<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AdaKami Kenakan Bunga Pinjol Tinggi, Begini Reaksi AFPI</title><description>AFPI) menanggapi ramainya informasi pemberian bunga yang tinggi yang dilakukan AdaKami</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/06/320/2896129/adakami-kenakan-bunga-pinjol-tinggi-begini-reaksi-afpi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/06/320/2896129/adakami-kenakan-bunga-pinjol-tinggi-begini-reaksi-afpi"/><item><title>AdaKami Kenakan Bunga Pinjol Tinggi, Begini Reaksi AFPI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/06/320/2896129/adakami-kenakan-bunga-pinjol-tinggi-begini-reaksi-afpi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/06/320/2896129/adakami-kenakan-bunga-pinjol-tinggi-begini-reaksi-afpi</guid><pubDate>Jum'at 06 Oktober 2023 12:42 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/06/320/2896129/bunga-adakami-disebut-terlalu-tinggi-begini-respon-afpi-Nk3fMUVeu3.png" expression="full" type="image/jpeg">Bunga AdaKami Terlalu Tinggi, Begini Kata AFPI. (Foto: Okezone.com/Nasya)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/06/320/2896129/bunga-adakami-disebut-terlalu-tinggi-begini-respon-afpi-Nk3fMUVeu3.png</image><title>Bunga AdaKami Terlalu Tinggi, Begini Kata AFPI. (Foto: Okezone.com/Nasya)</title></images><description>JAKARTA - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menanggapi ramainya informasi pemberian bunga yang tinggi yang dilakukan AdaKami.
&amp;ldquo;Masalah bunga, dalam aturan kami code of conduct, bunga itu tidak boleh lebih dari 0,4 %, jadi maksimum, bukan minimum ya,&amp;rdquo; Ketua AFPI Bidang Edukasi yakni Entjik S. Djafar, Jumat (6/10/2023).

BACA JUGA:
Ini Hasil Investigasi Dugaan Nasabah AdaKami Bunuh Diri

Entjik menambahkan kalau pemberlakuan bunga ini berhubungan dengan orang yang meminjam cash loan atau dalam jangka waktu maksimum 1 bulan.
&amp;ldquo;Untuk pinjaman-pinjaman cash loan, memang sebagian besar memang 0,4% untuk yang jangka waktu satu bulan, sementara kalau yang di produktif sebenarnya bunga itu banyak disekitar 0,03% per hari sampai dengan 0,06% per hari atau di sekitar 12% sampai dengan 24% per tahun,&amp;rdquo; jelas Entjik.

BACA JUGA:
Update Kasus Nasabah Pinjol Bunuh Diri, AdaKami: Masih Koordinasi dengan Kepolisian

Tidak hanya itu, Entjik menjelaskan mengenai fakta yang terjadi mengenai pemberian bunga, di mana banyak yang memberikan di bawah 0,4%.&amp;ldquo;Tetapi pada prakteknya, itu banyak di bawah 0,4% terutama yang produktif, seperti UMKM salah satunya, itu banyak di 0,3% sampai 0,4%,&amp;rdquo; lanjut Entjik.</description><content:encoded>JAKARTA - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menanggapi ramainya informasi pemberian bunga yang tinggi yang dilakukan AdaKami.
&amp;ldquo;Masalah bunga, dalam aturan kami code of conduct, bunga itu tidak boleh lebih dari 0,4 %, jadi maksimum, bukan minimum ya,&amp;rdquo; Ketua AFPI Bidang Edukasi yakni Entjik S. Djafar, Jumat (6/10/2023).

BACA JUGA:
Ini Hasil Investigasi Dugaan Nasabah AdaKami Bunuh Diri

Entjik menambahkan kalau pemberlakuan bunga ini berhubungan dengan orang yang meminjam cash loan atau dalam jangka waktu maksimum 1 bulan.
&amp;ldquo;Untuk pinjaman-pinjaman cash loan, memang sebagian besar memang 0,4% untuk yang jangka waktu satu bulan, sementara kalau yang di produktif sebenarnya bunga itu banyak disekitar 0,03% per hari sampai dengan 0,06% per hari atau di sekitar 12% sampai dengan 24% per tahun,&amp;rdquo; jelas Entjik.

BACA JUGA:
Update Kasus Nasabah Pinjol Bunuh Diri, AdaKami: Masih Koordinasi dengan Kepolisian

Tidak hanya itu, Entjik menjelaskan mengenai fakta yang terjadi mengenai pemberian bunga, di mana banyak yang memberikan di bawah 0,4%.&amp;ldquo;Tetapi pada prakteknya, itu banyak di bawah 0,4% terutama yang produktif, seperti UMKM salah satunya, itu banyak di 0,3% sampai 0,4%,&amp;rdquo; lanjut Entjik.</content:encoded></item></channel></rss>
