<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Digarap China? Ini Bocoran Erick Thohir</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir mendampingi Presiden Jokowi ke China membahas rencana pengembangan proyek kereta cepat ke Surabaya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/16/320/2902137/kereta-cepat-jakarta-surabaya-digarap-china-ini-bocoran-erick-thohir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/16/320/2902137/kereta-cepat-jakarta-surabaya-digarap-china-ini-bocoran-erick-thohir"/><item><title>Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Digarap China? Ini Bocoran Erick Thohir</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/16/320/2902137/kereta-cepat-jakarta-surabaya-digarap-china-ini-bocoran-erick-thohir</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/16/320/2902137/kereta-cepat-jakarta-surabaya-digarap-china-ini-bocoran-erick-thohir</guid><pubDate>Senin 16 Oktober 2023 14:11 WIB</pubDate><dc:creator>Nurfathiya Efsya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/16/320/2902137/kereta-cepat-jakarta-surabaya-digarap-china-ini-bocoran-erick-thohir-5RKhGRVbvR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kereta Cepat Jakarta-Surabaya (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/16/320/2902137/kereta-cepat-jakarta-surabaya-digarap-china-ini-bocoran-erick-thohir-5RKhGRVbvR.jpg</image><title>Kereta Cepat Jakarta-Surabaya (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xNS80LzE3MDY4OS81L3g4bzNpcG8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mendampingi Presiden Jokowi ke China membahas rencana pengembangan proyek kereta cepat ke Surabaya. Erick bersama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung akan menemani Jokowi menghadiri Belt and Road Forum for Internarional Cooperation serta bertemu dengan Presiden China Xi Jinping dan Ketua Parlemen RRT Zhao Leji.
Rencananya, Jokowi dan Jinping akan membahas sejumlah isu prioritas seperti peningkatan ekspor Indonesia, peningkatan investasi, dan pembangunan ketahanan pangan.

BACA JUGA:
Harga Tiket Rp300 Ribu, Begini Cara dan Akses Menuju Stasiun Kereta Cepat Whoosh


&quot;Kalau di China itu salah satunya memang diskusi lebih mendalam keberlanjutan kereta cepat dari Bandung ke Surabaya yang studinya sedang dipelajari, tetapi kita juga ingin terus memperbaiki namanya struktur kerja samanya, apakah kepemilikan, bunga dan lain-lain,&quot; kata Erick dilansir dari Antara, Senin (16/10/2023).
Erick mengatakan, ingin memasukkan PT INKA sebagai bagian dari Proyek Kereta Cepat Bandung-Surabaya. Menurut Erick, saat ini INKA sudah bisa membangun LRT, dengan berbagai masukan masyarakat pada awalnya.

BACA JUGA:
3 Cara Beli Tiket Kereta Cepat Whoosh, Ini Jadwal hingga Rutenya


Selain itu, Erick menekankan perlunya penambahan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam proyek kereta cepat Bandung-Surabaya sehingga keterlibatan INKA menjadi sejalan.
&quot;Makanya dalam rangka meningkatkan TKDN maka kita melakukan kerja  sama INKA, sehingga untuk kereta cepat ke depan bisa sama-sama  membangun,&quot; katanya.
Pertemuan dengan China juga ingin mendiskusikan perbaikan struktur  kerja samanya. Itu termasuk isu kepemilikan hingga suku bunga.
&quot;Kalau kita mau menjadi negara maju, namanya infrastrukturnya harus  dibangun, apakah jalan tol, kereta api, pelabuhan, bandara yang memang  pasti akan perlu waktu. Membangun infrastruktur perlu waktu,&quot; ujar  Erick.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xNS80LzE3MDY4OS81L3g4bzNpcG8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mendampingi Presiden Jokowi ke China membahas rencana pengembangan proyek kereta cepat ke Surabaya. Erick bersama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung akan menemani Jokowi menghadiri Belt and Road Forum for Internarional Cooperation serta bertemu dengan Presiden China Xi Jinping dan Ketua Parlemen RRT Zhao Leji.
Rencananya, Jokowi dan Jinping akan membahas sejumlah isu prioritas seperti peningkatan ekspor Indonesia, peningkatan investasi, dan pembangunan ketahanan pangan.

BACA JUGA:
Harga Tiket Rp300 Ribu, Begini Cara dan Akses Menuju Stasiun Kereta Cepat Whoosh


&quot;Kalau di China itu salah satunya memang diskusi lebih mendalam keberlanjutan kereta cepat dari Bandung ke Surabaya yang studinya sedang dipelajari, tetapi kita juga ingin terus memperbaiki namanya struktur kerja samanya, apakah kepemilikan, bunga dan lain-lain,&quot; kata Erick dilansir dari Antara, Senin (16/10/2023).
Erick mengatakan, ingin memasukkan PT INKA sebagai bagian dari Proyek Kereta Cepat Bandung-Surabaya. Menurut Erick, saat ini INKA sudah bisa membangun LRT, dengan berbagai masukan masyarakat pada awalnya.

BACA JUGA:
3 Cara Beli Tiket Kereta Cepat Whoosh, Ini Jadwal hingga Rutenya


Selain itu, Erick menekankan perlunya penambahan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam proyek kereta cepat Bandung-Surabaya sehingga keterlibatan INKA menjadi sejalan.
&quot;Makanya dalam rangka meningkatkan TKDN maka kita melakukan kerja  sama INKA, sehingga untuk kereta cepat ke depan bisa sama-sama  membangun,&quot; katanya.
Pertemuan dengan China juga ingin mendiskusikan perbaikan struktur  kerja samanya. Itu termasuk isu kepemilikan hingga suku bunga.
&quot;Kalau kita mau menjadi negara maju, namanya infrastrukturnya harus  dibangun, apakah jalan tol, kereta api, pelabuhan, bandara yang memang  pasti akan perlu waktu. Membangun infrastruktur perlu waktu,&quot; ujar  Erick.</content:encoded></item></channel></rss>
