<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Hanya Migas, Ini Bukti RI Punya Harta Karun Pertambangan</title><description>Terungkap harta karun Indonesia ternyata tak hanya migas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/11/320/2899040/tak-hanya-migas-ini-bukti-ri-punya-harta-karun-pertambangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/11/320/2899040/tak-hanya-migas-ini-bukti-ri-punya-harta-karun-pertambangan"/><item><title>Tak Hanya Migas, Ini Bukti RI Punya Harta Karun Pertambangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/11/320/2899040/tak-hanya-migas-ini-bukti-ri-punya-harta-karun-pertambangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/11/320/2899040/tak-hanya-migas-ini-bukti-ri-punya-harta-karun-pertambangan</guid><pubDate>Rabu 11 Oktober 2023 12:14 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/11/320/2899040/tak-hanya-migas-ini-bukti-ri-punya-harta-karun-pertambangan-GetappoV75.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Harta karun RI selain migas (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/11/320/2899040/tak-hanya-migas-ini-bukti-ri-punya-harta-karun-pertambangan-GetappoV75.jpeg</image><title>Harta karun RI selain migas (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA &amp;ndash; Terungkap harta karun Indonesia ternyata tak hanya migas. Menteri ESDM Arifin Tasrif menyampaikan Indonesia memiliki potensi mineral dan batubara (minerba) yang sangat besar dan berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi, serta kemandirian dan ketahanan industri nasional.
Pemerintah saat ini, lanjut Arifin, tengah memprioritaskan beberapa kebijakan minerba, di antaranya peningkatan eksplorasi sumber daya cadangan minerba, termasuk potensi logam tanah jarang dan mineral kritis. Selain itu, reklamasi dan pascatambang, kepastian berusaha dan kemudahan investasi, peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dan peningkatan nilai tambah dengan memperhatikan aspek lingkungan.

BACA JUGA:
Era Transisi Energi, Ternyata Migas Jadi Industri Tertua di Indonesia

&quot;Peningkatan nilai tambah mineral memiliki peranan yang penting dalam mendukung transisi energi di Indonesia antara lain digunakan sebagai bahan baku pembangkit solar, angin dan nuklir; kabel transmisi dan distribusi; serta baterai untuk kendaraan listrik dan pembangkit listrik EBT,&quot; imbuh Arifin mewakili Presiden Indonesia Joko Widodo pada Indonesia Mining Summit di Bali,  seperti dikutip, Rabu (11/10/2023).
Arifin juga menyampaikan strategi hilirisasi yang tengah didorong oleh Pemerintah. Di antaranya adalah melalui upaya percepatan pengintegrasian supply chain antara tambang dan smelter.

BACA JUGA:
Eksplorasi  Wilayah Kerja Hulu Migas Harus Ramah Lingkungan

&quot;Kemudian pengintegrasian industri pengguna bahan olahan mineral dan pengembangan industri lanjutan, dan aplikatif dari hasil pengolahan atau pemurnian mineral. Beberapa komoditas utama yang menjadi prioritas untuk dikembangkan antara lain Nikel, Alumunium, Tembaga, Timah, Besi, dan Emas-Perak,&quot; lanjut Arifin.
Pada kesempatan itu, Arifin juga mengatakan bahwa pertambangan juga akan diminta untuk menghasilkan produk yang low atau no emission.
&quot;Sementara kita masih bergantung pada fosil, terutama batubara. Harus jadi pemikiran bagaimana secara bertahap kita bisa mengalihkan dari heavy emission ke low emission sampai akhirnya zero emission,&quot; tuturnya.Kemudian, pada kegiatan pertambangan minerba, lanjut Arifin, perlu  memperhatikan prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG). Di  mana prinsip environmental dilaksanakan melalui pengelolaan dan  pemantauan lingkungan; reklamasi pasca tambang; transformasi lahan bekas  tambang menjadi sumber energi lain (PLTS, bioenergi) dan mendorong  pemanfaatan energi terbarukan dalam kegiatan produksi pertambangan.
&quot;Selanjutnya, prinsip sosial dilaksanakan melalui program  Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat, memprioritaskan perusahaan  jasa pertambangan lokal, kontraktor lokal dan tenaga kerja lokal.  Prinsip governance dilakukan melalui pengaturan pemegang IUP,  kepemilikan saham dan struktur organisasi,&quot; tuturnya.
Selain itu, Pemerintah juga terus melakukan perbaikan kegiatan bisnis  pertambangan minerba yang dilaksanakan melalui tata kelola pertambangan  nasional, keberpihakan pada kepentingan nasional, kepastian hukum dan  kemudahan berinvestasi, pengelolaan lingkungan hidup, serta penegakan  hukum.
&quot;Dengan besarnya potensi mineral dan batubara, dan tersedianya  peluang pasar yang terbuka luas, serta kepastian kebijakan dan regulasi,  Pemerintah mendorong para pelaku usaha untuk dapat berinvestasi pada  hilirisasi mineral dan batubara,&quot; ujar Arifin.
Sementara Ketua Umum Indonesia Mining Association (IMA) Rachmat  Makkasau menyampaikan bahwa saat ini sudah 27 smelter baru beroperasi.  Pada periode 2024-2025, smelter tambang akan beroperasi maksimal.
&quot;Program pemerintah di bidang hilirisasi pertambangan sudah berjalan  baik dengan smelter-smelter yang dibangun. Tugas kita, pemerintah, dan  industri, ke depan adalah melihat bagaimana bahan baku dan cadangan yang  disiapkan untuk industrialisasi ini bisa dikelola dengan baik,&quot; ujar  Rachmat.</description><content:encoded>


