<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Tips Fresh Graduate agar Mudah Dapat Kerja meski Minim Pengalaman</title><description>Lulusan baru alias fresh graduate kerap kali mengalami kesulitan mendapat pekerjaan pertama.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/12/622/2900103/ini-tips-fresh-graduate-agar-mudah-dapat-kerja-meski-minim-pengalaman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/12/622/2900103/ini-tips-fresh-graduate-agar-mudah-dapat-kerja-meski-minim-pengalaman"/><item><title>Ini Tips Fresh Graduate agar Mudah Dapat Kerja meski Minim Pengalaman</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/12/622/2900103/ini-tips-fresh-graduate-agar-mudah-dapat-kerja-meski-minim-pengalaman</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/12/622/2900103/ini-tips-fresh-graduate-agar-mudah-dapat-kerja-meski-minim-pengalaman</guid><pubDate>Kamis 12 Oktober 2023 17:30 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/12/622/2900103/ini-tips-fresh-graduate-agar-mudah-dapat-kerja-meski-minim-pengalaman-lUoksW4z5U.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tips lulusan baru cari kerja. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/12/622/2900103/ini-tips-fresh-graduate-agar-mudah-dapat-kerja-meski-minim-pengalaman-lUoksW4z5U.jpg</image><title>Tips lulusan baru cari kerja. (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMC8xLzE3MTk3My81L3g4b3B5N2U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Lulusan baru alias fresh graduate kerap kali mengalami kesulitan mendapat pekerjaan pertama.
Hal ini dikarenakan mereka yang dinilai belum memiliki pengalaman yang mumpuni sesuai dengan bidang pekerjaan yang diminati.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mengungkap Masa Kecil Ganjar Pranowo: Meniti Perjalanan dengan Kerja Keras dan Kehidupan Sederhana

HR &amp;amp; Psychology Consultant, Peter Samuel Oloi mengatakan bahwa anak muda di jenjang usia 20 hingga 30 tahun tengah memasuki fase eksplorasi diri dan karir.

Menurut Peter, dalam fase tersebut akan sulit menemukan pekerjaan tetap dan cocok dengan passion.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

TETO Rayakan Hari Nasional Taiwan ke-112, Puji Kerja Sama Semakin Erat dengan RI

&amp;ldquo;Jadi yang bisa dilakukan sebagai fresh graduate adalah pahami dulu dirinya, kira-kira dia senangnya apa, yang benar-benar konstan dia suka,&amp;rdquo; kata Peter dalam Podcast Aksi Nyata Partai Perindo, Kamis (12/10/2023).

Selain itu, para lulusan baru juga disarankan untuk memahami kemampuan diri masing-masing.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Khawatir Industri Tembakau Dimatikan, Serikat Pekerja: Tenaga Kerjanya Legal


Di mana, biasanya keahlian tersebut biasanya terbentuk dalam proses perkuliahan atau melalui kegiatan-kegiatan yang dijalani selama menjadi mahasiswa.



&amp;ldquo;Itu yang paling sederhana, istilahnya pahami dirinya dulu,&amp;rdquo; imbuh Peter.



Tak hanya itu, mampu menentukan jenis industri saat bekerja juga akan sangat membantu para lulusan baru untuk lebih mengasah kemampuannya, terutama soft skill.



Peter menyebut, setiap industri memiliki karakteristik masing-masing, hal itu membuat kebutuhan akan pekerja juga berbeda antara satu dengan lainnya.



&amp;ldquo;Kalau dari sisi perusahaan, pasti akan mempertimbangkan kira-kira ada kompetensi apa nih, dia (pencari kerja) punya kemampuan maupun keterampilan apa saja, sehingga akhirnya bisa dipercaya untuk mengerjakan sebuah tanggung jawab dan tugas,&amp;rdquo; ujar Peter.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMC8xLzE3MTk3My81L3g4b3B5N2U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Lulusan baru alias fresh graduate kerap kali mengalami kesulitan mendapat pekerjaan pertama.
Hal ini dikarenakan mereka yang dinilai belum memiliki pengalaman yang mumpuni sesuai dengan bidang pekerjaan yang diminati.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mengungkap Masa Kecil Ganjar Pranowo: Meniti Perjalanan dengan Kerja Keras dan Kehidupan Sederhana

HR &amp;amp; Psychology Consultant, Peter Samuel Oloi mengatakan bahwa anak muda di jenjang usia 20 hingga 30 tahun tengah memasuki fase eksplorasi diri dan karir.

Menurut Peter, dalam fase tersebut akan sulit menemukan pekerjaan tetap dan cocok dengan passion.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

TETO Rayakan Hari Nasional Taiwan ke-112, Puji Kerja Sama Semakin Erat dengan RI

&amp;ldquo;Jadi yang bisa dilakukan sebagai fresh graduate adalah pahami dulu dirinya, kira-kira dia senangnya apa, yang benar-benar konstan dia suka,&amp;rdquo; kata Peter dalam Podcast Aksi Nyata Partai Perindo, Kamis (12/10/2023).

Selain itu, para lulusan baru juga disarankan untuk memahami kemampuan diri masing-masing.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Khawatir Industri Tembakau Dimatikan, Serikat Pekerja: Tenaga Kerjanya Legal


Di mana, biasanya keahlian tersebut biasanya terbentuk dalam proses perkuliahan atau melalui kegiatan-kegiatan yang dijalani selama menjadi mahasiswa.



&amp;ldquo;Itu yang paling sederhana, istilahnya pahami dirinya dulu,&amp;rdquo; imbuh Peter.



Tak hanya itu, mampu menentukan jenis industri saat bekerja juga akan sangat membantu para lulusan baru untuk lebih mengasah kemampuannya, terutama soft skill.



Peter menyebut, setiap industri memiliki karakteristik masing-masing, hal itu membuat kebutuhan akan pekerja juga berbeda antara satu dengan lainnya.



&amp;ldquo;Kalau dari sisi perusahaan, pasti akan mempertimbangkan kira-kira ada kompetensi apa nih, dia (pencari kerja) punya kemampuan maupun keterampilan apa saja, sehingga akhirnya bisa dipercaya untuk mengerjakan sebuah tanggung jawab dan tugas,&amp;rdquo; ujar Peter.</content:encoded></item></channel></rss>
