator>Fadillah Rafli Anwari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/04/320/2894627/stafsus-presiden-usul-cara-turunkan-penggunaan-plastik-y2duZWbfvD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ppengurangan sampah plastik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/04/320/2894627/stafsus-presiden-usul-cara-turunkan-penggunaan-plastik-y2duZWbfvD.jpg</image><title>Ppengurangan sampah plastik (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wOS8xLzE2NzkyMC81L3g4bWRpdjA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah menargetkan adanya pengurangan kebocoran sampah di laut sebanyak 70% hingga 2025. Hal ini diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 83 tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut.

BACA JUGA:
Kemenko Marves Targetkan 70% Sampah Laut Indonesia Berkurang di 2025


Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono mendorong adanya implementasi plastic credit di Indonesia untuk membantu pencapaian target yang diamanatkan Perpres 83 Tahun 2018.

BACA JUGA:
Daftar Anggota Pandawara Group yang Inisiatif Bersihkan Sampah di Indonesia


&amp;ldquo;Kita sudah banyak insentif di berbagai industri, carbon sudah ada insentifnya. Setelah adanya carbon credit, pasar perlu didorong untuk plastic credit agar produsen yang ada di Indonesia mempunyai insentif untuk menurunkan penggunaan plastik secara signifikan,&quot; ucap Diaz, di Jakarta, Selasa (3/10/2023).
Diaz menilai, jika ekonomi mau berkembang tidak bisa serta merta langsung tidak menggunakan plastik.
Namun, tidak bisa juga menutup mata dan telinga dengan apa yang dilakukan oleh perusahaan yang berinovasi seperti Greenhope.
Diaz menekankan harus ada keseimbangan antara pengurangan penggunaan  plastik konvesional dengan peningkatan penggunaan plastik yang terurai  dengan aman di lingkungan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wOS8xLzE2NzkyMC81L3g4bWRpdjA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah menargetkan adanya pengurangan kebocoran sampah di laut sebanyak 70% hingga 2025. Hal ini diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 83 tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut.

BACA JUGA:
Kemenko Marves Targetkan 70% Sampah Laut Indonesia Berkurang di 2025


Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono mendorong adanya implementasi plastic credit di Indonesia untuk membantu pencapaian target yang diamanatkan Perpres 83 Tahun 2018.

BACA JUGA:
Daftar Anggota Pandawara Group yang Inisiatif Bersihkan Sampah di Indonesia


&amp;ldquo;Kita sudah banyak insentif di berbagai industri, carbon sudah ada insentifnya. Setelah adanya carbon credit, pasar perlu didorong untuk plastic credit agar produsen yang ada di Indonesia mempunyai insentif untuk menurunkan penggunaan plastik secara signifikan,&quot; ucap Diaz, di Jakarta, Selasa (3/10/2023).
Diaz menilai, jika ekonomi mau berkembang tidak bisa serta merta langsung tidak menggunakan plastik.
Namun, tidak bisa juga menutup mata dan telinga dengan apa yang dilakukan oleh perusahaan yang berinovasi seperti Greenhope.
Diaz menekankan harus ada keseimbangan antara pengurangan penggunaan  plastik konvesional dengan peningkatan penggunaan plastik yang terurai  dengan aman di lingkungan.</content:encoded></item></channel></rss>