JAKARTA &amp;ndash; Terungkap harta karun Indonesia ternyata tak hanya migas. Menteri ESDM Arifin Tasrif menyampaikan Indonesia memiliki potensi mineral dan batubara (minerba) yang sangat besar dan berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi, serta kemandirian dan ketahanan industri nasional.
Pemerintah saat ini, lanjut Arifin, tengah memprioritaskan beberapa kebijakan minerba, di antaranya peningkatan eksplorasi sumber daya cadangan minerba, termasuk potensi logam tanah jarang dan mineral kritis. Selain itu, reklamasi dan pascatambang, kepastian berusaha dan kemudahan investasi, peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dan peningkatan nilai tambah dengan memperhatikan aspek lingkungan.

BACA JUGA:
Era Transisi Energi, Ternyata Migas Jadi Industri Tertua di Indonesia

&quot;Peningkatan nilai tambah mineral memiliki peranan yang penting dalam mendukung transisi energi di Indonesia antara lain digunakan sebagai bahan baku pembangkit solar, angin dan nuklir; kabel transmisi dan distribusi; serta baterai untuk kendaraan listrik dan pembangkit listrik EBT,&quot; imbuh Arifin mewakili Presiden Indonesia Joko Widodo pada Indonesia Mining Summit di Bali,  seperti dikutip, Rabu (11/10/2023).
Arifin juga menyampaikan strategi hilirisasi yang tengah didorong oleh Pemerintah. Di antaranya adalah melalui upaya percepatan pengintegrasian supply chain antara tambang dan smelter.

BACA JUGA:
Eksplorasi  Wilayah Kerja Hulu Migas Harus Ramah Lingkungan

&quot;Kemudian pengintegrasian industri pengguna bahan olahan mineral dan pengembangan industri lanjutan, dan aplikatif dari hasil pengolahan atau pemurnian mineral. Beberapa komoditas utama yang menjadi prioritas untuk dikembangkan antara lain Nikel, Alumunium, Tembaga, Timah, Besi, dan Emas-Perak,&quot; lanjut Arifin.
Pada kesempatan itu, Arifin juga mengatakan bahwa pertambangan juga akan diminta untuk menghasilkan produk yang low atau no emission.
&quot;Sementara kita masih bergantung pada fosil, terutama batubara. Harus jadi pemikiran bagaimana secara bertahap kita bisa mengalihkan dari heavy emission ke low emission sampai akhirnya zero emission,&quot; tuturnya.Kemudian, pada kegiatan pertambangan minerba, lanjut Arifin, perlu  memperhatikan prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG). Di  mana prinsip environmental dilaksanakan melalui pengelolaan dan  pemantauan lingkungan; reklamasi pasca tambang; transformasi lahan bekas  tambang menjadi sumber energi lain (PLTS, bioenergi) dan mendorong  pemanfaatan energi terbarukan dalam kegiatan produksi pertambangan.
&quot;Selanjutnya, prinsip sosial dilaksanakan melalui program  Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat, memprioritaskan perusahaan  jasa pertambangan lokal, kontraktor lokal dan tenaga kerja lokal.  Prinsip governance dilakukan melalui pengaturan pemegang IUP,  kepemilikan saham dan struktur organisasi,&quot; tuturnya.
Selain itu, Pemerintah juga terus melakukan perbaikan kegiatan bisnis  pertambangan minerba yang dilaksanakan melalui tata kelola pertambangan  nasional, keberpihakan pada kepentingan nasional, kepastian hukum dan  kemudahan berinvestasi, pengelolaan lingkungan hidup, serta penegakan  hukum.
&quot;Dengan besarnya potensi mineral dan batubara, dan tersedianya  peluang pasar yang terbuka luas, serta kepastian kebijakan dan regulasi,  Pemerintah mendorong para pelaku usaha untuk dapat berinvestasi pada  hilirisasi mineral dan batubara,&quot; ujar Arifin.
Sementara Ketua Umum Indonesia Mining Association (IMA) Rachmat  Makkasau menyampaikan bahwa saat ini sudah 27 smelter baru beroperasi.  Pada periode 2024-2025, smelter tambang akan beroperasi maksimal.
&quot;Program pemerintah di bidang hilirisasi pertambangan sudah berjalan  baik dengan smelter-smelter yang dibangun. Tugas kita, pemerintah, dan  industri, ke depan adalah melihat bagaimana bahan baku dan cadangan yang  disiapkan untuk industrialisasi ini bisa dikelola dengan baik,&quot; ujar  Rachmat.</content:encoded></item></channel></rss>
