<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres: Dulu Banyak yang Pesimis soal Bank Tanpa Bunga</title><description>Ma&amp;rsquo;ruf Amin menyatakan bahwa banyak yang pesimis dengan gerakan memasyarakatkan ekonomi syariah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/13/320/2900733/wapres-dulu-banyak-yang-pesimis-soal-bank-tanpa-bunga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/13/320/2900733/wapres-dulu-banyak-yang-pesimis-soal-bank-tanpa-bunga"/><item><title>Wapres: Dulu Banyak yang Pesimis soal Bank Tanpa Bunga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/13/320/2900733/wapres-dulu-banyak-yang-pesimis-soal-bank-tanpa-bunga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/13/320/2900733/wapres-dulu-banyak-yang-pesimis-soal-bank-tanpa-bunga</guid><pubDate>Jum'at 13 Oktober 2023 15:48 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/13/320/2900733/wapres-dulu-banyak-yang-pesimis-soal-bank-tanpa-bunga-XuysNI2qy0.PNG" expression="full" type="image/jpeg">Wapres Maruf Amin bicara soal Bank Tanpa Bunga. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/13/320/2900733/wapres-dulu-banyak-yang-pesimis-soal-bank-tanpa-bunga-XuysNI2qy0.PNG</image><title>Wapres Maruf Amin bicara soal Bank Tanpa Bunga. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMC8xLzE3MTk2MC81L3g4b3Bzdzk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin menyatakan bahwa banyak yang pesimis dengan gerakan memasyarakatkan ekonomi syariah. Bahkan, juga pesimis bahwa bank bisa berjalan tanpa bunga. Kini, semakin berkembang bank syariah yang tidak mengenal bunga karena dianggap riba.
&amp;ldquo;Alhamdulillah ekonomi dan keuangan syariah ini sekarang berkembang. Dulu kita mulai tahun 2000, kita sebut sebagai gerakan memasyarakatkan ekonomi syariah dan mensyariahkan ekonomi masyarakat. Waktu itu masih sepi, bahkan banyak orang pesimis apakah bisa Bank tanpa bunga dan sebagainya. Saya bilang Insya Allah bisa,&amp;rdquo; ujar Wapres dalam sambutannya pada Ijtima&amp;rsquo; Sanawi (Annual Meeting) Dewan Pengawas Syariah XIX 2023 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (13/10/2023).

BACA JUGA:
Wapres Sebut Pasar Tanah Abang Sepi Tergerus Digital

Wapres yang pada waktu itu menjadi Ketua Dewan Pengurus Harian Dewan Syariah Nasional mengatakan optimis dengan pengembangan ekonomi syariah. Kini, ekonomi syariah sudah menjadi sistem nasional.
&amp;ldquo;Karena itu saya bilang yang penting kita bikin gerakan ekonomi, nanti Allah yang akan memberikan pertolongannya, pengembangan ekonomi syariah pada waktu itu. Itu, alhamdulillah sekarang sudah menjadi sistem nasional,&amp;rdquo; jelasnya.

BACA JUGA:
Viral! Yuni Kirim Celana Dalam ke Indonesia Kena Bea Masuk Rp800 Ribu, Stafsus Sri Mulyani Buka Suara

Bahkan, lanjut dia, kini pemerintah telah membangun komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah. Kemudian juga Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) lebih dari 22 provinsi.&amp;ldquo;Sudah dibangun dibentuk komite nasional ekonomi dan keuangan syariah KNEKS, ketuanya Presiden, wakil ketua dan ketua hariannya Wakil Presiden, anggotanya empat Menko dan Menteri terkait semua ikut menjadi anggota dan di daerah-daerah sudah dibentuk juga KDEKS komite daerah ekonomi syariah yang diketuai oleh Gubernur-Gubernur di daerah, lebih dari 20, lebih dari 22 (provinsi),&amp;rdquo; kata Wapres.
Dia menambahkan pengembangan dari gerakan ekonomi syariah fokusnya tidak hanya industri keuangan tapi juga industri halal, industri keuangan, dana sosial syariah dan bisnis syariah, pengembangan bisnis syariah.
&amp;ldquo;Jadi alhamdulillah ini oleh karena itu kita yakin ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia dengan potensi penduduknya yang besar, Insya Allah akan terus berkembang,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMC8xLzE3MTk2MC81L3g4b3Bzdzk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin menyatakan bahwa banyak yang pesimis dengan gerakan memasyarakatkan ekonomi syariah. Bahkan, juga pesimis bahwa bank bisa berjalan tanpa bunga. Kini, semakin berkembang bank syariah yang tidak mengenal bunga karena dianggap riba.
&amp;ldquo;Alhamdulillah ekonomi dan keuangan syariah ini sekarang berkembang. Dulu kita mulai tahun 2000, kita sebut sebagai gerakan memasyarakatkan ekonomi syariah dan mensyariahkan ekonomi masyarakat. Waktu itu masih sepi, bahkan banyak orang pesimis apakah bisa Bank tanpa bunga dan sebagainya. Saya bilang Insya Allah bisa,&amp;rdquo; ujar Wapres dalam sambutannya pada Ijtima&amp;rsquo; Sanawi (Annual Meeting) Dewan Pengawas Syariah XIX 2023 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (13/10/2023).

BACA JUGA:
Wapres Sebut Pasar Tanah Abang Sepi Tergerus Digital

Wapres yang pada waktu itu menjadi Ketua Dewan Pengurus Harian Dewan Syariah Nasional mengatakan optimis dengan pengembangan ekonomi syariah. Kini, ekonomi syariah sudah menjadi sistem nasional.
&amp;ldquo;Karena itu saya bilang yang penting kita bikin gerakan ekonomi, nanti Allah yang akan memberikan pertolongannya, pengembangan ekonomi syariah pada waktu itu. Itu, alhamdulillah sekarang sudah menjadi sistem nasional,&amp;rdquo; jelasnya.

BACA JUGA:
Viral! Yuni Kirim Celana Dalam ke Indonesia Kena Bea Masuk Rp800 Ribu, Stafsus Sri Mulyani Buka Suara

Bahkan, lanjut dia, kini pemerintah telah membangun komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah. Kemudian juga Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) lebih dari 22 provinsi.&amp;ldquo;Sudah dibangun dibentuk komite nasional ekonomi dan keuangan syariah KNEKS, ketuanya Presiden, wakil ketua dan ketua hariannya Wakil Presiden, anggotanya empat Menko dan Menteri terkait semua ikut menjadi anggota dan di daerah-daerah sudah dibentuk juga KDEKS komite daerah ekonomi syariah yang diketuai oleh Gubernur-Gubernur di daerah, lebih dari 20, lebih dari 22 (provinsi),&amp;rdquo; kata Wapres.
Dia menambahkan pengembangan dari gerakan ekonomi syariah fokusnya tidak hanya industri keuangan tapi juga industri halal, industri keuangan, dana sosial syariah dan bisnis syariah, pengembangan bisnis syariah.
&amp;ldquo;Jadi alhamdulillah ini oleh karena itu kita yakin ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia dengan potensi penduduknya yang besar, Insya Allah akan terus berkembang,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
