<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dilunasi dari Penjualan Tiket</title><description>Pinjaman untuk Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau Whoosh menjadi utang PT KAI (Persero) dan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/09/320/2897869/utang-kereta-cepat-jakarta-bandung-dilunasi-dari-penjualan-tiket</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/09/320/2897869/utang-kereta-cepat-jakarta-bandung-dilunasi-dari-penjualan-tiket"/><item><title>Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dilunasi dari Penjualan Tiket</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/09/320/2897869/utang-kereta-cepat-jakarta-bandung-dilunasi-dari-penjualan-tiket</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/09/320/2897869/utang-kereta-cepat-jakarta-bandung-dilunasi-dari-penjualan-tiket</guid><pubDate>Senin 09 Oktober 2023 16:45 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/09/320/2897869/utang-kereta-cepat-jakarta-bandung-dilunasi-dari-penjualan-tiket-J5DnngfWY9.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Soal utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/09/320/2897869/utang-kereta-cepat-jakarta-bandung-dilunasi-dari-penjualan-tiket-J5DnngfWY9.JPG</image><title>Soal utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNS8xLzE3MTY5OS81L3g4b2pxZWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;



JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan pinjaman untuk Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau Whoosh menjadi utang PT KAI (Persero) dan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Utang tersebut berasal pendanaan China Development Bank (CDB) sebesar USD550 juta atau setara Rp8,3 triliun. Hanya saja, anggaran itu belum difinalisasi Indonesia dan CDB lantaran belum ada kesepakatan soal suku bunga pinjaman.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pendaftaran Naik Kereta Cepat Whoosh Gratis Masih Dibuka

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko mengatakan, utang Whoosh tidak dilunasi dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), melainkan melalui kas KAI dan hasil penjualan tiket kereta cepat.

&quot;Saya mau tekankan sumber pembayarannya tiket juga, jadi bukan ditanggung rakyat Indonesia. Kan KAI juga itu kan perusahaan sehat, jadi bukan utang itu ditanggung masyarakat Indonesia, ada korporasi dan ada penjualan tiket, jadi itu narasi yang salah,&quot; ujar Tiko saat ditemui wartawan, Jakarta, Senin (9/10/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

6 Fakta Kereta Cepat Whoosh Diresmikan, Intip Harga Tiketnya

Meski China Development Bank belum menggelontorkan pendanaannya, Tiko menyebut kalkulasi atau hitung-hitungan dari hasil penjualan tiket kereta cepat tengah dilakukan KCIC dan KAI.

Adapun harga tiket Whoosh diperkirakan mencapai Rp250.000 per orang. Kendati begitu, tarif tersebut belum difinalisasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pendaftaran Naik Kereta Cepat Whoosh Gratis Masih Dibuka



&quot;Kita lagi hitung berapa pendapatan dari tiket dan sebagainya, kita juga lagi negosiasi terkait operation maintenance, jadi ini under KCIC dengan KAI, jadi sumber pembayaran dari tiket dan keuangan KAI,&quot; ucap dia.



Tiko juga mengungkapkan pihaknya dan KCIC akan kembali bertolak ke negara komunis untuk membicarakan pinjaman dan suku bunganya. Proses negosiasi ini perlu dilakukan karena CDB mematok bunga utang di kisaran 3-3,5%.



Sejak awal 2022 lalu, pemerintah sudah mengajukan utang sebesar Rp8,3 triliun untuk menambal anggaran KCJB akibat cost overrun alias pembengkakan biaya. Total cost overrun KCJB menyentuh angka Rp18,2 triliun.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNS8xLzE3MTY5OS81L3g4b2pxZWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;



JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan pinjaman untuk Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau Whoosh menjadi utang PT KAI (Persero) dan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Utang tersebut berasal pendanaan China Development Bank (CDB) sebesar USD550 juta atau setara Rp8,3 triliun. Hanya saja, anggaran itu belum difinalisasi Indonesia dan CDB lantaran belum ada kesepakatan soal suku bunga pinjaman.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pendaftaran Naik Kereta Cepat Whoosh Gratis Masih Dibuka

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko mengatakan, utang Whoosh tidak dilunasi dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), melainkan melalui kas KAI dan hasil penjualan tiket kereta cepat.

&quot;Saya mau tekankan sumber pembayarannya tiket juga, jadi bukan ditanggung rakyat Indonesia. Kan KAI juga itu kan perusahaan sehat, jadi bukan utang itu ditanggung masyarakat Indonesia, ada korporasi dan ada penjualan tiket, jadi itu narasi yang salah,&quot; ujar Tiko saat ditemui wartawan, Jakarta, Senin (9/10/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

6 Fakta Kereta Cepat Whoosh Diresmikan, Intip Harga Tiketnya

Meski China Development Bank belum menggelontorkan pendanaannya, Tiko menyebut kalkulasi atau hitung-hitungan dari hasil penjualan tiket kereta cepat tengah dilakukan KCIC dan KAI.

Adapun harga tiket Whoosh diperkirakan mencapai Rp250.000 per orang. Kendati begitu, tarif tersebut belum difinalisasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pendaftaran Naik Kereta Cepat Whoosh Gratis Masih Dibuka



&quot;Kita lagi hitung berapa pendapatan dari tiket dan sebagainya, kita juga lagi negosiasi terkait operation maintenance, jadi ini under KCIC dengan KAI, jadi sumber pembayaran dari tiket dan keuangan KAI,&quot; ucap dia.



Tiko juga mengungkapkan pihaknya dan KCIC akan kembali bertolak ke negara komunis untuk membicarakan pinjaman dan suku bunganya. Proses negosiasi ini perlu dilakukan karena CDB mematok bunga utang di kisaran 3-3,5%.



Sejak awal 2022 lalu, pemerintah sudah mengajukan utang sebesar Rp8,3 triliun untuk menambal anggaran KCJB akibat cost overrun alias pembengkakan biaya. Total cost overrun KCJB menyentuh angka Rp18,2 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
