<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Upaya Industri Pupuk Mitigasi Risiko Gas Beracun hingga Pencemaran Lingkungan</title><description>Upaya industri pupuk mitigasi risiko gas beracun hingga pencemaran lingkungan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/13/320/2900800/upaya-industri-pupuk-mitigasi-risiko-gas-beracun-hingga-pencemaran-lingkungan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/13/320/2900800/upaya-industri-pupuk-mitigasi-risiko-gas-beracun-hingga-pencemaran-lingkungan"/><item><title>Upaya Industri Pupuk Mitigasi Risiko Gas Beracun hingga Pencemaran Lingkungan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/13/320/2900800/upaya-industri-pupuk-mitigasi-risiko-gas-beracun-hingga-pencemaran-lingkungan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/13/320/2900800/upaya-industri-pupuk-mitigasi-risiko-gas-beracun-hingga-pencemaran-lingkungan</guid><pubDate>Jum'at 13 Oktober 2023 16:59 WIB</pubDate><dc:creator>Arfiah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/13/320/2900800/upaya-industri-pupuk-mitigasi-risiko-gas-beracun-hingga-pencemaran-lingkungan-KoEnqtJVmY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Upaya industri pupuk mitigasi gas beracun (Foto: Pupuk Indonesia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/13/320/2900800/upaya-industri-pupuk-mitigasi-risiko-gas-beracun-hingga-pencemaran-lingkungan-KoEnqtJVmY.jpg</image><title>Upaya industri pupuk mitigasi gas beracun (Foto: Pupuk Indonesia)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wMi80LzE3MDA0OC81L3g4bm81ZXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Upaya industri pupuk mitigasi risiko gas beracun hingga pencemaran lingkungan. Sebagai perusahaan yang bergerak di industri pupuk dan petrokimia, PT Pupuk Kaltim (PKT) berkomitmen menjalankan mitigasi risiko keselamatan kerja.
Hal ini disampaikan VP K3 PKT David R. Manik dalam sharing dalam Annual Meeting &amp;amp; EXPO Badan Kejuruan Kimia Persatuan Insinyur Indonesia 2023 terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja.

BACA JUGA:
Bagaimana Stok Pupuk Jelang Musim Tanam Akhir 2023?


&amp;ldquo;Karena itu, agar proses bisnis tetap berjalan optimal, PKT berkomitmen menjalankan mitigasi risiko keselamatan kerja dengan tetap mengedepankan zero fatality,&amp;rdquo; ujarnya, Jumat (13/10/2023).
Sementara itu, Wakil Dirut Pupuk Indonesia Nugroho Christijanto mengatakan di industri pupuk, PI telah memitigasi risiko keselamatan kerja yang dapat terjadi dengan selalu mengedepankan dan menjaga zero fatality, artinya kemungkinan terjadinya korban meninggal dunia.

BACA JUGA:
Plt Mentan Cek Pasokan Pupuk Subsidi, Masih Aman?


&amp;ldquo;Kedua, bagaimana PI mengedepankan penerapan helat safet dan Health Safety Security and Environment (HSSE), dan ketiga PI bisa meraih pemenuhan atau kepatuhan terhadap terhadap tata kelola lingkungan dan aturan regulasi yang ada,&amp;rdquo; katanya.
Nugroho menjelaskan, dalam pengoperasian industri pupuk terdapat sejumlah risiko yang dapat terjadi di antaranya seperti risiko gas beracun karena bisa terjadi karena reaksi batuan fosfat dengan asam sulfat, lalu pengoperasian asam sulfat juga ada potensi lolosnya gas SO2 yang sangat beracun.
&amp;ldquo;Risiko berikutnya ada explosive dari amoniak yang berpotensi  meledak, dan ada risiko kebakaran hingga emisi gas buang yang dapat  mencemari lingkungan,&amp;rdquo; terangnya.
Ketua BKKPII yang juga Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Utilitas,  Maryono menjelaskan, Annual Meeting merupakan gelaran tahunan yang  mempertemukan para insinyur kimia untuk berbagi pengalaman dan  pengetahuan (sharing knowledge) tentang keselamatan kerja atau safety  dan bagaimana meningkatkan produksi minyak.
&amp;ldquo;BKKPII ini adalah wadah atau rumah insinyur kimia untuk sharing  knowledge antar dunia praktisi dan regultor. Kalau tahun lalu kita  berbicara tentang energi alternatif energi nuklir, tahun ini kita bicara  bagaimana meningkatkan produksi minyak, dan tahun depan rasanya kita  perlu mulai diskusi tentang krisis lingkungan dan energi transisi,&amp;rdquo;  ujarnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wMi80LzE3MDA0OC81L3g4bm81ZXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Upaya industri pupuk mitigasi risiko gas beracun hingga pencemaran lingkungan. Sebagai perusahaan yang bergerak di industri pupuk dan petrokimia, PT Pupuk Kaltim (PKT) berkomitmen menjalankan mitigasi risiko keselamatan kerja.
Hal ini disampaikan VP K3 PKT David R. Manik dalam sharing dalam Annual Meeting &amp;amp; EXPO Badan Kejuruan Kimia Persatuan Insinyur Indonesia 2023 terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja.

BACA JUGA:
Bagaimana Stok Pupuk Jelang Musim Tanam Akhir 2023?


&amp;ldquo;Karena itu, agar proses bisnis tetap berjalan optimal, PKT berkomitmen menjalankan mitigasi risiko keselamatan kerja dengan tetap mengedepankan zero fatality,&amp;rdquo; ujarnya, Jumat (13/10/2023).
Sementara itu, Wakil Dirut Pupuk Indonesia Nugroho Christijanto mengatakan di industri pupuk, PI telah memitigasi risiko keselamatan kerja yang dapat terjadi dengan selalu mengedepankan dan menjaga zero fatality, artinya kemungkinan terjadinya korban meninggal dunia.

BACA JUGA:
Plt Mentan Cek Pasokan Pupuk Subsidi, Masih Aman?


&amp;ldquo;Kedua, bagaimana PI mengedepankan penerapan helat safet dan Health Safety Security and Environment (HSSE), dan ketiga PI bisa meraih pemenuhan atau kepatuhan terhadap terhadap tata kelola lingkungan dan aturan regulasi yang ada,&amp;rdquo; katanya.
Nugroho menjelaskan, dalam pengoperasian industri pupuk terdapat sejumlah risiko yang dapat terjadi di antaranya seperti risiko gas beracun karena bisa terjadi karena reaksi batuan fosfat dengan asam sulfat, lalu pengoperasian asam sulfat juga ada potensi lolosnya gas SO2 yang sangat beracun.
&amp;ldquo;Risiko berikutnya ada explosive dari amoniak yang berpotensi  meledak, dan ada risiko kebakaran hingga emisi gas buang yang dapat  mencemari lingkungan,&amp;rdquo; terangnya.
Ketua BKKPII yang juga Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Utilitas,  Maryono menjelaskan, Annual Meeting merupakan gelaran tahunan yang  mempertemukan para insinyur kimia untuk berbagi pengalaman dan  pengetahuan (sharing knowledge) tentang keselamatan kerja atau safety  dan bagaimana meningkatkan produksi minyak.
&amp;ldquo;BKKPII ini adalah wadah atau rumah insinyur kimia untuk sharing  knowledge antar dunia praktisi dan regultor. Kalau tahun lalu kita  berbicara tentang energi alternatif energi nuklir, tahun ini kita bicara  bagaimana meningkatkan produksi minyak, dan tahun depan rasanya kita  perlu mulai diskusi tentang krisis lingkungan dan energi transisi,&amp;rdquo;  ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
