<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beras Impor Vietnam dan Thailand Banjiri Indonesia</title><description>Beras impor dari Vietnam dan Thailand membanjiri Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/16/320/2902075/beras-impor-vietnam-dan-thailand-banjiri-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/16/320/2902075/beras-impor-vietnam-dan-thailand-banjiri-indonesia"/><item><title>Beras Impor Vietnam dan Thailand Banjiri Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/16/320/2902075/beras-impor-vietnam-dan-thailand-banjiri-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/16/320/2902075/beras-impor-vietnam-dan-thailand-banjiri-indonesia</guid><pubDate>Senin 16 Oktober 2023 12:48 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/16/320/2902075/beras-impor-vietnam-dan-thailand-banjiri-indonesia-sKbdL3YKPK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Impor beras banjiri pasar RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/16/320/2902075/beras-impor-vietnam-dan-thailand-banjiri-indonesia-sKbdL3YKPK.jpg</image><title>Impor beras banjiri pasar RI (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMy80LzE3MjExMy81L3g4b3NtdDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Beras impor dari Vietnam dan Thailand membanjiri Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada beberapa negara yang memberlakukan restriksi ekspor beras antara lain adalah India, Bangladesh, dan Rusia.
India menerapkan restriksi ini sejak 20 Juli 2022 hingga 31 Desember 2023 untuk komoditas broken rice dan non basmati rice. Kemudian Bangladesh menerapkan restriksi ini mulai tanggal 29 Juni 2022 hingga 31 Desember 2023 untuk komoditas beras.

BACA JUGA:
Bagikan Beras Premium, Caleg Perindo Ratu Nabilla Ingin Ringankan Beban Warga Tangsel


Selanjutnya Rusia yang menerapkan restriksi ekspor beras sejak 30 Juni 2022 hingga 31 Desember 2023 untuk komoditas beras dan bubur beras.
&quot;Proporsi nilai impor beras asal India terus menurun setelah India memberlakukan larangan ekspor,&quot; ujar Plt Kepala BPS Amalia Adininggar dalam Rilis BPS di Jakarta, Senin (16/10/2023).

BACA JUGA:
Antisipasi Krisis Pangan, Plt Mentan Targetkan Produksi Beras Tembus 35 Ton


Bahkan, dia menyebut bahwa proporsinya bahkan menjadi sangat kecil di bulan-bulan terakhir. Pada September 2023, proporsi impor beras asal India hanya memberikan kontribusi sebesar 0,39% dari total impor beras.
&quot;Hal ini karena memang kebijakan dari restriksi ekspor di negara India, oleh sebab itu impor kita terlihat beralih ke negara lain sehingga proporsi impor beras dari Indonesia paling besar berasal dari Vietnam dan Thailand,&quot; ungkap Amalia.
Proporsi impor beras Indonesia dari Vietnam sebesar 74,06%, Thailand sebesar 24,35%, dan dari negara lain sebesar 1,20%.
&quot;Larangan ekspor beras Bangladesh dan Rusia tidak berdampak langsung  terhadap impor beras Indonesia karena keduanya bukan merupakan negara  impor utama,&quot; pungkas Amalia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMy80LzE3MjExMy81L3g4b3NtdDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Beras impor dari Vietnam dan Thailand membanjiri Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada beberapa negara yang memberlakukan restriksi ekspor beras antara lain adalah India, Bangladesh, dan Rusia.
India menerapkan restriksi ini sejak 20 Juli 2022 hingga 31 Desember 2023 untuk komoditas broken rice dan non basmati rice. Kemudian Bangladesh menerapkan restriksi ini mulai tanggal 29 Juni 2022 hingga 31 Desember 2023 untuk komoditas beras.

BACA JUGA:
Bagikan Beras Premium, Caleg Perindo Ratu Nabilla Ingin Ringankan Beban Warga Tangsel


Selanjutnya Rusia yang menerapkan restriksi ekspor beras sejak 30 Juni 2022 hingga 31 Desember 2023 untuk komoditas beras dan bubur beras.
&quot;Proporsi nilai impor beras asal India terus menurun setelah India memberlakukan larangan ekspor,&quot; ujar Plt Kepala BPS Amalia Adininggar dalam Rilis BPS di Jakarta, Senin (16/10/2023).

BACA JUGA:
Antisipasi Krisis Pangan, Plt Mentan Targetkan Produksi Beras Tembus 35 Ton


Bahkan, dia menyebut bahwa proporsinya bahkan menjadi sangat kecil di bulan-bulan terakhir. Pada September 2023, proporsi impor beras asal India hanya memberikan kontribusi sebesar 0,39% dari total impor beras.
&quot;Hal ini karena memang kebijakan dari restriksi ekspor di negara India, oleh sebab itu impor kita terlihat beralih ke negara lain sehingga proporsi impor beras dari Indonesia paling besar berasal dari Vietnam dan Thailand,&quot; ungkap Amalia.
Proporsi impor beras Indonesia dari Vietnam sebesar 74,06%, Thailand sebesar 24,35%, dan dari negara lain sebesar 1,20%.
&quot;Larangan ekspor beras Bangladesh dan Rusia tidak berdampak langsung  terhadap impor beras Indonesia karena keduanya bukan merupakan negara  impor utama,&quot; pungkas Amalia.</content:encoded></item></channel></rss>
