<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos AdaKami: Kasus Bunuh Diri Viral Berdampak ke Perusahaan</title><description>&amp;nbsp;Viralnya kasus bunuh diri nasabah pinjol berdampak pada kinerja AdaKami.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/06/320/2896388/bos-adakami-kasus-bunuh-diri-viral-berdampak-ke-perusahaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/06/320/2896388/bos-adakami-kasus-bunuh-diri-viral-berdampak-ke-perusahaan"/><item><title>Bos AdaKami: Kasus Bunuh Diri Viral Berdampak ke Perusahaan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/06/320/2896388/bos-adakami-kasus-bunuh-diri-viral-berdampak-ke-perusahaan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/06/320/2896388/bos-adakami-kasus-bunuh-diri-viral-berdampak-ke-perusahaan</guid><pubDate>Jum'at 06 Oktober 2023 17:10 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/06/320/2896388/bos-adakami-kasus-bunuh-diri-viral-berdampak-ke-perusahaan-QBPBONKZE5.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kasus bunuh diri nasabah pinjol (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/06/320/2896388/bos-adakami-kasus-bunuh-diri-viral-berdampak-ke-perusahaan-QBPBONKZE5.jpeg</image><title>Kasus bunuh diri nasabah pinjol (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNC82LzE3MTY1My81L3g4b2owbjY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Viralnya kasus bunuh diri nasabah pinjol berdampak pada kinerja AdaKami. Direktur Utama AdaKami Bernardino Moningka Vega Jr mengatakan, kasus bunuh diri akibat diteror oleh debt collector (DC) berdampak terhadap bisnis perusahaannya.

BACA JUGA:
Benarkah Ada Kartel Bunga Pinjol? Begini Jawaban AFPI

Namun pria yang akrab disapa Dino tersebut belum dapat menjelaskan seberapa besar dampak tersebut. Menurutnya pengaruhnya baru akan terlihat di laporan keuangan akhir bulan mendatang.
&quot;Kalau dampak terhadap bisnis tentunya pasti ada, tapi untuk angkanya kan kita belum lihat, mungkin akhir bulan ini baru kita bisa lihat. Tapi yang kita tahu bahwa hal ini tidak positif bagi kami,&quot; kata Dino dalam konferensi pers di Hotel Manhattan, Jakarta, Jumat (6/10/2023).

BACA JUGA:
Bunga Pinjol Tinggi? Siap-Siap Disidang hingga Kena Sanksi

Meskipun pemberitaan viral tersebut hingga kini masih belum dapat dibuktikan, Dino belum berniat untuk mengambil langkah hukum kepada akun media sosial yang pertama kali memberitakan.
&quot;Kalau ada pertanyaan apa yang akan kami lakukan bilamana ini hoax, apakah akan melapor ke penegak hukum? kita belum sampai ke situ,&quot; ucap Dino.
Dia mengaku masih fokus pada investigasi untuk mencari kebenaran dari pemberitaan yang sudah kadung viral.&quot;Jadi kami berfokus kepada investigasi kami belum berpikir apa yang akan dilakukan ke depan kalau misalnya berita itu betul atau tidaknya,&quot; ujarnya.
Sebelumnya viral kabar yang diduga nasabah AdaKami melakukan bunuh diri akibat teror petugas penagih utang. Informasi tersebut pertama kali dibunyikan oleh akun Twitter/X @rakyatvspinjol.
Dalam unggahannya, akun tersebut menerangkan bahwa korban berinisial K, berjenis kelamin pria, sudah berkeluarga memiliki anak berumur tiga tahun dan mengakhiri hidupnya pada Mei 2023.
K disebut meminjam uang di AdaKami sebesar Rp9,4 juta. Namun, jumlah pinjaman tersebut membengkak, di mana dana yang harus dikembalikan korban menjadi hampir Rp19 juta. Besarnya dana yang harus dikembalikan disebut karena kebijakan biaya layanan pada platform AdaKami yang hampir 100% dari dana pinjaman.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNC82LzE3MTY1My81L3g4b2owbjY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Viralnya kasus bunuh diri nasabah pinjol berdampak pada kinerja AdaKami. Direktur Utama AdaKami Bernardino Moningka Vega Jr mengatakan, kasus bunuh diri akibat diteror oleh debt collector (DC) berdampak terhadap bisnis perusahaannya.

BACA JUGA:
Benarkah Ada Kartel Bunga Pinjol? Begini Jawaban AFPI

Namun pria yang akrab disapa Dino tersebut belum dapat menjelaskan seberapa besar dampak tersebut. Menurutnya pengaruhnya baru akan terlihat di laporan keuangan akhir bulan mendatang.
&quot;Kalau dampak terhadap bisnis tentunya pasti ada, tapi untuk angkanya kan kita belum lihat, mungkin akhir bulan ini baru kita bisa lihat. Tapi yang kita tahu bahwa hal ini tidak positif bagi kami,&quot; kata Dino dalam konferensi pers di Hotel Manhattan, Jakarta, Jumat (6/10/2023).

BACA JUGA:
Bunga Pinjol Tinggi? Siap-Siap Disidang hingga Kena Sanksi

Meskipun pemberitaan viral tersebut hingga kini masih belum dapat dibuktikan, Dino belum berniat untuk mengambil langkah hukum kepada akun media sosial yang pertama kali memberitakan.
&quot;Kalau ada pertanyaan apa yang akan kami lakukan bilamana ini hoax, apakah akan melapor ke penegak hukum? kita belum sampai ke situ,&quot; ucap Dino.
Dia mengaku masih fokus pada investigasi untuk mencari kebenaran dari pemberitaan yang sudah kadung viral.&quot;Jadi kami berfokus kepada investigasi kami belum berpikir apa yang akan dilakukan ke depan kalau misalnya berita itu betul atau tidaknya,&quot; ujarnya.
Sebelumnya viral kabar yang diduga nasabah AdaKami melakukan bunuh diri akibat teror petugas penagih utang. Informasi tersebut pertama kali dibunyikan oleh akun Twitter/X @rakyatvspinjol.
Dalam unggahannya, akun tersebut menerangkan bahwa korban berinisial K, berjenis kelamin pria, sudah berkeluarga memiliki anak berumur tiga tahun dan mengakhiri hidupnya pada Mei 2023.
K disebut meminjam uang di AdaKami sebesar Rp9,4 juta. Namun, jumlah pinjaman tersebut membengkak, di mana dana yang harus dikembalikan korban menjadi hampir Rp19 juta. Besarnya dana yang harus dikembalikan disebut karena kebijakan biaya layanan pada platform AdaKami yang hampir 100% dari dana pinjaman.</content:encoded></item></channel></rss>
