<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banyak Negara Tak Sehat, Sri Mulyani Hati-Hati Bahas soal Pembiayaan</title><description>Seluruh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara anggotanya dijadwalkan rutin dalam ikut organisasi G20 untuk duduk bersama.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/13/320/2900914/banyak-negara-tak-sehat-sri-mulyani-hati-hati-bahas-soal-pembiayaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/13/320/2900914/banyak-negara-tak-sehat-sri-mulyani-hati-hati-bahas-soal-pembiayaan"/><item><title>Banyak Negara Tak Sehat, Sri Mulyani Hati-Hati Bahas soal Pembiayaan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/13/320/2900914/banyak-negara-tak-sehat-sri-mulyani-hati-hati-bahas-soal-pembiayaan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/13/320/2900914/banyak-negara-tak-sehat-sri-mulyani-hati-hati-bahas-soal-pembiayaan</guid><pubDate>Jum'at 13 Oktober 2023 19:38 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/13/320/2900914/banyak-negara-tak-sehat-sri-mulyani-hati-hati-bahas-soal-pembiayaan-1LhVnYKK2d.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani bahas pembiayaan bersama negara G20. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/13/320/2900914/banyak-negara-tak-sehat-sri-mulyani-hati-hati-bahas-soal-pembiayaan-1LhVnYKK2d.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani bahas pembiayaan bersama negara G20. (Foto: MPI)</title></images><description>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOC8xLzE2OTgxNC81L3g4bml2d2U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MAROKO - Seluruh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara anggotanya dijadwalkan rutin dalam ikut organisasi G20 untuk duduk bersama dan membahas isu-isu dunia.

&quot;Kemarin, saya menghadiri Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (FMCBG) ke-4 dari Presidensi India,&quot; ujar Menkeu Sri Mulyani Indrawati melalui akun Instagram resminya @smindrawati di Maroko, Jumat (13/10/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bertemu Menkeu India di Maroko, Sri Mulyani Bahas Cuaca Panas

Diskusi sesi pertama yang dikemas dalam working dinner ini membahas mengenai Multilateral Development Banks (MDB).

MDB ini memiliki tiga fungsi penting, yaitu pendanaan, pengetahuan, serta menyelenggarakan pertemuan.

&quot;Saya sampaikan, jika bicara mengenai penguatan MDB ini, reform yang dibutuhkan tidak hanya dalam konsep maupun model bisnisnya, namun juga mengenai staf dan juga bagaimana organisasi dikelola. Area ini masih belum benar-benar dibahas &amp;mdash;utamanya mengenai bagaimana cara mengukur dampak dan hasil melalui Key Performance Indicators (KPI),&quot; ungkap Sri.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Harap Semakin Banyak Negara Dukung Kesetaraan Gender&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Selain itu, dia mengingatkan, jika bicara mengenai pembiayaan, baik lunak maupun tidak lunak, MDB harus berhati-hati. Terlebih di situasi banyak negara klien yang keadaan fiskalnya tidak sehat.

Hal ini penting diperhatikan untuk memastikan keberlanjutan fiskal dan hutang supaya MDB tetap memiliki permintaan yang baik dan masuk akal.



&quot;Sesuai dengan target G20 Independent Expert Group (IEG), saya harap MDB dapat terus tumbuh lebih baik, lebih berani, dan lebih besar. Saya juga dorong G20 untuk terus menyiapkan kerangka regulasi terkait pembiayaan ini,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOC8xLzE2OTgxNC81L3g4bml2d2U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MAROKO - Seluruh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara anggotanya dijadwalkan rutin dalam ikut organisasi G20 untuk duduk bersama dan membahas isu-isu dunia.

&quot;Kemarin, saya menghadiri Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (FMCBG) ke-4 dari Presidensi India,&quot; ujar Menkeu Sri Mulyani Indrawati melalui akun Instagram resminya @smindrawati di Maroko, Jumat (13/10/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bertemu Menkeu India di Maroko, Sri Mulyani Bahas Cuaca Panas

Diskusi sesi pertama yang dikemas dalam working dinner ini membahas mengenai Multilateral Development Banks (MDB).

MDB ini memiliki tiga fungsi penting, yaitu pendanaan, pengetahuan, serta menyelenggarakan pertemuan.

&quot;Saya sampaikan, jika bicara mengenai penguatan MDB ini, reform yang dibutuhkan tidak hanya dalam konsep maupun model bisnisnya, namun juga mengenai staf dan juga bagaimana organisasi dikelola. Area ini masih belum benar-benar dibahas &amp;mdash;utamanya mengenai bagaimana cara mengukur dampak dan hasil melalui Key Performance Indicators (KPI),&quot; ungkap Sri.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Harap Semakin Banyak Negara Dukung Kesetaraan Gender&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Selain itu, dia mengingatkan, jika bicara mengenai pembiayaan, baik lunak maupun tidak lunak, MDB harus berhati-hati. Terlebih di situasi banyak negara klien yang keadaan fiskalnya tidak sehat.

Hal ini penting diperhatikan untuk memastikan keberlanjutan fiskal dan hutang supaya MDB tetap memiliki permintaan yang baik dan masuk akal.



&quot;Sesuai dengan target G20 Independent Expert Group (IEG), saya harap MDB dapat terus tumbuh lebih baik, lebih berani, dan lebih besar. Saya juga dorong G20 untuk terus menyiapkan kerangka regulasi terkait pembiayaan ini,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
