<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Apa Kabar Proyek Tol IKN Senilai Rp1,91 Triliun?</title><description>PT Wijaya Karya (Persero) melaporkan progres pembangunann Tol IKN Segmen 3B KKT Kariangau - SP. Tempadung senilai Rp1,91 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/12/470/2900221/apa-kabar-proyek-tol-ikn-senilai-rp1-91-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/12/470/2900221/apa-kabar-proyek-tol-ikn-senilai-rp1-91-triliun"/><item><title>Apa Kabar Proyek Tol IKN Senilai Rp1,91 Triliun?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/12/470/2900221/apa-kabar-proyek-tol-ikn-senilai-rp1-91-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/12/470/2900221/apa-kabar-proyek-tol-ikn-senilai-rp1-91-triliun</guid><pubDate>Kamis 12 Oktober 2023 20:13 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/12/470/2900221/apa-kabar-proyek-tol-ikn-senilai-rp1-91-triliun-LBfiAZ6x5B.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Soal kabar jalan tol IKN Nusantara. (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/12/470/2900221/apa-kabar-proyek-tol-ikn-senilai-rp1-91-triliun-LBfiAZ6x5B.jpg</image><title>Soal kabar jalan tol IKN Nusantara. (Foto: PUPR)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wMy80LzE3MTU4NC81L3g4b2h3Mnk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) melaporkan progres pembangunann Tol IKN Segmen 3B KKT Kariangau - SP. Tempadung senilai Rp1,91 triliun sudah mencapai 37%.

Proyek ini merupakan bagian dari Jalan Tol Balikpapan-IKN yang dikerjakan sebagai upaya dalam meningkatkan konektivitas, sekaligus menjadi akses menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) pada Ibu Kota Negara yang membentang sepanjang 7,3 km.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Belanda Bakal Dilibatkan Bangun IKN, Begini Rencananya

Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito (BW) menyampaikan bahwa penggunaan teknologi konstruksi dalam proyek IKN merupakan cerminan kemajuan dan kompetensi unggul sumber daya manusia WIKA dalam lingkungan konstruksi.

&amp;ldquo;Terobosan ini akan membuat proses pembangunan menjadi lebih komprehensif, analisis lebih mendalam dan manajemen proyek yang lebih efisien,&amp;rdquo; ujar Agung BW dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/10/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

PNS hingga Orang Kaya Bakal Dapat Rumah di IKN

Dimulai sejak tahun 2022, dengan melibatkan 456 pekerja, WIKA KSO telah mampu menunjukkan progress yang signifikan sebesar 37% secara keseluruhan.

Dengan progress tersebut, WIKA tengah dalam tahap pekerjaan struktur beton pada bagian top subgrade atau lapisan jalan, serta pekerjaan Jembatan Pulau Balang, yang ditargetkan dapat mencapai 75% pada akhir tahun 2023 mendatang.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Belanda Bakal Dilibatkan Bangun IKN, Begini Rencananya


Dalam proses pembangunan jalan tol tersebut, WIKA turut andil sebagai kontraktor yang mempelopori penggunaan BIM pada level 5D, yang merupakan level perencanaan konstruksi dan manajemen proyek yang memungkinkan kolaborasi data geometris, hasil pengolahan cost, quantity dan schedule proyek.



Tidak hanya itu, WIKA turut mengimplementasikan teknologi Augmented Reality (AR) untuk menghasilkan visualisasi yang lebih baik sekaligus meminimalisir risiko kesalahan pekerjaan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wMy80LzE3MTU4NC81L3g4b2h3Mnk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) melaporkan progres pembangunann Tol IKN Segmen 3B KKT Kariangau - SP. Tempadung senilai Rp1,91 triliun sudah mencapai 37%.

Proyek ini merupakan bagian dari Jalan Tol Balikpapan-IKN yang dikerjakan sebagai upaya dalam meningkatkan konektivitas, sekaligus menjadi akses menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) pada Ibu Kota Negara yang membentang sepanjang 7,3 km.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Belanda Bakal Dilibatkan Bangun IKN, Begini Rencananya

Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito (BW) menyampaikan bahwa penggunaan teknologi konstruksi dalam proyek IKN merupakan cerminan kemajuan dan kompetensi unggul sumber daya manusia WIKA dalam lingkungan konstruksi.

&amp;ldquo;Terobosan ini akan membuat proses pembangunan menjadi lebih komprehensif, analisis lebih mendalam dan manajemen proyek yang lebih efisien,&amp;rdquo; ujar Agung BW dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/10/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

PNS hingga Orang Kaya Bakal Dapat Rumah di IKN

Dimulai sejak tahun 2022, dengan melibatkan 456 pekerja, WIKA KSO telah mampu menunjukkan progress yang signifikan sebesar 37% secara keseluruhan.

Dengan progress tersebut, WIKA tengah dalam tahap pekerjaan struktur beton pada bagian top subgrade atau lapisan jalan, serta pekerjaan Jembatan Pulau Balang, yang ditargetkan dapat mencapai 75% pada akhir tahun 2023 mendatang.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Belanda Bakal Dilibatkan Bangun IKN, Begini Rencananya


Dalam proses pembangunan jalan tol tersebut, WIKA turut andil sebagai kontraktor yang mempelopori penggunaan BIM pada level 5D, yang merupakan level perencanaan konstruksi dan manajemen proyek yang memungkinkan kolaborasi data geometris, hasil pengolahan cost, quantity dan schedule proyek.



Tidak hanya itu, WIKA turut mengimplementasikan teknologi Augmented Reality (AR) untuk menghasilkan visualisasi yang lebih baik sekaligus meminimalisir risiko kesalahan pekerjaan.</content:encoded></item></channel></rss>
