<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp6.203 Triliun pada Agustus 2023</title><description>Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Agustus 2023 turun dibandingkan dengan bulan sebelumnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/16/320/2901994/utang-luar-negeri-indonesia-tembus-rp6-203-triliun-pada-agustus-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/16/320/2901994/utang-luar-negeri-indonesia-tembus-rp6-203-triliun-pada-agustus-2023"/><item><title>Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp6.203 Triliun pada Agustus 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/16/320/2901994/utang-luar-negeri-indonesia-tembus-rp6-203-triliun-pada-agustus-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/16/320/2901994/utang-luar-negeri-indonesia-tembus-rp6-203-triliun-pada-agustus-2023</guid><pubDate>Senin 16 Oktober 2023 11:15 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/16/320/2901994/utang-luar-negeri-indonesia-tembus-rp6-203-triliun-pada-agustus-2023-xahBCxWYDp.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">ULN Indonesia turun di Agustus 2023 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/16/320/2901994/utang-luar-negeri-indonesia-tembus-rp6-203-triliun-pada-agustus-2023-xahBCxWYDp.jpeg</image><title>ULN Indonesia turun di Agustus 2023 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>


JAKARTA - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Agustus 2023 turun dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Posisi ULN Indonesia pada akhir Agustus 2023 tercatat sebesar USD395,1 miliar USD395,1 miliar atau setara Rp6.203,07 triliun (kurs Rp15.700 per USD).
ULN turun dibandingkan dengan posisi ULN akhir Juli 2023 yang mencapai USD397,1 miliar. Penurunan posisi ULN ini bersumber dari ULN sektor publik dan swasta.

BACA JUGA:
6 Fakta 4 Negara Hapus Utang RI Rp5 Triliun hingga ULN Turun Jadi Rp6.148 Triliun

&quot;Dengan perkembangan tersebut, ULN Indonesia secara tahunan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,8% (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada bulan sebelumnya sebesar 0,7% (yoy),&quot; ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Erwin Haryono dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (16/10/2023).
ULN pemerintah menurun dibandingkan dengan bulan lalu. Posisi ULN pemerintah pada akhir Agustus 2023 tercatat sebesar USD191,6 miliar, turun dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya yang sebesar USD193,2 miliar, atau secara tahunan tumbuh melambat menjadi 3,6% (yoy) dari periode sebelumnya sebesar 4,1% (yoy).

BACA JUGA:
Naik Terus! ULN Indonesia Rp6.056 Triliun, Ini Rincian Utang Pemerintah dan Swasta

&quot;Perkembangan ULN tersebut dipengaruhi oleh perpindahan penempatan dana investor nonresiden pada pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik seiring dengan volatilitas di pasar keuangan global yang tinggi. Selain itu, pemerintah berkomitmen tetap menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara hati-hati, efisien, dan akuntabel,&quot; jelas Erwin.
Dia mengatakan, sebagai salah satu komponen dalam instrumen pembiayaan APBN, ULN berperan penting untuk mendukung upaya pemerintah dalam pembiayaan sektor produktif serta belanja prioritas sehingga mampu menopang dan menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian global.Dukungan tersebut antara lain mencakup sektor jasa kesehatan dan  kegiatan sosial (24,0% dari total ULN pemerintah), administrasi  pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (18,2%), jasa  pendidikan (16,8%), konstruksi (14,2%), dan jasa keuangan dan asuransi  (10,1%).
&quot;Posisi ULN pemerintah relatif aman dan terkendali mengingat hampir  seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9%  dari total ULN pemerintah,&quot; terang Erwin.
Tak hanya itu, ULN swasta juga menurun dibandingkan dengan bulan  sebelumnya. Posisi ULN swasta pada akhir Agustus 2023 tercatat sebesar  USD194,3 miliar, turun dibandingkan dengan posisi pada bulan sebelumnya  sebesar USD194,5 miliar. Secara tahunan, ULN swasta kembali mengalami  kontraksi pertumbuhan sebesar 5,2% (yoy), melanjutkan kontraksi pada  bulan sebelumnya sebesar 5,5% (yoy).
&quot;Penurunan ULN swasta ini terutama disebabkan oleh makin dalamnya  kontraksi pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan  (nonfinancial corporations) menjadi 5,1% (yoy) dibandingkan dengan  kontraksi 4,3% (yoy) pada periode sebelumnya,&quot; sambung Erwin.
Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar bersumber dari sektor  industri pengolahan; jasa keuangan dan asuransi; pengadaan listrik,  gas, uap/air panas, dan udara dingin; serta pertambangan dan penggalian,  dengan pangsa mencapai 78,2% dari total ULN swasta. ULN swasta juga  tetap didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 74,9%  terhadap total ULN swasta.
&quot;Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya,&quot; kata Erwin.
ULN Indonesia pada Agustus 2023 tetap terkendali sebagaimana  tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)  yang turun menjadi 29,1%, dari 29,2% pada bulan sebelumnya, serta  didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 87,4% dari  total ULN.
&quot;Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia  dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan  ULN, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam  pengelolaannya. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang  pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang  berkelanjutan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi  stabilitas perekonomian,&quot; pungkas Erwin.</description><content:encoded>


