<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tinjau Panen Raya di Indramayu, Jokowi Pastikan Produksi Padi Masih Baik</title><description>Jokowi meninjau kegiatan panen raya untuk memastikan produksi beras nasional masih baik di tengah kekeringan akibat Super El Nino</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/13/320/2900602/tinjau-panen-raya-di-indramayu-jokowi-pastikan-produksi-padi-masih-baik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/13/320/2900602/tinjau-panen-raya-di-indramayu-jokowi-pastikan-produksi-padi-masih-baik"/><item><title>Tinjau Panen Raya di Indramayu, Jokowi Pastikan Produksi Padi Masih Baik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/13/320/2900602/tinjau-panen-raya-di-indramayu-jokowi-pastikan-produksi-padi-masih-baik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/13/320/2900602/tinjau-panen-raya-di-indramayu-jokowi-pastikan-produksi-padi-masih-baik</guid><pubDate>Jum'at 13 Oktober 2023 13:45 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/13/320/2900602/tinjau-panen-raya-di-indramayu-jokowi-pastikan-produksi-padi-masih-baik-4IVbaoSO4V.PNG" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi Panen Raya di Indramayu (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/13/320/2900602/tinjau-panen-raya-di-indramayu-jokowi-pastikan-produksi-padi-masih-baik-4IVbaoSO4V.PNG</image><title>Presiden Jokowi Panen Raya di Indramayu (Foto: Antara)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMS8xLzE3MTk4Ny81L3g4b3FleW4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau kegiatan panen raya untuk memastikan produksi beras nasional masih baik di tengah kekeringan akibat Super El Nino.
&amp;ldquo;Ini yang saya melihat ke bawah itu untuk memastikan bahwa produksi itu masih baik, tapi memang turun karena Super El Nino, tapi masih baik,&amp;rdquo; kata Presiden di Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat pada Jumat (13/10/2023).

BACA JUGA:
Jokowi Akui Belum Tunjuk Mentan Definitif Pengganti Syahrul Yasin Limpo

Jokowi menyatakan bahwa kondisi panen yang ada di wilayah Kecamatan Sukra tersebut tergolong baik dengan didukung oleh irigasi teknis yang bagus sehingga mampu menghasilkan rata-rata 8,6 ton per hektare.
&amp;ldquo;Ya baik ini, kalau kemarin di Subang, (sekarang) di Indramayu saya kira karena memang ini irigasi teknisnya masih sangat bagus, ini saya tadi tanyakan kepada petani satu hektare bisa delapan hingga sembilan ton, rata-rata 8,6 ton per hektare,&amp;rdquo; jelasnya.

BACA JUGA:
Jepang Stop Pendanaan PLTU Indramayu, Begini Reaksi Jokowi

Selain itu, harga jual gabah pun tergolong tinggi yang bisa mencapai Rp7.300 per kilogram sehingga memberi keuntungan kepada petani.&amp;ldquo;Harga gabahnya sekarang senang semua petani, Rp7.300, Rp7.400, Rp7.200 ya semua petani senang tapi ada yang enggak senang konsumennya,&amp;rdquo; ungkapnya.
Oleh karena itu, guna menurunkan dan menjaga kestabilan harga beras, Kepala Negara menyebut bahwa pemerintah akan terus menambah cadangan beras yang ada di Bulog meski saat ini sudah terdapat 1,7 juta ton.
&amp;ldquo;Cadangan di Bulog 1,7 (juta ton) dan akan datang lagi kira-kira 500, 600 ribu ton. Artinya cadangan pangan kita kondisinya aman, tapi memang kita tetap butuh beras ini juga untuk masuk ke pasar agar harga bisa turun sedikit demi sedikit,&amp;rdquo; kata Presiden.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMS8xLzE3MTk4Ny81L3g4b3FleW4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau kegiatan panen raya untuk memastikan produksi beras nasional masih baik di tengah kekeringan akibat Super El Nino.
&amp;ldquo;Ini yang saya melihat ke bawah itu untuk memastikan bahwa produksi itu masih baik, tapi memang turun karena Super El Nino, tapi masih baik,&amp;rdquo; kata Presiden di Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat pada Jumat (13/10/2023).

BACA JUGA:
Jokowi Akui Belum Tunjuk Mentan Definitif Pengganti Syahrul Yasin Limpo

Jokowi menyatakan bahwa kondisi panen yang ada di wilayah Kecamatan Sukra tersebut tergolong baik dengan didukung oleh irigasi teknis yang bagus sehingga mampu menghasilkan rata-rata 8,6 ton per hektare.
&amp;ldquo;Ya baik ini, kalau kemarin di Subang, (sekarang) di Indramayu saya kira karena memang ini irigasi teknisnya masih sangat bagus, ini saya tadi tanyakan kepada petani satu hektare bisa delapan hingga sembilan ton, rata-rata 8,6 ton per hektare,&amp;rdquo; jelasnya.

BACA JUGA:
Jepang Stop Pendanaan PLTU Indramayu, Begini Reaksi Jokowi

Selain itu, harga jual gabah pun tergolong tinggi yang bisa mencapai Rp7.300 per kilogram sehingga memberi keuntungan kepada petani.&amp;ldquo;Harga gabahnya sekarang senang semua petani, Rp7.300, Rp7.400, Rp7.200 ya semua petani senang tapi ada yang enggak senang konsumennya,&amp;rdquo; ungkapnya.
Oleh karena itu, guna menurunkan dan menjaga kestabilan harga beras, Kepala Negara menyebut bahwa pemerintah akan terus menambah cadangan beras yang ada di Bulog meski saat ini sudah terdapat 1,7 juta ton.
&amp;ldquo;Cadangan di Bulog 1,7 (juta ton) dan akan datang lagi kira-kira 500, 600 ribu ton. Artinya cadangan pangan kita kondisinya aman, tapi memang kita tetap butuh beras ini juga untuk masuk ke pasar agar harga bisa turun sedikit demi sedikit,&amp;rdquo; kata Presiden.</content:encoded></item></channel></rss>
