<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Krisis Global, Dominasi Investor Domestik di Pasar Obligasi Jadi Angin Segar</title><description>Pasar obligasi Indonesia masih bertahan di zona positif</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/09/320/2897602/krisis-global-dominasi-investor-domestik-di-pasar-obligasi-jadi-angin-segar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/09/320/2897602/krisis-global-dominasi-investor-domestik-di-pasar-obligasi-jadi-angin-segar"/><item><title>Krisis Global, Dominasi Investor Domestik di Pasar Obligasi Jadi Angin Segar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/09/320/2897602/krisis-global-dominasi-investor-domestik-di-pasar-obligasi-jadi-angin-segar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/09/320/2897602/krisis-global-dominasi-investor-domestik-di-pasar-obligasi-jadi-angin-segar</guid><pubDate>Senin 09 Oktober 2023 12:04 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/09/320/2897602/krisis-global-dominasi-investor-domestik-di-pasar-obligasi-jadi-angin-segar-58wnPbhSrz.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Investor jadi angin segar pasar obligasi RI. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/09/320/2897602/krisis-global-dominasi-investor-domestik-di-pasar-obligasi-jadi-angin-segar-58wnPbhSrz.JPG</image><title>Investor jadi angin segar pasar obligasi RI. (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yMi80LzE0OTU1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pasar obligasi Indonesia masih bertahan di zona positif meski berada di tengah ketidakpastian dan outflow asing dalam 2 bulan belakangan ini (Agustus-September 2023).

&quot;Secara year-to-date (ytd), masih mencatatkan positive return. Ini kalau saya lihat memang ada pengaruh dari meningkatnya porsi domestik untuk di SBN,&quot; ujar Kepala Departemen Riset Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), Roby Rushandie dalam IDX Channel Market Review di Jakarta, Senin (9/10/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Harga Emas Dunia Turun Kena Imbal Hasil Obligasi Pemerintah

Sehingga, kalau dibandingkan masa ini dengan masa sebelum pandemi Covid-19, di mana sebelum pandemi sangat sensitif dengan outflow asing, sekarang masih bisa lebih terjaga dari volatilitas karena pengaruh dari investor domestik yang masih berlanjut mengakumulasi SBN.

&quot;Investor domestik, khususnya lembaga keuangan non bank menjadi investor domestik terbesar seperti asuransi dan dana pensiun. Kemudian, juga ada kenaikan yang cukup baik dari sisi investor retail,&quot; sambung Roby.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tips MotionTrade, Apa Itu Rating Obligasi dan Fungsinya?

Dia mengatakan, pemerintah saat ini juga sedang gencar menerbitkan instrumen obligasi retail untuk mendiversifikasi basis investor domestik.

Dengan investor lembaga keuangan non bank yang meningkat, ditambah dengan retail yang meningkat, bisa dikatakan bahwa ini membantu menahan pasar obligasi RI dari volatilitas yang cukup tinggi.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tips MotionTrade, Apa Itu Rating Obligasi dan Fungsinya?


&quot;Terlebih, saat ini yield US Treasury hampir menyamai yield S&amp;amp;P 500. Namun, dengan tekanan jual yang tinggi ini berarti harganya akan turun, artinya US Treasury akan sangat ter-discount dari sisi harga sehingga ini akan menjadi peluang capital gain yang menarik ketika harganya lagi rendah,&quot; ungkap Roby.



Di tambah lagi, ekspektasinya mungkin di akhir tahun 2024, ada kemungkinan bagi The Federal Reserve (The Fed) untuk menurunkan suku bunga acuan, sehingga dengan US Treasury yang harganya turun, bisa menjadi daya tarik bagi investor global untuk masuk sekarang, antisipasi The Fed menurunkan suku bunga.



&quot;Karena begitu The Fed menurunkan suku bunga, harga dari US Treasury akan naik kembali,&quot; pungkas Roby.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yMi80LzE0OTU1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pasar obligasi Indonesia masih bertahan di zona positif meski berada di tengah ketidakpastian dan outflow asing dalam 2 bulan belakangan ini (Agustus-September 2023).

&quot;Secara year-to-date (ytd), masih mencatatkan positive return. Ini kalau saya lihat memang ada pengaruh dari meningkatnya porsi domestik untuk di SBN,&quot; ujar Kepala Departemen Riset Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), Roby Rushandie dalam IDX Channel Market Review di Jakarta, Senin (9/10/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Harga Emas Dunia Turun Kena Imbal Hasil Obligasi Pemerintah

Sehingga, kalau dibandingkan masa ini dengan masa sebelum pandemi Covid-19, di mana sebelum pandemi sangat sensitif dengan outflow asing, sekarang masih bisa lebih terjaga dari volatilitas karena pengaruh dari investor domestik yang masih berlanjut mengakumulasi SBN.

&quot;Investor domestik, khususnya lembaga keuangan non bank menjadi investor domestik terbesar seperti asuransi dan dana pensiun. Kemudian, juga ada kenaikan yang cukup baik dari sisi investor retail,&quot; sambung Roby.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tips MotionTrade, Apa Itu Rating Obligasi dan Fungsinya?

Dia mengatakan, pemerintah saat ini juga sedang gencar menerbitkan instrumen obligasi retail untuk mendiversifikasi basis investor domestik.

Dengan investor lembaga keuangan non bank yang meningkat, ditambah dengan retail yang meningkat, bisa dikatakan bahwa ini membantu menahan pasar obligasi RI dari volatilitas yang cukup tinggi.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tips MotionTrade, Apa Itu Rating Obligasi dan Fungsinya?


&quot;Terlebih, saat ini yield US Treasury hampir menyamai yield S&amp;amp;P 500. Namun, dengan tekanan jual yang tinggi ini berarti harganya akan turun, artinya US Treasury akan sangat ter-discount dari sisi harga sehingga ini akan menjadi peluang capital gain yang menarik ketika harganya lagi rendah,&quot; ungkap Roby.



Di tambah lagi, ekspektasinya mungkin di akhir tahun 2024, ada kemungkinan bagi The Federal Reserve (The Fed) untuk menurunkan suku bunga acuan, sehingga dengan US Treasury yang harganya turun, bisa menjadi daya tarik bagi investor global untuk masuk sekarang, antisipasi The Fed menurunkan suku bunga.



&quot;Karena begitu The Fed menurunkan suku bunga, harga dari US Treasury akan naik kembali,&quot; pungkas Roby.</content:encoded></item></channel></rss>
