<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Makanan Warteg Naik Imbas Beras Mahal, Partai Perindo: Wajar</title><description>Kenaikan harga beras di pasaran memberi dampak ke pemilik Warung Tegal (Warteg).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/12/320/2900124/harga-makanan-warteg-naik-imbas-beras-mahal-partai-perindo-wajar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/12/320/2900124/harga-makanan-warteg-naik-imbas-beras-mahal-partai-perindo-wajar"/><item><title>Harga Makanan Warteg Naik Imbas Beras Mahal, Partai Perindo: Wajar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/12/320/2900124/harga-makanan-warteg-naik-imbas-beras-mahal-partai-perindo-wajar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/12/320/2900124/harga-makanan-warteg-naik-imbas-beras-mahal-partai-perindo-wajar</guid><pubDate>Kamis 12 Oktober 2023 17:47 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Choirul</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/12/320/2900124/harga-makanan-warteg-naik-imbas-beras-mahal-partai-perindo-wajar-Xcso0ozeUk.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Mahalnya beras berdampak ke kenaikan harga makanan di warteg. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/12/320/2900124/harga-makanan-warteg-naik-imbas-beras-mahal-partai-perindo-wajar-Xcso0ozeUk.JPG</image><title>Mahalnya beras berdampak ke kenaikan harga makanan di warteg. (Foto: MPI)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wOC80LzE3MTgzNC81L3g4b25zMHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA -&amp;nbsp;Mahalnya harga beras di pasaran membuat sejumlah pemilik Warung Tegal (Warteg) ikut menaikkan harga jual menu makanan.
Menanggapi ini, Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial Yerry Tawalujan mengatakan kenaikan harga dagangan makanan Warung Tegal memang harus dilakukan para pemilik Warteg sebagai bentuk penyesuaian harga supaya tidak rugi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pengusaha Warteg Akui Terbantu dengan Program KUR&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Publik tentu memahami masih tingginya harga beras di pasaran pasti berdampak pada kenaikan harga produk kuliner atau makanan. Jadi wajar, kalau harga makanan di restoran dan Warteg mengalami penyesuaian. Karena pedagang itu kan harus untung. Kalau rugi pasti usahanya tutup,&quot; kata Yerry kepada wartawan, Kamis (12/10/2023).

Yerry mengingatkan kenaikan harga bahan pangan hanya terjadi pada beras saja. Sedangkan harga bahan pangan lain, seperti daging ayam, daging sapi, dan telur harganya relatif stabil.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Waduh! Beredar Kabar Ada Beras Plastik di Pasaran, Bulog Buka Suara

Karena itu, para pemilik Warung Tegal dapat melakukan penyesuaian dengan mengurangi porsi nasi.

&quot;Jadi tidak perlu menaikkan harga,&quot; ungkap Yerry.

Kalaupun harga menu makanan di Warteg harus naik, Yerry menyarankan agar kenaikannya tidak boleh terlalu tinggi. Hal itu untuk menjaga pelanggan agar tidak lari.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Harga Beras di Ritel Langgar Aturan HET?



&quot;Tentu kalau kenaikan harga makanan di Warteg tidak terlalu tinggi, masyarakat dapat memahami. Tapi kalau naiknya terlalu tinggi, bisa saja Warteg itu yang ditinggalkan pelanggan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wOC80LzE3MTgzNC81L3g4b25zMHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA -&amp;nbsp;Mahalnya harga beras di pasaran membuat sejumlah pemilik Warung Tegal (Warteg) ikut menaikkan harga jual menu makanan.
Menanggapi ini, Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial Yerry Tawalujan mengatakan kenaikan harga dagangan makanan Warung Tegal memang harus dilakukan para pemilik Warteg sebagai bentuk penyesuaian harga supaya tidak rugi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pengusaha Warteg Akui Terbantu dengan Program KUR&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Publik tentu memahami masih tingginya harga beras di pasaran pasti berdampak pada kenaikan harga produk kuliner atau makanan. Jadi wajar, kalau harga makanan di restoran dan Warteg mengalami penyesuaian. Karena pedagang itu kan harus untung. Kalau rugi pasti usahanya tutup,&quot; kata Yerry kepada wartawan, Kamis (12/10/2023).

Yerry mengingatkan kenaikan harga bahan pangan hanya terjadi pada beras saja. Sedangkan harga bahan pangan lain, seperti daging ayam, daging sapi, dan telur harganya relatif stabil.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Waduh! Beredar Kabar Ada Beras Plastik di Pasaran, Bulog Buka Suara

Karena itu, para pemilik Warung Tegal dapat melakukan penyesuaian dengan mengurangi porsi nasi.

&quot;Jadi tidak perlu menaikkan harga,&quot; ungkap Yerry.

Kalaupun harga menu makanan di Warteg harus naik, Yerry menyarankan agar kenaikannya tidak boleh terlalu tinggi. Hal itu untuk menjaga pelanggan agar tidak lari.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Harga Beras di Ritel Langgar Aturan HET?



&quot;Tentu kalau kenaikan harga makanan di Warteg tidak terlalu tinggi, masyarakat dapat memahami. Tapi kalau naiknya terlalu tinggi, bisa saja Warteg itu yang ditinggalkan pelanggan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
