<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Plt Mentan Minta Pejabat Kementan Tingkatkan Produksi Beras hingga 35 Juta Ton</title><description>Plt Menteri Pertanian (Mentan) Arief Prasetyo memerintahkan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mendongkrak produksi beras</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/14/320/2901089/plt-mentan-minta-pejabat-kementan-tingkatkan-produksi-beras-hingga-35-juta-ton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/14/320/2901089/plt-mentan-minta-pejabat-kementan-tingkatkan-produksi-beras-hingga-35-juta-ton"/><item><title>Plt Mentan Minta Pejabat Kementan Tingkatkan Produksi Beras hingga 35 Juta Ton</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/14/320/2901089/plt-mentan-minta-pejabat-kementan-tingkatkan-produksi-beras-hingga-35-juta-ton</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/14/320/2901089/plt-mentan-minta-pejabat-kementan-tingkatkan-produksi-beras-hingga-35-juta-ton</guid><pubDate>Sabtu 14 Oktober 2023 08:54 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/14/320/2901089/plt-mentan-minta-pejabat-kementan-tingkatkan-produksi-beras-hingga-35-juta-ton-19DS2XaE3b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Plt Mentan Instruksikan Supaya Produksi Beras Ditingkatkan. (Foto: okezone.com/Bulog)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/14/320/2901089/plt-mentan-minta-pejabat-kementan-tingkatkan-produksi-beras-hingga-35-juta-ton-19DS2XaE3b.jpg</image><title>Plt Mentan Instruksikan Supaya Produksi Beras Ditingkatkan. (Foto: okezone.com/Bulog)</title></images><description>JAKARTA - Plt Menteri Pertanian (Mentan) Arief Prasetyo memerintahkan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mendongkrak produksi beras nasional di tahun depan.
Dirinya meminta agar produksi padi meningkat dari 31,5 juta ton menjadi 35 juta ton. Hal ini sesuai pada saat penandatanganan pakta integritas di Kantor Kementan.

BACA JUGA:
24 Ribu Ton Beras Impor Vietnam Tiba di Tanjung Priok&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Kalau panen rayanya ada di semester I, maka kita pastikan bahwa di semester akhir atau tiga bulan terakhir produksi rendah, akan rebutan GKP (gabah kering panen) di tingkat sawah, dan itu yang memicu kenaikan harga beras,&quot; katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/10/2023).
Selain meningkatkan produksi, Arief juga meminta agar Perum Bulog maksimal melakukan penyerapan beras sebagai cadangan pangan pemerintah yang nantinya juga dapat digunakan sebagai stabilisasi harga.

BACA JUGA:
Harga Makanan Warteg Naik Imbas Beras Mahal, Partai Perindo: Wajar

&amp;ldquo;Jadi Bulog tugasnya bantu simpan. Kebetulan saya yang menugasi Bulog. Kita buat sama-sama,&quot; kata Arief yang juga merupakan Kepala Badan Pangan Nasional ini.
Disatu sisi  dalam kunjungan tersebut, Presiden Jokowi menyebut produksi di wilayah tersebut sangat baik meski ada ancaman El Nino.
&amp;ldquo;Ya (produksi padi) baik, Kemarin di Subang, di Indramayu, saya kira karena memang ini, irigasi teknisnya masih sangat bagus&amp;rdquo; terang Presiden Jokowi yang juga didampingi Plt. Gubernur Jawa Barar, Bupati Indramayu, dan sejumlah petani di lokasi panen.Lebih lanjut Presiden Jokowi menjelaskan Produktivitas petani di lokasi panen tersebut mencapai 8,6 ton perhektar. Ia juga mengatakan, saat ini harga gabah ditingkat petani cukup tinggi kisaran Rp7.200 hiingga Rp7.400. Meski begitu dirinya menegaskan pemerintah akan terus berupaya untuk menstabilkan harga beras di tingkat konsumen.
&amp;ldquo;Jadi saya tadi tanyakan ke petani, satu hektar bisa 8 sampai 9 ton, rata - rata 8,6 ton perhektar, dan harga gabahnya, sekarang senang semua petani, 7.300, 7.400, 7.200, ya petani semua senang, tapi yang tidak senang itu konsumennya&amp;rdquo; ungkap Presiden.</description><content:encoded>JAKARTA - Plt Menteri Pertanian (Mentan) Arief Prasetyo memerintahkan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mendongkrak produksi beras nasional di tahun depan.
Dirinya meminta agar produksi padi meningkat dari 31,5 juta ton menjadi 35 juta ton. Hal ini sesuai pada saat penandatanganan pakta integritas di Kantor Kementan.

BACA JUGA:
24 Ribu Ton Beras Impor Vietnam Tiba di Tanjung Priok&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Kalau panen rayanya ada di semester I, maka kita pastikan bahwa di semester akhir atau tiga bulan terakhir produksi rendah, akan rebutan GKP (gabah kering panen) di tingkat sawah, dan itu yang memicu kenaikan harga beras,&quot; katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/10/2023).
Selain meningkatkan produksi, Arief juga meminta agar Perum Bulog maksimal melakukan penyerapan beras sebagai cadangan pangan pemerintah yang nantinya juga dapat digunakan sebagai stabilisasi harga.

BACA JUGA:
Harga Makanan Warteg Naik Imbas Beras Mahal, Partai Perindo: Wajar

&amp;ldquo;Jadi Bulog tugasnya bantu simpan. Kebetulan saya yang menugasi Bulog. Kita buat sama-sama,&quot; kata Arief yang juga merupakan Kepala Badan Pangan Nasional ini.
Disatu sisi  dalam kunjungan tersebut, Presiden Jokowi menyebut produksi di wilayah tersebut sangat baik meski ada ancaman El Nino.
&amp;ldquo;Ya (produksi padi) baik, Kemarin di Subang, di Indramayu, saya kira karena memang ini, irigasi teknisnya masih sangat bagus&amp;rdquo; terang Presiden Jokowi yang juga didampingi Plt. Gubernur Jawa Barar, Bupati Indramayu, dan sejumlah petani di lokasi panen.Lebih lanjut Presiden Jokowi menjelaskan Produktivitas petani di lokasi panen tersebut mencapai 8,6 ton perhektar. Ia juga mengatakan, saat ini harga gabah ditingkat petani cukup tinggi kisaran Rp7.200 hiingga Rp7.400. Meski begitu dirinya menegaskan pemerintah akan terus berupaya untuk menstabilkan harga beras di tingkat konsumen.
&amp;ldquo;Jadi saya tadi tanyakan ke petani, satu hektar bisa 8 sampai 9 ton, rata - rata 8,6 ton perhektar, dan harga gabahnya, sekarang senang semua petani, 7.300, 7.400, 7.200, ya petani semua senang, tapi yang tidak senang itu konsumennya&amp;rdquo; ungkap Presiden.</content:encoded></item></channel></rss>
