<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penerbitan Surat Utang di BEI Hampir Tembus Rp100 Triliun</title><description>BEI) mencatat total dana penerbitan surat utang hampir Rp100 triliun. Angka ini mengalami kenaikan seiring banyaknya perusahaan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/15/278/2901529/penerbitan-surat-utang-di-bei-hampir-tembus-rp100-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/15/278/2901529/penerbitan-surat-utang-di-bei-hampir-tembus-rp100-triliun"/><item><title>Penerbitan Surat Utang di BEI Hampir Tembus Rp100 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/15/278/2901529/penerbitan-surat-utang-di-bei-hampir-tembus-rp100-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/15/278/2901529/penerbitan-surat-utang-di-bei-hampir-tembus-rp100-triliun</guid><pubDate>Minggu 15 Oktober 2023 10:15 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/15/278/2901529/penerbitan-surat-utang-di-bei-hampir-tembus-rp100-triliun-AZl1Rkh4rc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BEI Terbitkan Surat Utang (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/15/278/2901529/penerbitan-surat-utang-di-bei-hampir-tembus-rp100-triliun-AZl1Rkh4rc.jpg</image><title>BEI Terbitkan Surat Utang (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMS8xLzE3MTk4Ny81L3g4b3FleW4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesiia (BEI) mencatat total dana penerbitan surat utang hampir Rp100 triliun. Angka ini mengalami kenaikan seiring banyaknya perusahaan yang memilih pendanaan melalui penerbitan obligasi atau sukuk.
Hingga 13 Oktober 2023, dana yang terkumpul dari penerbitan efek bersifat utang (EBUS) baik obligasi dan sukuk mencapai Rp98,2 triliun. Angka ini meningkat 9,47% dari pekan sebelumnya sebesar Rp89,7 triliun.

BACA JUGA:
Bos Tokopedia Jual Saham GOTO, Raup Rp26,2 Miliar

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan raihan dana tersebut berasal dari 55 penerbit.
&quot;Hingga saat ini telah diterbitkan 93 emisi dari 55 penerbit Efek Bersifat Utang (EBUS) dengan dana yang dihimpun sebesar Rp98,12 triliun,&quot; kata Nyoman kepada wartawan pasar modal, dikutip Minggu (15/9/2023).

BACA JUGA:
Bocoran Saham yang Bisa Terbang di Perang Israel vs Hamas

Pendanaan korporasi melalui utang dimungkinkan masih terus bertambah hingga akhir tahun. Nyoman merinci saat ini masih terdapat 11 penerbit, dengan 15 emisi yang berada dalam antrean atau pipeline.Dari jumlah tersebut, sektor keuangan mendominasi pipeline sebanyak 5 perusahaan, disusul 2 emiten masing-masing datang dari sektor properti-real estate dan energi.
Selanjutnya terdapat 1 penerbit masing-masing diwakili sektor bahan baku atau basic materials dan konsumer nonsiklikal.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMS8xLzE3MTk4Ny81L3g4b3FleW4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesiia (BEI) mencatat total dana penerbitan surat utang hampir Rp100 triliun. Angka ini mengalami kenaikan seiring banyaknya perusahaan yang memilih pendanaan melalui penerbitan obligasi atau sukuk.
Hingga 13 Oktober 2023, dana yang terkumpul dari penerbitan efek bersifat utang (EBUS) baik obligasi dan sukuk mencapai Rp98,2 triliun. Angka ini meningkat 9,47% dari pekan sebelumnya sebesar Rp89,7 triliun.

BACA JUGA:
Bos Tokopedia Jual Saham GOTO, Raup Rp26,2 Miliar

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan raihan dana tersebut berasal dari 55 penerbit.
&quot;Hingga saat ini telah diterbitkan 93 emisi dari 55 penerbit Efek Bersifat Utang (EBUS) dengan dana yang dihimpun sebesar Rp98,12 triliun,&quot; kata Nyoman kepada wartawan pasar modal, dikutip Minggu (15/9/2023).

BACA JUGA:
Bocoran Saham yang Bisa Terbang di Perang Israel vs Hamas

Pendanaan korporasi melalui utang dimungkinkan masih terus bertambah hingga akhir tahun. Nyoman merinci saat ini masih terdapat 11 penerbit, dengan 15 emisi yang berada dalam antrean atau pipeline.Dari jumlah tersebut, sektor keuangan mendominasi pipeline sebanyak 5 perusahaan, disusul 2 emiten masing-masing datang dari sektor properti-real estate dan energi.
Selanjutnya terdapat 1 penerbit masing-masing diwakili sektor bahan baku atau basic materials dan konsumer nonsiklikal.</content:encoded></item></channel></rss>
