<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahan Bakar Fosil Masih Dibutuhkan hingga 20 Tahun Lagi</title><description>Indonesia masih membutuhkan bahan bakar fosil hingga 20 tahun ke depan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/11/320/2899327/bahan-bakar-fosil-masih-dibutuhkan-hingga-20-tahun-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/11/320/2899327/bahan-bakar-fosil-masih-dibutuhkan-hingga-20-tahun-lagi"/><item><title>Bahan Bakar Fosil Masih Dibutuhkan hingga 20 Tahun Lagi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/11/320/2899327/bahan-bakar-fosil-masih-dibutuhkan-hingga-20-tahun-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/11/320/2899327/bahan-bakar-fosil-masih-dibutuhkan-hingga-20-tahun-lagi</guid><pubDate>Rabu 11 Oktober 2023 16:49 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/11/320/2899327/bahan-bakar-fosil-masih-dibutuhkan-hingga-20-tahun-lagi-xg7j4Z28Ky.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bahan bakar fosil masih diperlukan 20 dekade ke depan (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/11/320/2899327/bahan-bakar-fosil-masih-dibutuhkan-hingga-20-tahun-lagi-xg7j4Z28Ky.jpg</image><title>Bahan bakar fosil masih diperlukan 20 dekade ke depan (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNS8xLzE2Mjc0Mi81L3g4ajVnMmk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Indonesia masih membutuhkan bahan bakar fosil hingga 20 tahun ke depan. Kementerian BUMN mencatat RI tetap membutuhkan energi fosil meski mengejar target Nationally Determined Contribution (NDC) dan Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.
Wakil Menteri BUMN I Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, dalam transisi energi saat ini, pasokan fossil fuel masih diperlukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

BACA JUGA:
KTT ASEAN-Korea, Jokowi Harap Ketergantungan Energi Fosil Bisa Dikurangi


Karena itu perusahaan pelat merah di sektor minyak dan gas bumi (migas) seperti PT Pertamina (Persero) dan PT PLN masih melakukan eksplorasi energi berbasis fosil, di samping menjadi menjadi pioner dalam energi bersih.
Pria yang akrab disapa Tiko itu memastikan Pertamina masih melakukan eksplorasi di Hulu, sementara PLN mengoperasikan berbagai pembangkit listrik berbasis batu bara.

BACA JUGA:
Wujudkan Net Zero Emission, PLN Ganti Pembangkit Berbahan Bakar Fosil dengan PLTS 


&quot;Pertamina dan PLN menjadi katalis untuk mencapai target NDC dan NZE, di mana mereka harus menjaga  ketahanan energi, menjaga reliability energy, tapi juga secara bersamaan melakukan pointer untuk transisi energi,&quot; ujar Tiko dalam gelaran 'Navigating Indonesia's Path: Insight for Today, Visions for Tomorrow', Rabu (11/10/223).
&quot;Ini penting, pada waktu kita melakukan transisi energi, kita tidak boleh lupa harus ada ketahanan energi dan reliability nya, tidak mungkin kita melakukan transisi tanpa ketahanan dan reliability,&quot; lanjut dia.
Pertamina, memang mulai memproduksi sumber energi bersih. Salah  satunya, Biosolar 35 persen (B35) yang sudah disalurkan sejak 1 Juni  2023.
Dalam konteks ini, perseroan melakukan realisasi penyiapan sarana dan  fasilitas implementasi pencampuran Biodiesel atau Fatty Acid Methyl  Ester (FAME), Bahan Bakar Nabati (BBN) berbasis crude palm oil (CPO).
Di sisi lain, perusahaan juga melakukan eksplorasi hulu untuk memenuhi BBM fosil.
&quot;Pertamina walaupun Pertamina mulai shifting ke Biofuel, mulai  shifting menggunakan Etanol, tapi mereka tetap melakukan eksplorasi  hulu, karena tidak mungkin kita melakukan eksplorasi karena kita butuh  fossil fuel sampai dengan dua dekade ke depan, tetap,&quot; ucapnya.
Tiko mengaku beberapa kesempatan terakhir pihaknya melakukan  komunikasi publik atau memberikan pemahaman kepada publik perihal  transisi energi di dalam negeri.
&quot;Bahwa tidak mungkin base load di Jawa tiba-tiba mati karena base  load di Jawa ini semuanya batu bara, nah ini tentunya butuh perencanaan  dan satu planning yang akurat, tapi juga mempertahankan ketahanan dan  reability-nya, jadi transisi ini,&quot; beber Wamen BUMN.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNS8xLzE2Mjc0Mi81L3g4ajVnMmk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Indonesia masih membutuhkan bahan bakar fosil hingga 20 tahun ke depan. Kementerian BUMN mencatat RI tetap membutuhkan energi fosil meski mengejar target Nationally Determined Contribution (NDC) dan Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.
Wakil Menteri BUMN I Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, dalam transisi energi saat ini, pasokan fossil fuel masih diperlukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

