<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Beras Mahal, Plt. Mentan: Fokus Ketersediaan Dulu</title><description>Harga beras di pasaran mengalami kenaikan. Hal ini juga diakui oleh Plt. Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/12/320/2900081/harga-beras-mahal-plt-mentan-fokus-ketersediaan-dulu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/12/320/2900081/harga-beras-mahal-plt-mentan-fokus-ketersediaan-dulu"/><item><title>Harga Beras Mahal, Plt. Mentan: Fokus Ketersediaan Dulu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/12/320/2900081/harga-beras-mahal-plt-mentan-fokus-ketersediaan-dulu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/12/320/2900081/harga-beras-mahal-plt-mentan-fokus-ketersediaan-dulu</guid><pubDate>Kamis 12 Oktober 2023 17:07 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/12/320/2900081/harga-beras-mahal-plt-mentan-fokus-ketersediaan-dulu-IJEyx4NJ47.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mentan Arief akui harga beras mahal (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/12/320/2900081/harga-beras-mahal-plt-mentan-fokus-ketersediaan-dulu-IJEyx4NJ47.jpg</image><title>Mentan Arief akui harga beras mahal (Foto: Setpres)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMS8xLzE3MjAzNS81L3g4b3F3ZWk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Harga beras di pasaran mengalami kenaikan. Hal ini juga diakui oleh Plt. Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi.
Menurutnya hal itu disebabkan karena faktor produksi yang masih rendah sari petani lokal. Adi menegaskan kunci stabilitas harga beras di pasar adalah dari sisi produksi. Sebab ketika produksi berkurang, maka penggilingan gabah bakal susah mencari gabah dan otomatis harganya menjadi mahal.

BACA JUGA:
Kenaikan Harga Beras Langgar HET sejak 2017


Akhirnya Harga Pokok Produksi yang mahal sejak di tangan penggilingan itulah yang membuat harga beras di pasaran juga semakin mahal. &quot;Kuncinya adalah produksi, hari saya ada di Kementerian Pertanian akan memastikan produksi akan lebih baik,&quot; ujar Arief di Auditorium Kementan, Kamis (12/10/2023).
Namun demikian, Arief mengaku saat ini yang menjadi fokus utama Pemerintah bukanlah soal harga beras. Melainkan mengamankan ketersediaan beras di pasar agar tidak berkurang meski produksi petani tengah menurun.

BACA JUGA:
7 Usulan Ombudsman untuk Turunkan Harga Beras 


&quot;Bisa dilihat, di rumah masih ada nasi, di pasar masih ada beras. Harga berikutnya karena, saat ini kita fokus di Avaibility (ketersediaan),&quot; sambungnya.
Lebih lanjut, Arief memaparkan bahwa saat ini jumlah beras yang dimiliki Bulog sendiri ada sekitar 1,7 juta ton. Hal itu diharapkan mampu menjadi cadangan beras untuk kebutuhan masyarakat.
&quot;Jangan salahin cuaca (produksi padi turun), salahin bagaimana kita me- manage, toh cadangan di bulog masih 1,7 juta ton, jadi cukup,&quot; sambungnya.
Sekedar informasi tambahan harga beras memang terus mengalami  kenaikan. Catatan Ombudsman RI, bahkan dalam kurun waktu sebulan,  Agustus - September 2023 lalu saja beras Premium naik sekitar 11,54%,  sedangkan untuk beras Medium naik 5,92% dalam kurun waktu yang sama.
Kenaikan harga beras Premium pada minggu Pertama bulan Agustus  sebesar Rp13.610/kg, terus mengalami kenaikan hingga pada minggu ketiga  Bulan September harga menjadi Rp15.180/kg. Harga tersebut diambil  berdasarkan harga beras rerata nasional.
Sedangkan untuk harga beras Medium, pada minggu pertama Bulan Agustus  harganya Rp11.990/kg yang juga terus mengalami kenaikan hingga minggu  ketiga Bulan September lalu harganya sudah berada di angka Rp12.700/kg.
Bahkan harga-harga beras tersebut, baik beras Premium dan Medium  sudah berada di atas HET (Harga Eceran Tertinggi) yang ditetapkan oleh  Kementerian Perdagangan melalui Permendag Nomor 27 Tahun 2017 tengah  Harga Eceran Tertinggi Beras.
Lewat kebijakan tersebut, Kemendag menetapkan harga HET beras untuk  kelas Premium sebesar Rp12.800/kg. Namun berdasarkan data Kemendag,  sejak bulan November 2022 lalu harga beras sudah mulai di atas HET  sebesar Rp12.814/kg.
Sedangkan untuk harga beras medium yang diatur berdasarkan HET  tersebut sebesar Rp9.450/kg. Namun sejak bukan Januari 2022 harga beras  sudah berada di atas HET yaitu Rp10.362/kg.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMS8xLzE3MjAzNS81L3g4b3F3ZWk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Harga beras di pasaran mengalami kenaikan. Hal ini juga diakui oleh Plt. Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi.
Menurutnya hal itu disebabkan karena faktor produksi yang masih rendah sari petani lokal. Adi menegaskan kunci stabilitas harga beras di pasar adalah dari sisi produksi. Sebab ketika produksi berkurang, maka penggilingan gabah bakal susah mencari gabah dan otomatis harganya menjadi mahal.

