<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Jadi Negara Maju, Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi 5% Tak Cukup</title><description>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pertumbuhan ekonomi 5% tidak cukup untuk menjadikan RI negara maju.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/11/320/2899193/indonesia-jadi-negara-maju-menko-airlangga-pertumbuhan-ekonomi-5-tak-cukup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/11/320/2899193/indonesia-jadi-negara-maju-menko-airlangga-pertumbuhan-ekonomi-5-tak-cukup"/><item><title>Indonesia Jadi Negara Maju, Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi 5% Tak Cukup</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/11/320/2899193/indonesia-jadi-negara-maju-menko-airlangga-pertumbuhan-ekonomi-5-tak-cukup</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/11/320/2899193/indonesia-jadi-negara-maju-menko-airlangga-pertumbuhan-ekonomi-5-tak-cukup</guid><pubDate>Rabu 11 Oktober 2023 14:35 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/11/320/2899193/indonesia-jadi-negara-maju-menko-airlangga-pertumbuhan-ekonomi-5-tak-cukup-7QCmf1zBag.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Airlangga sebut pertumbuhan ekonomi saja tak cukup untuk jadi negara maju (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/11/320/2899193/indonesia-jadi-negara-maju-menko-airlangga-pertumbuhan-ekonomi-5-tak-cukup-7QCmf1zBag.jpg</image><title>Menko Airlangga sebut pertumbuhan ekonomi saja tak cukup untuk jadi negara maju (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNi80LzE3MTc0NS81L3g4b2w0YnU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pertumbuhan ekonomi 5% tidak cukup untuk menjadikan RI negara maju. Dia mengatakan bahwa Indonesia ke depan harus melakukan transformasi ekonomi.
&quot;Kita memiliki momentum bonus demografi, dan momentum ini harus dijaga dengan bonus demografi yang produktif. Harapannya, bisa berproduksi dengan output yang lebih tinggi,&quot; ujar Airlangga dalam HSBC Summit 2023 di Jakarta, Rabu (11/10/2023).

BACA JUGA:
Sandiaga Sebut 2 Provinsi Alami Pertumbuhan Ekonomi Fenomenal karena Industrialisasi


Dalam Economic Outlook baru-baru ini, sambung dia, IMF menilai bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai 5% di 2023 maupun di 2024.
Melihat momentum ini, sesuai dengan visi Indonesia Emas 2045. Di tahun 2030, harapannya Indonesia mencapai posisi negara berpenghasilan menengah atau lepas dari middle income-trap.

BACA JUGA:
Luhut: Kereta Cepat Ciptakan Lapangan Pekerjaan hingga Pertumbuhan Ekonomi


&quot;Indonesia merencanakan pertumbuhan PDB pendapatan per kapita di atas USD10 ribu di atas tahun 2030. Kita prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bisa dimaintain di 5-5,5%, maka pertumbuhan pendapatan per kapita di tahun 2024 bisa mencapai USD5.500, hari ini USD4.700, lalu kita akan mencapai USD10 ribu,&quot; papar Airlangga.
Bahkan, dia menyebut bahwa dalam kesempatan itu, dia sempat mensurvei ruangan penyelenggaraan Summit ini. Dan dari hasil survei Airlangga, pendapatan per kapita di ruangan ini semuanya di atas USD10 ribu.
&quot;Jadi kita tidak usah jauh-jauh, kita ingin pendapatan per kapita  Indonesia seperti di ruangan ini di tahun 2030,&quot; ucap Airlangga.
Selain itu, dia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia  sebanyak 80% akan diambil dari sektor manufaktur, dan industri  manufaktur menjadi perhatian dari pemerintah karena kontribusinya  sekitar 18%. Angka ini ditargetkan bisa meningkat menjadi 25% di tahun  2030 dengan industri 4.0 dan transformasi IoT.
&quot;Artinya apa? kita harus mencari pekerjaan yang misalkan pendapatan  per kapitanya sekitar USD10 ribu atau 150 juta per bulan, maka minimum  pendapatan kita adalah Rp10 juta per bulan,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNi80LzE3MTc0NS81L3g4b2w0YnU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pertumbuhan ekonomi 5% tidak cukup untuk menjadikan RI negara maju. Dia mengatakan bahwa Indonesia ke depan harus melakukan transformasi ekonomi.
&quot;Kita memiliki momentum bonus demografi, dan momentum ini harus dijaga dengan bonus demografi yang produktif. Harapannya, bisa berproduksi dengan output yang lebih tinggi,&quot; ujar Airlangga dalam HSBC Summit 2023 di Jakarta, Rabu (11/10/2023).

BACA JUGA:
Sandiaga Sebut 2 Provinsi Alami Pertumbuhan Ekonomi Fenomenal karena Industrialisasi


Dalam Economic Outlook baru-baru ini, sambung dia, IMF menilai bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai 5% di 2023 maupun di 2024.
Melihat momentum ini, sesuai dengan visi Indonesia Emas 2045. Di tahun 2030, harapannya Indonesia mencapai posisi negara berpenghasilan menengah atau lepas dari middle income-trap.

BACA JUGA:
Luhut: Kereta Cepat Ciptakan Lapangan Pekerjaan hingga Pertumbuhan Ekonomi


&quot;Indonesia merencanakan pertumbuhan PDB pendapatan per kapita di atas USD10 ribu di atas tahun 2030. Kita prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bisa dimaintain di 5-5,5%, maka pertumbuhan pendapatan per kapita di tahun 2024 bisa mencapai USD5.500, hari ini USD4.700, lalu kita akan mencapai USD10 ribu,&quot; papar Airlangga.
Bahkan, dia menyebut bahwa dalam kesempatan itu, dia sempat mensurvei ruangan penyelenggaraan Summit ini. Dan dari hasil survei Airlangga, pendapatan per kapita di ruangan ini semuanya di atas USD10 ribu.
&quot;Jadi kita tidak usah jauh-jauh, kita ingin pendapatan per kapita  Indonesia seperti di ruangan ini di tahun 2030,&quot; ucap Airlangga.
Selain itu, dia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia  sebanyak 80% akan diambil dari sektor manufaktur, dan industri  manufaktur menjadi perhatian dari pemerintah karena kontribusinya  sekitar 18%. Angka ini ditargetkan bisa meningkat menjadi 25% di tahun  2030 dengan industri 4.0 dan transformasi IoT.
&quot;Artinya apa? kita harus mencari pekerjaan yang misalkan pendapatan  per kapitanya sekitar USD10 ribu atau 150 juta per bulan, maka minimum  pendapatan kita adalah Rp10 juta per bulan,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
