<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saham Asuransi JMAS Masuk Radar UMA BEI Imbas Naik Tajam</title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat saham PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/09/278/2897498/saham-asuransi-jmas-masuk-radar-uma-bei-imbas-naik-tajam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/09/278/2897498/saham-asuransi-jmas-masuk-radar-uma-bei-imbas-naik-tajam"/><item><title>Saham Asuransi JMAS Masuk Radar UMA BEI Imbas Naik Tajam</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/09/278/2897498/saham-asuransi-jmas-masuk-radar-uma-bei-imbas-naik-tajam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/09/278/2897498/saham-asuransi-jmas-masuk-radar-uma-bei-imbas-naik-tajam</guid><pubDate>Senin 09 Oktober 2023 09:30 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/09/278/2897498/saham-asuransi-jmas-masuk-radar-uma-bei-imbas-naik-tajam-It0Y6kgxcN.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Saham JMAS masuk radar UMA BEI (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/09/278/2897498/saham-asuransi-jmas-masuk-radar-uma-bei-imbas-naik-tajam-It0Y6kgxcN.jpeg</image><title>Saham JMAS masuk radar UMA BEI (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat saham PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS). Saham JMAS masuk dalam radar pantauan akibat adanya peningkatan harga saham yang di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).
Diketahui, JMAS yang merupakan emiten yang bergerak di asuransi jiwa ini menunjukkan gerak saham yang naik secara signifikan, melesat 70,49% pada 5 hari terakhir perdagangan. Adapun, saham JMAS ditutup naik juga pada perdagangan Jumat (6/10/2023) lalu dengan menguat 25,30% di level 104.

BACA JUGA:
Saham Barito Renewables Energy (BREN) Listing di BEI Hari Ini


&quot;Dengan ini kami menginformasikan adanya peningkatan harga saham JMAS yang di luar kebiasaan yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity),&quot; tulis surat yang ditandatangani Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Yulianto Aji Sadono dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Pande Made Kusuma Ari A., Jumat (6/10/2023).

BACA JUGA:
BEI Pecahkan Rekor IPO Tertinggi Sepanjang Sejarah


Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.
Informasi terakhir mengenai JMAS adalah informasi tanggal 5 Oktober 2023 yang dipublikasikan melalui website BEI tentang laporan bulanan registrasi pemegang efek.
&quot;Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham JMAS  tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati  perkembangan pola transaksi saham ini,&quot; tulis direksi bursa.
Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban  Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja  Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali  rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut  belum mendapatkan persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai  kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan  pengambilan keputusan investasi.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat saham PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS). Saham JMAS masuk dalam radar pantauan akibat adanya peningkatan harga saham yang di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).
Diketahui, JMAS yang merupakan emiten yang bergerak di asuransi jiwa ini menunjukkan gerak saham yang naik secara signifikan, melesat 70,49% pada 5 hari terakhir perdagangan. Adapun, saham JMAS ditutup naik juga pada perdagangan Jumat (6/10/2023) lalu dengan menguat 25,30% di level 104.

BACA JUGA:
Saham Barito Renewables Energy (BREN) Listing di BEI Hari Ini


&quot;Dengan ini kami menginformasikan adanya peningkatan harga saham JMAS yang di luar kebiasaan yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity),&quot; tulis surat yang ditandatangani Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Yulianto Aji Sadono dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Pande Made Kusuma Ari A., Jumat (6/10/2023).

BACA JUGA:
BEI Pecahkan Rekor IPO Tertinggi Sepanjang Sejarah


Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.
Informasi terakhir mengenai JMAS adalah informasi tanggal 5 Oktober 2023 yang dipublikasikan melalui website BEI tentang laporan bulanan registrasi pemegang efek.
&quot;Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham JMAS  tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati  perkembangan pola transaksi saham ini,&quot; tulis direksi bursa.
Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban  Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja  Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali  rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut  belum mendapatkan persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai  kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan  pengambilan keputusan investasi.</content:encoded></item></channel></rss>
