<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi China Melambat, Jokowi Ambil Ancang-Ancang</title><description>Pertumbuhan ekonomi China mengalami perlambatan (slowing down).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/11/320/2899035/ekonomi-china-melambat-jokowi-ambil-ancang-ancang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/11/320/2899035/ekonomi-china-melambat-jokowi-ambil-ancang-ancang"/><item><title>Ekonomi China Melambat, Jokowi Ambil Ancang-Ancang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/11/320/2899035/ekonomi-china-melambat-jokowi-ambil-ancang-ancang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/11/320/2899035/ekonomi-china-melambat-jokowi-ambil-ancang-ancang</guid><pubDate>Rabu 11 Oktober 2023 12:03 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/11/320/2899035/ekonomi-china-melambat-jokowi-ambil-ancang-ancang-R7K8e3rZ1k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi wanti-wanti perlambatan ekonomi china (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/11/320/2899035/ekonomi-china-melambat-jokowi-ambil-ancang-ancang-R7K8e3rZ1k.jpg</image><title>Jokowi wanti-wanti perlambatan ekonomi china (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA &amp;ndash; Pertumbuhan ekonomi China mengalami perlambatan (slowing down). Bahkan tingkat permintaan (demand) di kawasan tersebut juga menurun drastis.
Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak kepada ekonomi domestik di Tanah Air. Pasalnya, China menjadi salah satu mitra dagang terbesar Indonesia.

BACA JUGA:
Ekonomi China Melambat Jadi Sentimen IHSG Pekan Ini

Dalam neraca perdagangan, nilai ekspor-impor Indonesia dan China mencapai USD130 miliar atau setara Rp2.039 triliun.
Mengutip pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, perlambatan pertumbuhan ekonomi China berpotensi menggerus pertumbuhan ekonomi di dalam negeri. Sehingga harus diantisipasi dampaknya.

BACA JUGA:
Harga Minyak Brent dan WTI Tertekan Pertumbuhan Ekonomi China

&quot;Ekonomi China slowing down dan domestik demand di China juga menurun, nah ini penting untuk diperhatikan bahwa China adalah salah satu trading partner terbesar Indonesia,&quot; ujar Airlangga, dalam gelaran 'Navigating Indonesia's Path: Insight for Today, Visions for Tomorrow', Rabu (11/10/223).
&quot;Di mana Indonesia dengan China sekitar USD130 billion dan tentu efeknya ada, tapi kita juga harus mengantisipasi situasi ketidakpastian ini,&quot; ucapnya.Tak hanya China, situasi geopolitik di belahan negara lain juga harus  dikaji dampaknya bagi Indonesia. Airlangga mengatakan, peperangan  Rusia-Ukraina dan Hamas-Israel juga patut diantisipasi.
Langkah strategis harus diambil, lantaran geopolitik global yang kian  memanas diperparah oleh krisis pangan yang terjadi saat ini, hal itu  membuat beberapa negara menerbitkan larangan ekspor pangan. Salah  satunya, India yang membatasi ekspor beras.
&quot;Kemudian kita mendapatkan juga krisis pangan, di mana India melarang  ekspor beras, India adalah eksportir terbesar beras hampir 20 juta  (ton). Di sebelahnya West Africa biasanya impor 17 juta beras, sehingga  tentu pangan menjadi sektor yang sangat penting untuk dunia,&quot; tutur dia.
Dari kondisi tersebut, lanjut Airlangga, International Monetary Fund  (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2024 terkontraksi. Di  mana, lembaga keuangan dunia itu merevisi pertumbuhan ekonomi global  tahun depan dari 3% menjadi 2,9%.
&quot;IMF baru saja merilis economic outlook dan di tahun 2024 direvisi ke  bawah, dimana IMF menilai pertumbuhan ekonomi di 2024 dari 3% turun ke  2,9%. Kemudian, inflasi dan likuiditas menjadi isu yang harus segera  diselesaikan,&quot; bebernya.</description><content:encoded>


JAKARTA &amp;ndash; Pertumbuhan ekonomi China mengalami perlambatan (slowing down). Bahkan tingkat permintaan (demand) di kawasan tersebut juga menurun drastis.
Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak kepada ekonomi domestik di Tanah Air. Pasalnya, China menjadi salah satu mitra dagang terbesar Indonesia.

BACA JUGA:
Ekonomi China Melambat Jadi Sentimen IHSG Pekan Ini

Dalam neraca perdagangan, nilai ekspor-impor Indonesia dan China mencapai USD130 miliar atau setara Rp2.039 triliun.
Mengutip pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, perlambatan pertumbuhan ekonomi China berpotensi menggerus pertumbuhan ekonomi di dalam negeri. Sehingga harus diantisipasi dampaknya.

BACA JUGA:
Harga Minyak Brent dan WTI Tertekan Pertumbuhan Ekonomi China

&quot;Ekonomi China slowing down dan domestik demand di China juga menurun, nah ini penting untuk diperhatikan bahwa China adalah salah satu trading partner terbesar Indonesia,&quot; ujar Airlangga, dalam gelaran 'Navigating Indonesia's Path: Insight for Today, Visions for Tomorrow', Rabu (11/10/223).
&quot;Di mana Indonesia dengan China sekitar USD130 billion dan tentu efeknya ada, tapi kita juga harus mengantisipasi situasi ketidakpastian ini,&quot; ucapnya.Tak hanya China, situasi geopolitik di belahan negara lain juga harus  dikaji dampaknya bagi Indonesia. Airlangga mengatakan, peperangan  Rusia-Ukraina dan Hamas-Israel juga patut diantisipasi.
Langkah strategis harus diambil, lantaran geopolitik global yang kian  memanas diperparah oleh krisis pangan yang terjadi saat ini, hal itu  membuat beberapa negara menerbitkan larangan ekspor pangan. Salah  satunya, India yang membatasi ekspor beras.
&quot;Kemudian kita mendapatkan juga krisis pangan, di mana India melarang  ekspor beras, India adalah eksportir terbesar beras hampir 20 juta  (ton). Di sebelahnya West Africa biasanya impor 17 juta beras, sehingga  tentu pangan menjadi sektor yang sangat penting untuk dunia,&quot; tutur dia.
Dari kondisi tersebut, lanjut Airlangga, International Monetary Fund  (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2024 terkontraksi. Di  mana, lembaga keuangan dunia itu merevisi pertumbuhan ekonomi global  tahun depan dari 3% menjadi 2,9%.
&quot;IMF baru saja merilis economic outlook dan di tahun 2024 direvisi ke  bawah, dimana IMF menilai pertumbuhan ekonomi di 2024 dari 3% turun ke  2,9%. Kemudian, inflasi dan likuiditas menjadi isu yang harus segera  diselesaikan,&quot; bebernya.</content:encoded></item></channel></rss>