BACA JUGA:
KTT ASEAN-Korea, Jokowi Harap Ketergantungan Energi Fosil Bisa Dikurangi


Karena itu perusahaan pelat merah di sektor minyak dan gas bumi (migas) seperti PT Pertamina (Persero) dan PT PLN masih melakukan eksplorasi energi berbasis fosil, di samping menjadi menjadi pioner dalam energi bersih.
Pria yang akrab disapa Tiko itu memastikan Pertamina masih melakukan eksplorasi di Hulu, sementara PLN mengoperasikan berbagai pembangkit listrik berbasis batu bara.

BACA JUGA:
Wujudkan Net Zero Emission, PLN Ganti Pembangkit Berbahan Bakar Fosil dengan PLTS 


&quot;Pertamina dan PLN menjadi katalis untuk mencapai target NDC dan NZE, di mana mereka harus menjaga  ketahanan energi, menjaga reliability energy, tapi juga secara bersamaan melakukan pointer untuk transisi energi,&quot; ujar Tiko dalam gelaran 'Navigating Indonesia's Path: Insight for Today, Visions for Tomorrow', Rabu (11/10/223).
&quot;Ini penting, pada waktu kita melakukan transisi energi, kita tidak boleh lupa harus ada ketahanan energi dan reliability nya, tidak mungkin kita melakukan transisi tanpa ketahanan dan reliability,&quot; lanjut dia.
Pertamina, memang mulai memproduksi sumber energi bersih. Salah  satunya, Biosolar 35 persen (B35) yang sudah disalurkan sejak 1 Juni  2023.
Dalam konteks ini, perseroan melakukan realisasi penyiapan sarana dan  fasilitas implementasi pencampuran Biodiesel atau Fatty Acid Methyl  Ester (FAME), Bahan Bakar Nabati (BBN) berbasis crude palm oil (CPO).
Di sisi lain, perusahaan juga melakukan eksplorasi hulu untuk memenuhi BBM fosil.
&quot;Pertamina walaupun Pertamina mulai shifting ke Biofuel, mulai  shifting menggunakan Etanol, tapi mereka tetap melakukan eksplorasi  hulu, karena tidak mungkin kita melakukan eksplorasi karena kita butuh  fossil fuel sampai dengan dua dekade ke depan, tetap,&quot; ucapnya.
Tiko mengaku beberapa kesempatan terakhir pihaknya melakukan  komunikasi publik atau memberikan pemahaman kepada publik perihal  transisi energi di dalam negeri.
&quot;Bahwa tidak mungkin base load di Jawa tiba-tiba mati karena base  load di Jawa ini semuanya batu bara, nah ini tentunya butuh perencanaan  dan satu planning yang akurat, tapi juga mempertahankan ketahanan dan  reability-nya, jadi transisi ini,&quot; beber Wamen BUMN.</content:encoded></item></channel></rss>
