<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ingatkan Tak Terlena Barang Impor, Jokowi Singgung Penjajahan Era Modern</title><description>Presiden Jokowi tak ingin bangsa Indonesia terlena dengan barang impor. Dia tidak mau Indonesia terkena penjajahan era modern.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/04/320/2894764/ingatkan-tak-terlena-barang-impor-jokowi-singgung-penjajahan-era-modern</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/04/320/2894764/ingatkan-tak-terlena-barang-impor-jokowi-singgung-penjajahan-era-modern"/><item><title>Ingatkan Tak Terlena Barang Impor, Jokowi Singgung Penjajahan Era Modern</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/04/320/2894764/ingatkan-tak-terlena-barang-impor-jokowi-singgung-penjajahan-era-modern</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/04/320/2894764/ingatkan-tak-terlena-barang-impor-jokowi-singgung-penjajahan-era-modern</guid><pubDate>Rabu 04 Oktober 2023 13:56 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/04/320/2894764/ingatkan-tak-terlena-barang-impor-jokowi-singgung-penjajahan-era-modern-XzdiyzBYX5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi tak ingin RI dijajah era modern (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/04/320/2894764/ingatkan-tak-terlena-barang-impor-jokowi-singgung-penjajahan-era-modern-XzdiyzBYX5.jpg</image><title>Jokowi tak ingin RI dijajah era modern (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNC80LzE3MTY0MC81L3g4b2l0dDI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi tak ingin bangsa Indonesia terlena dengan barang impor. Dia tidak mau Indonesia terkena penjajahan era modern.
Untuk itu, dirinya agar Indonesia bisa menjadi produsen di negaranya sendiri, tidak hanya menjadi konsumen. Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam arahannya pada Peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXIV dan Alumni Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXV Tahun 2023 Lembaga Ketahanan Nasional RI, Istana Negara, Rabu (4/10)/2023.

BACA JUGA:
Bulog Akan Impor 1 Juta Ton Beras China, Erick Thohir: Kalau Produksi Bagus Tak Perlu


&quot;Sekali lagi jangan hanya jadi konsumen tapi kita harus jadi produsen. Artinya kalau kita punya aplikasi yang bisa masuk ke sana dari barang-barang yang kita produksi sendiri. Syukur kita bisa masuk ekspor ke negara-negara. Gak usah jauh-jauh di ASEAN dulu kita kuasai,&quot; kata Jokowi dalam arahannya.
Jokowi meminta kepada pemerintah pusat dan daerah serta masyarakat untuk tidak terlena menggunakan barang-barang impor. Sebab, menurutnya, secara tidak sadar jika dibiarkan maka bangsa Indonesia akan terjajah secara ekonomi.

BACA JUGA:
Kantor Direktorat Impor Digeledah Kejagung, Ini Respons Kemendag


&quot;Jangan sampai kita terlena dalam hitungan bulan, gak mau saya terkena penjajahan era modern, jangan mau kita terkena juga kolonialisme di era modern ini. Kita gak sadar tahu-tahu kita sudah dijajah secara ekonomi,&quot; ungkapnya.
&quot;Mungkin awal-awal harganya masih 5 ribu. Begitu sudah masuk beli ini  sudah ketagihan baru dinaikkan 500 juta mau apa? Sudah enggak bisa  apa-apa kita karena sudah ketergantungan di situ,&quot; tambahnya.
Maka dari itu, Jokowi meminta agar kedaulatan digital negara  Indonesia harus dilindungi secara baik. Menurutnya perlu dipercepat  dalam pengesahan regulasi.
&quot;Oleh sebab itu kita harus lindungi betul kedaulatan digital kita.  harus dilindungi betul. regulasinya ini yang harus mengejar. Bukan kita  yang ngurusi urusan masalah regulasi mbuletnya ke mana-mana, ruwetnya ke  mana-mana, Berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun saja belum jadi.  Teknologinya sudah lari cepat sekali, problem ada di situ,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNC80LzE3MTY0MC81L3g4b2l0dDI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi tak ingin bangsa Indonesia terlena dengan barang impor. Dia tidak mau Indonesia terkena penjajahan era modern.
Untuk itu, dirinya agar Indonesia bisa menjadi produsen di negaranya sendiri, tidak hanya menjadi konsumen. Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam arahannya pada Peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXIV dan Alumni Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXV Tahun 2023 Lembaga Ketahanan Nasional RI, Istana Negara, Rabu (4/10)/2023.

BACA JUGA:
Bulog Akan Impor 1 Juta Ton Beras China, Erick Thohir: Kalau Produksi Bagus Tak Perlu


&quot;Sekali lagi jangan hanya jadi konsumen tapi kita harus jadi produsen. Artinya kalau kita punya aplikasi yang bisa masuk ke sana dari barang-barang yang kita produksi sendiri. Syukur kita bisa masuk ekspor ke negara-negara. Gak usah jauh-jauh di ASEAN dulu kita kuasai,&quot; kata Jokowi dalam arahannya.
Jokowi meminta kepada pemerintah pusat dan daerah serta masyarakat untuk tidak terlena menggunakan barang-barang impor. Sebab, menurutnya, secara tidak sadar jika dibiarkan maka bangsa Indonesia akan terjajah secara ekonomi.

BACA JUGA:
Kantor Direktorat Impor Digeledah Kejagung, Ini Respons Kemendag


&quot;Jangan sampai kita terlena dalam hitungan bulan, gak mau saya terkena penjajahan era modern, jangan mau kita terkena juga kolonialisme di era modern ini. Kita gak sadar tahu-tahu kita sudah dijajah secara ekonomi,&quot; ungkapnya.
&quot;Mungkin awal-awal harganya masih 5 ribu. Begitu sudah masuk beli ini  sudah ketagihan baru dinaikkan 500 juta mau apa? Sudah enggak bisa  apa-apa kita karena sudah ketergantungan di situ,&quot; tambahnya.
Maka dari itu, Jokowi meminta agar kedaulatan digital negara  Indonesia harus dilindungi secara baik. Menurutnya perlu dipercepat  dalam pengesahan regulasi.
&quot;Oleh sebab itu kita harus lindungi betul kedaulatan digital kita.  harus dilindungi betul. regulasinya ini yang harus mengejar. Bukan kita  yang ngurusi urusan masalah regulasi mbuletnya ke mana-mana, ruwetnya ke  mana-mana, Berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun saja belum jadi.  Teknologinya sudah lari cepat sekali, problem ada di situ,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
