<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bicara Transformasi AI, Menko Airlangga: Harus Diatur</title><description>Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut bahwa Indonesia memiliki momentum bonus demografi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/11/320/2899195/bicara-transformasi-ai-menko-airlangga-harus-diatur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/11/320/2899195/bicara-transformasi-ai-menko-airlangga-harus-diatur"/><item><title>Bicara Transformasi AI, Menko Airlangga: Harus Diatur</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/11/320/2899195/bicara-transformasi-ai-menko-airlangga-harus-diatur</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/11/320/2899195/bicara-transformasi-ai-menko-airlangga-harus-diatur</guid><pubDate>Rabu 11 Oktober 2023 14:38 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/11/320/2899195/bicara-transformasi-ai-menko-airlangga-harus-diatur-sxZoTvxvvL.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menko Airlangga Hartarto bicara transformasi AI. (Foto: Kemenko)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/11/320/2899195/bicara-transformasi-ai-menko-airlangga-harus-diatur-sxZoTvxvvL.JPG</image><title>Menko Airlangga Hartarto bicara transformasi AI. (Foto: Kemenko)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNi80LzE3MTc0NS81L3g4b2w0YnU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut bahwa Indonesia memiliki momentum bonus demografi.

Sehingga momentum ini harus dijaga dengan bonus demografi yang produktif.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menko Airlangga: Konektivitas Jadi Kunci Pembangunan Ekonomi ASEAN

Harapannya, bonus demografi ini bisa berproduksi dengan output yang lebih tinggi.

Saat ini, ASEAN sudah menyiapkan Digital Economy Framework Agreement (DEFA) di bawah kepemimpinan Indonesia. Untuk mengisi DEFA ini, target digitalisasi ekonomi dari sektor manufaktur ke hilirnya mengintegrasikan manufaktur dan service.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Presiden Jokowi Tunjuk Airlangga Hartarto Sebagai Ketua Satgas Peningkatan Ekspor Nasional

&quot;Di sini, tentunya revolusi industri 4.0 dan transformasi Artificial Intelligence (AI) juga mengambil peran. Hanya saja, transformasi AI berbeda dengan transformasi ICT,&quot; ungkap Airlangga dalam HSBC Summit 2023 di Jakarta, Rabu (11/10/2023).

Dia mengatakan, transformasi ICT lebih mendorong ke arah skilled workers, tetapi AI berada pada upper management. Di mana hal ini tentang bagaimana transformasi AI ini bisa diperhatikan.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menko Airlangga Ingatkan Perusahaan Teknologi Tak Hanya Berjualan Namun Juga Berkantor di Indonesia


&quot;Bahkan dalam pertemuan G20, semua negara khawatir dengan transformasi AI, Di perbankan misalnya, front officer-nya bisa digantikan oleh AI, sehingga kredit bisa diterima tanpa intervensi manusia,&quot; ucap Airlangga.



Dia mengatakan bahwa transformasi AI ini juga menjadi salah satu isu yang harus dibahas ke depan. Tak hanya itu, beberapa negara sudah menegaskan bahwa AI itu harus diatur.



&quot;Karena beberapa hal yang menjadi kunci atau rambu, terkait apakah AI itu bertabrakan dengan kepentingan nasional, kepentingan publik, dan juga kepentingan pribadi. Kalau ketiga rambu ini ditabrak, maka AI bisa tidak menguntungkan ekonomi suatu negara,&quot; tandas Airlangga.</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNi80LzE3MTc0NS81L3g4b2w0YnU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut bahwa Indonesia memiliki momentum bonus demografi.

Sehingga momentum ini harus dijaga dengan bonus demografi yang produktif.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menko Airlangga: Konektivitas Jadi Kunci Pembangunan Ekonomi ASEAN

Harapannya, bonus demografi ini bisa berproduksi dengan output yang lebih tinggi.

Saat ini, ASEAN sudah menyiapkan Digital Economy Framework Agreement (DEFA) di bawah kepemimpinan Indonesia. Untuk mengisi DEFA ini, target digitalisasi ekonomi dari sektor manufaktur ke hilirnya mengintegrasikan manufaktur dan service.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Presiden Jokowi Tunjuk Airlangga Hartarto Sebagai Ketua Satgas Peningkatan Ekspor Nasional

&quot;Di sini, tentunya revolusi industri 4.0 dan transformasi Artificial Intelligence (AI) juga mengambil peran. Hanya saja, transformasi AI berbeda dengan transformasi ICT,&quot; ungkap Airlangga dalam HSBC Summit 2023 di Jakarta, Rabu (11/10/2023).

Dia mengatakan, transformasi ICT lebih mendorong ke arah skilled workers, tetapi AI berada pada upper management. Di mana hal ini tentang bagaimana transformasi AI ini bisa diperhatikan.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menko Airlangga Ingatkan Perusahaan Teknologi Tak Hanya Berjualan Namun Juga Berkantor di Indonesia


&quot;Bahkan dalam pertemuan G20, semua negara khawatir dengan transformasi AI, Di perbankan misalnya, front officer-nya bisa digantikan oleh AI, sehingga kredit bisa diterima tanpa intervensi manusia,&quot; ucap Airlangga.



Dia mengatakan bahwa transformasi AI ini juga menjadi salah satu isu yang harus dibahas ke depan. Tak hanya itu, beberapa negara sudah menegaskan bahwa AI itu harus diatur.



&quot;Karena beberapa hal yang menjadi kunci atau rambu, terkait apakah AI itu bertabrakan dengan kepentingan nasional, kepentingan publik, dan juga kepentingan pribadi. Kalau ketiga rambu ini ditabrak, maka AI bisa tidak menguntungkan ekonomi suatu negara,&quot; tandas Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