BACA JUGA:
Kenaikan Harga Beras Langgar HET sejak 2017


Akhirnya Harga Pokok Produksi yang mahal sejak di tangan penggilingan itulah yang membuat harga beras di pasaran juga semakin mahal. &quot;Kuncinya adalah produksi, hari saya ada di Kementerian Pertanian akan memastikan produksi akan lebih baik,&quot; ujar Arief di Auditorium Kementan, Kamis (12/10/2023).
Namun demikian, Arief mengaku saat ini yang menjadi fokus utama Pemerintah bukanlah soal harga beras. Melainkan mengamankan ketersediaan beras di pasar agar tidak berkurang meski produksi petani tengah menurun.

BACA JUGA:
7 Usulan Ombudsman untuk Turunkan Harga Beras 


&quot;Bisa dilihat, di rumah masih ada nasi, di pasar masih ada beras. Harga berikutnya karena, saat ini kita fokus di Avaibility (ketersediaan),&quot; sambungnya.
Lebih lanjut, Arief memaparkan bahwa saat ini jumlah beras yang dimiliki Bulog sendiri ada sekitar 1,7 juta ton. Hal itu diharapkan mampu menjadi cadangan beras untuk kebutuhan masyarakat.
&quot;Jangan salahin cuaca (produksi padi turun), salahin bagaimana kita me- manage, toh cadangan di bulog masih 1,7 juta ton, jadi cukup,&quot; sambungnya.
Sekedar informasi tambahan harga beras memang terus mengalami  kenaikan. Catatan Ombudsman RI, bahkan dalam kurun waktu sebulan,  Agustus - September 2023 lalu saja beras Premium naik sekitar 11,54%,  sedangkan untuk beras Medium naik 5,92% dalam kurun waktu yang sama.
Kenaikan harga beras Premium pada minggu Pertama bulan Agustus  sebesar Rp13.610/kg, terus mengalami kenaikan hingga pada minggu ketiga  Bulan September harga menjadi Rp15.180/kg. Harga tersebut diambil  berdasarkan harga beras rerata nasional.
Sedangkan untuk harga beras Medium, pada minggu pertama Bulan Agustus  harganya Rp11.990/kg yang juga terus mengalami kenaikan hingga minggu  ketiga Bulan September lalu harganya sudah berada di angka Rp12.700/kg.
Bahkan harga-harga beras tersebut, baik beras Premium dan Medium  sudah berada di atas HET (Harga Eceran Tertinggi) yang ditetapkan oleh  Kementerian Perdagangan melalui Permendag Nomor 27 Tahun 2017 tengah  Harga Eceran Tertinggi Beras.
Lewat kebijakan tersebut, Kemendag menetapkan harga HET beras untuk  kelas Premium sebesar Rp12.800/kg. Namun berdasarkan data Kemendag,  sejak bulan November 2022 lalu harga beras sudah mulai di atas HET  sebesar Rp12.814/kg.
Sedangkan untuk harga beras medium yang diatur berdasarkan HET  tersebut sebesar Rp9.450/kg. Namun sejak bukan Januari 2022 harga beras  sudah berada di atas HET yaitu Rp10.362/kg.</content:encoded></item></channel></rss>
