<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bursa Saham Israel Anjlok dan Bisnis Tutup Usai Dibombardir Hamas</title><description>Bursa saham dan obligasi Israel anjlok setelah serangan mendadak kelompok bersenjata Hamas dari Gaza.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/09/278/2897513/bursa-saham-israel-anjlok-dan-bisnis-tutup-usai-dibombardir-hamas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/09/278/2897513/bursa-saham-israel-anjlok-dan-bisnis-tutup-usai-dibombardir-hamas"/><item><title>Bursa Saham Israel Anjlok dan Bisnis Tutup Usai Dibombardir Hamas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/09/278/2897513/bursa-saham-israel-anjlok-dan-bisnis-tutup-usai-dibombardir-hamas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/09/278/2897513/bursa-saham-israel-anjlok-dan-bisnis-tutup-usai-dibombardir-hamas</guid><pubDate>Senin 09 Oktober 2023 09:58 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/09/278/2897513/bursa-saham-israel-anjlok-dan-bisnis-tutup-usai-dibombardir-hamas-HqIOMbyIZE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bursa saham Israel anjlok pasca serangan hamas (Foto: MENA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/09/278/2897513/bursa-saham-israel-anjlok-dan-bisnis-tutup-usai-dibombardir-hamas-HqIOMbyIZE.jpg</image><title>Bursa saham Israel anjlok pasca serangan hamas (Foto: MENA)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wOC8xLzE3MTgzNy81L3g4b25zYXo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Bursa saham dan obligasi Israel anjlok setelah serangan mendadak kelompok bersenjata Hamas dari Gaza yang menewaskan ratusan warga Israel. Banyak juga bisnis yang tutup.
Indeks saham utama Tel Aviv, TA-125 dan TA-35, turun hampir 7%, dan saham-saham perbankan turun sebanyak 9% dengan omzet sebesar 2,2 miliar shekel atau sekitar USD573 juta. Harga obligasi pemerintah juga turun sebanyak 3% sebagai respons awal pasar terhadap serangan paling mematikan terhadap Israel dalam beberapa dekade.

BACA JUGA:
Serangan Udara Israel Tewaskan 13 Anggota Keluarga di Gaza, Termasuk 4 Balita


Dilansir VOA, Senin (9/10/2023), di pasar valuta asing kemarin, mata uang Israel shekel sudah berada pada level terendahnya pada tahun ini seiring dengan rencana pemerintah yang sangat kontroversial untuk merombak sistem peradilan.
&amp;ldquo;Putaran kekerasan ini diperkirakan akan lebih berkepanjangan dan parah dibandingkan kekerasan sebelumnya, dan jelas memiliki dampak yang lebih negatif terhadap perekonomian dan anggaran fiskal,&amp;rdquo; kata Jonathan Katz, kepala ekonom di Leader Capital Markets.

BACA JUGA:
Roket Israel Hantam Sekolah Gaza yang Tampung 225 Pengungsi Palestina


&quot;(Mata uang) shekel kemungkinan besar akan melemah tajam besok dan kami melihat kemungkinan besar bahwa suatu saat Bank Israel akan menjual mata uang asing.&quot;
Kelompok Palestina Hamas menggempur kota-kota Israel pada Sabtu (7/10), menewaskan sedikitnya 400 warga Israel, sebelum menculik puluhan sandera dan kembali ke Gaza.
Israel membalas Hamas dengan serangan udara terhadap sasaran Hamas di Gaza.
Militan Gaza juga menembakkan ribuan roket ke Israel, beberapa bahkan  berhasil mencapai hingga Tel Aviv, sehingga mendorong maskapai  penerbangan untuk menunda penerbangan ke dan dari Israel.
Menteri Keuangan Bezalel Smotrich mengatakan dia mengarahkan para  kepala departemen kementerian untuk segera menyediakan anggaran yang  diperlukan untuk membantu mengelola perang.
Bank of Israel mengatakan terlalu dini untuk menilai dampak ekonomi  akibat konflik tersebut. Namun perang selama 50 hari dengan militan  Hamas di Gaza pada 2014 menyebabkan kerugian sebesar 3,5 miliar shekel,  atau 0,3% dari produk domestik bruto. Bank sentral telah memproyeksikan  pertumbuhan sebesar 3% pada 2023 dan 2024.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wOC8xLzE3MTgzNy81L3g4b25zYXo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Bursa saham dan obligasi Israel anjlok setelah serangan mendadak kelompok bersenjata Hamas dari Gaza yang menewaskan ratusan warga Israel. Banyak juga bisnis yang tutup.
Indeks saham utama Tel Aviv, TA-125 dan TA-35, turun hampir 7%, dan saham-saham perbankan turun sebanyak 9% dengan omzet sebesar 2,2 miliar shekel atau sekitar USD573 juta. Harga obligasi pemerintah juga turun sebanyak 3% sebagai respons awal pasar terhadap serangan paling mematikan terhadap Israel dalam beberapa dekade.

BACA JUGA:
Serangan Udara Israel Tewaskan 13 Anggota Keluarga di Gaza, Termasuk 4 Balita


Dilansir VOA, Senin (9/10/2023), di pasar valuta asing kemarin, mata uang Israel shekel sudah berada pada level terendahnya pada tahun ini seiring dengan rencana pemerintah yang sangat kontroversial untuk merombak sistem peradilan.
&amp;ldquo;Putaran kekerasan ini diperkirakan akan lebih berkepanjangan dan parah dibandingkan kekerasan sebelumnya, dan jelas memiliki dampak yang lebih negatif terhadap perekonomian dan anggaran fiskal,&amp;rdquo; kata Jonathan Katz, kepala ekonom di Leader Capital Markets.

BACA JUGA:
Roket Israel Hantam Sekolah Gaza yang Tampung 225 Pengungsi Palestina


&quot;(Mata uang) shekel kemungkinan besar akan melemah tajam besok dan kami melihat kemungkinan besar bahwa suatu saat Bank Israel akan menjual mata uang asing.&quot;
Kelompok Palestina Hamas menggempur kota-kota Israel pada Sabtu (7/10), menewaskan sedikitnya 400 warga Israel, sebelum menculik puluhan sandera dan kembali ke Gaza.
Israel membalas Hamas dengan serangan udara terhadap sasaran Hamas di Gaza.
Militan Gaza juga menembakkan ribuan roket ke Israel, beberapa bahkan  berhasil mencapai hingga Tel Aviv, sehingga mendorong maskapai  penerbangan untuk menunda penerbangan ke dan dari Israel.
Menteri Keuangan Bezalel Smotrich mengatakan dia mengarahkan para  kepala departemen kementerian untuk segera menyediakan anggaran yang  diperlukan untuk membantu mengelola perang.
Bank of Israel mengatakan terlalu dini untuk menilai dampak ekonomi  akibat konflik tersebut. Namun perang selama 50 hari dengan militan  Hamas di Gaza pada 2014 menyebabkan kerugian sebesar 3,5 miliar shekel,  atau 0,3% dari produk domestik bruto. Bank sentral telah memproyeksikan  pertumbuhan sebesar 3% pada 2023 dan 2024.</content:encoded></item></channel></rss>
