<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belanda Bakal Dilibatkan Bangun IKN, Begini Rencananya</title><description>OIKN membahas rencana kolaborasi untuk mewujudkan konsep kota spons (sponge city) di Ibu Kota Nusantara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/11/470/2899285/belanda-bakal-dilibatkan-bangun-ikn-begini-rencananya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/11/470/2899285/belanda-bakal-dilibatkan-bangun-ikn-begini-rencananya"/><item><title>Belanda Bakal Dilibatkan Bangun IKN, Begini Rencananya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/11/470/2899285/belanda-bakal-dilibatkan-bangun-ikn-begini-rencananya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/11/470/2899285/belanda-bakal-dilibatkan-bangun-ikn-begini-rencananya</guid><pubDate>Rabu 11 Oktober 2023 16:00 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/11/470/2899285/belanda-bakal-dilibatkan-bangun-ikn-begini-rencananya-Dnn2PhLWVP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Belanda ikut bangun IKN Nusantara (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/11/470/2899285/belanda-bakal-dilibatkan-bangun-ikn-begini-rencananya-Dnn2PhLWVP.jpg</image><title>Belanda ikut bangun IKN Nusantara (Foto: Instagram)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wMy80LzE3MTU4NC81L3g4b2h3Mnk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) kunjungi Deltares, salah satu lembaga riset terkemuka di dunia dalam bidang pengelolaan air dan lingkungan, yang berlokasi di Den Haag, Belanda. Kunjungan ini bertujuan untuk membahas rencana kolaborasi untuk mewujudkan konsep kota spons (sponge city) di IKN Nusantara.
Kepala Otorita IKN Bambang Susantono menjelaskan bahwa kota spons merupakan salah satu prinsip dasar pengembangan kawasan di IKN, dengan memadukan konsep perkotaan kota hutan (forest city) dan kota cerdas (smart city).

BACA JUGA:
PNS hingga Orang Kaya Bakal Dapat Rumah di IKN


Konsep kota spons akan diterapkan di IKN untuk mengembalikan siklus alami air yang berubah karena pembangunan. Penerapan konsep ini akan memberikan manfaat pemanenan air untuk tambahan ketersediaan air, pengurangan bahaya banjir, serta pelestarian ekologi.
Kota spons akan diwujudkan antara lain melalui ruang terbuka hijau dan biru, desain fasilitas perkotaan dengan menerapkan atap hijau (green rooftop), serta penerapan jalan dan trotoar berpori, bioskedean, dan sistem bioretensi untuk menahan atau menyerap air hujan.

BACA JUGA:
Emiten Miliarder Tanoko Bidik Peluang Bisnis di IKN


Penerapan kota spons sudah direncanakan di dalam UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara. Meski demikian, Otorita IKN bersama stakeholder terkait akan mematangkan konsep kota spons tersebut, salah satunya dengan menggandeng Deltares. Kolaborasi dengan Deltares ini merupakan salah satu wujud dukungan Asian Development Bank (ADB) untuk pembangunan IKN.
&quot;Meskipun sejak awal sponge city sudah masuk di blueprint IKN, kita perlu memperkuatnya lagi supaya benar-benar ada pengaturan manajemen tata air di Nusantara,&quot; ujar Bambang dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/10/2023).
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber  Daya Alam Myrna A. Safitri menjelaskan, konsep kota spons dapat  dipahami sebagai water resilience.
&quot;Sama saja konsepnya dengan sponge city, yakni kota yang mampu  mengelola air dengan baik, bisa menyimpan, dan mengalirkan ketika  dibutuhkan dengan cara yang sudah dihitung sedemikian rupa,&quot; sambungnya.
Regional Manager Asia and Oceania Deltares Tjitte A. Nauta merespon  positif terhadap rencana adposi kota spons di IKN. Pihaknya siap untuk  membuka peluang kerjasama dengan Otorita IKN untuk mengembangkan rencana  tersebut.
&quot;Kami tentu sangat senang untuk membantu dan berkolaborasi dengan tim  di IKN. Data-data kami sangat terbuka bilamana dibutuhkan,&quot; pungkas  Tjitte.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wMy80LzE3MTU4NC81L3g4b2h3Mnk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) kunjungi Deltares, salah satu lembaga riset terkemuka di dunia dalam bidang pengelolaan air dan lingkungan, yang berlokasi di Den Haag, Belanda. Kunjungan ini bertujuan untuk membahas rencana kolaborasi untuk mewujudkan konsep kota spons (sponge city) di IKN Nusantara.
Kepala Otorita IKN Bambang Susantono menjelaskan bahwa kota spons merupakan salah satu prinsip dasar pengembangan kawasan di IKN, dengan memadukan konsep perkotaan kota hutan (forest city) dan kota cerdas (smart city).

BACA JUGA:
PNS hingga Orang Kaya Bakal Dapat Rumah di IKN


Konsep kota spons akan diterapkan di IKN untuk mengembalikan siklus alami air yang berubah karena pembangunan. Penerapan konsep ini akan memberikan manfaat pemanenan air untuk tambahan ketersediaan air, pengurangan bahaya banjir, serta pelestarian ekologi.
Kota spons akan diwujudkan antara lain melalui ruang terbuka hijau dan biru, desain fasilitas perkotaan dengan menerapkan atap hijau (green rooftop), serta penerapan jalan dan trotoar berpori, bioskedean, dan sistem bioretensi untuk menahan atau menyerap air hujan.

BACA JUGA:
Emiten Miliarder Tanoko Bidik Peluang Bisnis di IKN


Penerapan kota spons sudah direncanakan di dalam UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara. Meski demikian, Otorita IKN bersama stakeholder terkait akan mematangkan konsep kota spons tersebut, salah satunya dengan menggandeng Deltares. Kolaborasi dengan Deltares ini merupakan salah satu wujud dukungan Asian Development Bank (ADB) untuk pembangunan IKN.
&quot;Meskipun sejak awal sponge city sudah masuk di blueprint IKN, kita perlu memperkuatnya lagi supaya benar-benar ada pengaturan manajemen tata air di Nusantara,&quot; ujar Bambang dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/10/2023).
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber  Daya Alam Myrna A. Safitri menjelaskan, konsep kota spons dapat  dipahami sebagai water resilience.
&quot;Sama saja konsepnya dengan sponge city, yakni kota yang mampu  mengelola air dengan baik, bisa menyimpan, dan mengalirkan ketika  dibutuhkan dengan cara yang sudah dihitung sedemikian rupa,&quot; sambungnya.
Regional Manager Asia and Oceania Deltares Tjitte A. Nauta merespon  positif terhadap rencana adposi kota spons di IKN. Pihaknya siap untuk  membuka peluang kerjasama dengan Otorita IKN untuk mengembangkan rencana  tersebut.
&quot;Kami tentu sangat senang untuk membantu dan berkolaborasi dengan tim  di IKN. Data-data kami sangat terbuka bilamana dibutuhkan,&quot; pungkas  Tjitte.
</content:encoded></item></channel></rss>
