<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Panen Raya di Tengah Dampak El Nino, Jokowi: Jadi Cadangan Pasokan Beras</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan panen padi di Desa Ciasem Girang, Ciasem, Subang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/08/320/2897124/panen-raya-di-tengah-dampak-el-nino-jokowi-jadi-cadangan-pasokan-beras</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/08/320/2897124/panen-raya-di-tengah-dampak-el-nino-jokowi-jadi-cadangan-pasokan-beras"/><item><title>Panen Raya di Tengah Dampak El Nino, Jokowi: Jadi Cadangan Pasokan Beras</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/08/320/2897124/panen-raya-di-tengah-dampak-el-nino-jokowi-jadi-cadangan-pasokan-beras</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/08/320/2897124/panen-raya-di-tengah-dampak-el-nino-jokowi-jadi-cadangan-pasokan-beras</guid><pubDate>Minggu 08 Oktober 2023 10:50 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/08/320/2897124/panen-raya-di-tengah-dampak-el-nino-jokowi-jadi-cadangan-pasokan-beras-wmKgxmi8l0.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi gelar panen raya. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/08/320/2897124/panen-raya-di-tengah-dampak-el-nino-jokowi-jadi-cadangan-pasokan-beras-wmKgxmi8l0.JPG</image><title>Presiden Jokowi gelar panen raya. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wMy8xLzE3MTU3My81L3g4b2h0d2w=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;




JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan panen padi di Desa Ciasem Girang, Ciasem, Subang, Jawa Barat, Minggu (8/10/2023) pagi. Jokowi pun mengapresiasi hasil panen yang mencapai 9 ton per hektare (ha).

&amp;ldquo;Ini yang saya senang melihat hasilnya. Saya kira ini satu hektare bisa berapa ton? Bisa sembilan ton karena memang padat (bulir padi) sekali saya lihat,&amp;rdquo; katanya dalam keterangan resmi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Panen Raya di Subang, Jokowi: El Nino Bikin Produksi Turun

Jokowi mengaku panen padi pada Semester kedua tahun ini menurun jika dibandingkan dengan Semester pertama.

&amp;ldquo;Ya ini memang dalam satu tahun di Semester pertama itu memang biasanya panennya tinggi karena panen besar biasanya di bulan-bulan Maret, April yang tinggi. Kemudian di semester kedua turun,&quot; ucapnya.

Pada kesempatan itu, Jokowi mengharapkan agar panen raya kali ini bisa menambah cadangan di Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

NTP Jatim  Naik saat Panen Raya, Gubenur Khofifah Minta Jaga Stabilitas Harga Jelang Lebaran

&amp;ldquo;Dan kita harapkan dari panen-panen inilah pasokan beras bisa menambah cadangan kita,&quot; bebernya.

Meski begitu, Jokowi mengaku bahwa cadangan beras di Indonesia masih kurang. Sehingga, dia mengaku akan menambah cadangan lagi sebanyak 1,5 juta ton hingga akhir tahun.

&amp;ldquo;Tapi, memang masih kurang. Sehingga dari stok yang ada di Bulog saat ini 1,7 juta ton, kita masih menambah lagi, sampai akhir tahun kira-kira 1,5 juta ton,&amp;rdquo; katanya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Panen Raya Rumput Laut, Menteri KKP: Ciptakan Kemandirian Ekonomi


Dia menjelaskan bahwa fenomena El Nino yang membuat cadangan beras harus ditambah. Mengingat, fenomena El Nino berdampak pada hasil panen petani akibat kekeringan yang berkepanjangan.



&amp;ldquo;Problem itu oleh sebab itu kenapa kita tambah 1,5 juta ton cadangan kita karena El Nino apa pun memberikan pengaruh kepada produksi, memberikan pengaruh kepada hasil panen yang ada,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wMy8xLzE3MTU3My81L3g4b2h0d2w=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;




JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan panen padi di Desa Ciasem Girang, Ciasem, Subang, Jawa Barat, Minggu (8/10/2023) pagi. Jokowi pun mengapresiasi hasil panen yang mencapai 9 ton per hektare (ha).

&amp;ldquo;Ini yang saya senang melihat hasilnya. Saya kira ini satu hektare bisa berapa ton? Bisa sembilan ton karena memang padat (bulir padi) sekali saya lihat,&amp;rdquo; katanya dalam keterangan resmi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Panen Raya di Subang, Jokowi: El Nino Bikin Produksi Turun

Jokowi mengaku panen padi pada Semester kedua tahun ini menurun jika dibandingkan dengan Semester pertama.

&amp;ldquo;Ya ini memang dalam satu tahun di Semester pertama itu memang biasanya panennya tinggi karena panen besar biasanya di bulan-bulan Maret, April yang tinggi. Kemudian di semester kedua turun,&quot; ucapnya.

Pada kesempatan itu, Jokowi mengharapkan agar panen raya kali ini bisa menambah cadangan di Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

NTP Jatim  Naik saat Panen Raya, Gubenur Khofifah Minta Jaga Stabilitas Harga Jelang Lebaran

&amp;ldquo;Dan kita harapkan dari panen-panen inilah pasokan beras bisa menambah cadangan kita,&quot; bebernya.

Meski begitu, Jokowi mengaku bahwa cadangan beras di Indonesia masih kurang. Sehingga, dia mengaku akan menambah cadangan lagi sebanyak 1,5 juta ton hingga akhir tahun.

&amp;ldquo;Tapi, memang masih kurang. Sehingga dari stok yang ada di Bulog saat ini 1,7 juta ton, kita masih menambah lagi, sampai akhir tahun kira-kira 1,5 juta ton,&amp;rdquo; katanya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Panen Raya Rumput Laut, Menteri KKP: Ciptakan Kemandirian Ekonomi


Dia menjelaskan bahwa fenomena El Nino yang membuat cadangan beras harus ditambah. Mengingat, fenomena El Nino berdampak pada hasil panen petani akibat kekeringan yang berkepanjangan.



&amp;ldquo;Problem itu oleh sebab itu kenapa kita tambah 1,5 juta ton cadangan kita karena El Nino apa pun memberikan pengaruh kepada produksi, memberikan pengaruh kepada hasil panen yang ada,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