JAKARTA - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Agustus 2023 turun dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Posisi ULN Indonesia pada akhir Agustus 2023 tercatat sebesar USD395,1 miliar USD395,1 miliar atau setara Rp6.203,07 triliun (kurs Rp15.700 per USD).
ULN turun dibandingkan dengan posisi ULN akhir Juli 2023 yang mencapai USD397,1 miliar. Penurunan posisi ULN ini bersumber dari ULN sektor publik dan swasta.

BACA JUGA:
6 Fakta 4 Negara Hapus Utang RI Rp5 Triliun hingga ULN Turun Jadi Rp6.148 Triliun

&quot;Dengan perkembangan tersebut, ULN Indonesia secara tahunan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,8% (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada bulan sebelumnya sebesar 0,7% (yoy),&quot; ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Erwin Haryono dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (16/10/2023).
ULN pemerintah menurun dibandingkan dengan bulan lalu. Posisi ULN pemerintah pada akhir Agustus 2023 tercatat sebesar USD191,6 miliar, turun dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya yang sebesar USD193,2 miliar, atau secara tahunan tumbuh melambat menjadi 3,6% (yoy) dari periode sebelumnya sebesar 4,1% (yoy).

BACA JUGA:
Naik Terus! ULN Indonesia Rp6.056 Triliun, Ini Rincian Utang Pemerintah dan Swasta

&quot;Perkembangan ULN tersebut dipengaruhi oleh perpindahan penempatan dana investor nonresiden pada pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik seiring dengan volatilitas di pasar keuangan global yang tinggi. Selain itu, pemerintah berkomitmen tetap menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara hati-hati, efisien, dan akuntabel,&quot; jelas Erwin.
Dia mengatakan, sebagai salah satu komponen dalam instrumen pembiayaan APBN, ULN berperan penting untuk mendukung upaya pemerintah dalam pembiayaan sektor produktif serta belanja prioritas sehingga mampu menopang dan menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian global.Dukungan tersebut antara lain mencakup sektor jasa kesehatan dan  kegiatan sosial (24,0% dari total ULN pemerintah), administrasi  pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (18,2%), jasa  pendidikan (16,8%), konstruksi (14,2%), dan jasa keuangan dan asuransi  (10,1%).
&quot;Posisi ULN pemerintah relatif aman dan terkendali mengingat hampir  seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9%  dari total ULN pemerintah,&quot; terang Erwin.
Tak hanya itu, ULN swasta juga menurun dibandingkan dengan bulan  sebelumnya. Posisi ULN swasta pada akhir Agustus 2023 tercatat sebesar  USD194,3 miliar, turun dibandingkan dengan posisi pada bulan sebelumnya  sebesar USD194,5 miliar. Secara tahunan, ULN swasta kembali mengalami  kontraksi pertumbuhan sebesar 5,2% (yoy), melanjutkan kontraksi pada  bulan sebelumnya sebesar 5,5% (yoy).
&quot;Penurunan ULN swasta ini terutama disebabkan oleh makin dalamnya  kontraksi pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan  (nonfinancial corporations) menjadi 5,1% (yoy) dibandingkan dengan  kontraksi 4,3% (yoy) pada periode sebelumnya,&quot; sambung Erwin.
Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar bersumber dari sektor  industri pengolahan; jasa keuangan dan asuransi; pengadaan listrik,  gas, uap/air panas, dan udara dingin; serta pertambangan dan penggalian,  dengan pangsa mencapai 78,2% dari total ULN swasta. ULN swasta juga  tetap didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 74,9%  terhadap total ULN swasta.
&quot;Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya,&quot; kata Erwin.
ULN Indonesia pada Agustus 2023 tetap terkendali sebagaimana  tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)  yang turun menjadi 29,1%, dari 29,2% pada bulan sebelumnya, serta  didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 87,4% dari  total ULN.
&quot;Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia  dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan  ULN, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam  pengelolaannya. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang  pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang  berkelanjutan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi  stabilitas perekonomian,&quot; pungkas Erwin.</content:encoded></item></channel></rss>
