<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Impor Jagung 375 Ribu Ton untuk Pakan Ternak</title><description>Indonesia bakal impor jagung sebanyak 375 ribu ton untuk pakan ternak.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/16/320/2902292/ri-impor-jagung-375-ribu-ton-untuk-pakan-ternak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/16/320/2902292/ri-impor-jagung-375-ribu-ton-untuk-pakan-ternak"/><item><title>RI Impor Jagung 375 Ribu Ton untuk Pakan Ternak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/16/320/2902292/ri-impor-jagung-375-ribu-ton-untuk-pakan-ternak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/16/320/2902292/ri-impor-jagung-375-ribu-ton-untuk-pakan-ternak</guid><pubDate>Senin 16 Oktober 2023 17:05 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/16/320/2902292/ri-impor-jagung-375-ribu-ton-untuk-pakan-ternak-Tp7WrHReFH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI bakal impor jagung (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/16/320/2902292/ri-impor-jagung-375-ribu-ton-untuk-pakan-ternak-Tp7WrHReFH.jpg</image><title>RI bakal impor jagung (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNC80LzE3MTY0MC81L3g4b2l0dDI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Indonesia bakal impor jagung sebanyak 375 ribu ton untuk pakan ternak. Plt. Menteri Pertanian Arief Prasetyo mengatakan impor bertujuan agar para peternak bisa mendapatkan pakan ternak dengan harga yang murah.
Sehingga Arief berharap ketika harga pangan ternak murah, maka harga bahan pangan di pasar juga menjadi terjangkau masyarakat di pasar tradisional maupun ritel modern. Pengadaan jagung pakan itu menimbang kondisi El Nino yang membuat produktivitas pertanian termasuk jagung peternakan juga mengalami penurunan.

BACA JUGA:
Harga Telur Mahal, Pemerintah Diminta Relaksasi Impor Jagung 


&quot;Kita akan lakukan importasi terbatas untuk pakan ternak untuk petani mandiri kecil,&quot; ujar Arief dalam acara GPM Serentak dalam Rangka Hari Pangan Sedunia di Kementan, Senin (16/10/2023).
Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Arief, rencananya importasi terhadap komoditas jagung ini berlangsung untuk periode September - Desember 2023 mendatang sebanyak 375.646 ton.

BACA JUGA:
Pakan Ternak Disebut Biang Kerok Harga Telur Naik, Impor Jadi Solusi?


Kepala Bapanas itu juga menegaskan bahwa importasi ini semata-mata bertujuan untuk melakukan stabilisasi harga pakan ternak di pasar lewat pemenuhan kebutuhan stok dalam negeri.
&quot;Kalau nanti ada berita di Media, wah badan pangan sukanya menginpor, Plt menteri pertanian kok sukanya mengimpor, Tidak. Saya mau sampaikan bahwa ini adalah untuk pemenuhan kebutuhan jagung pakan,&quot; kata Arief.
&quot;Sudah diputuskan juga dalam ratas, ini dilakukan hanya terbatas oleh  Bulog dan langsung disalurkan ke peternak kecil. Tidak untuk yang  besar-besaran, san ini dilakukan oleh Bulog,&quot; sambungnya.
Arief juga mendorong Kementerian Perdagangan untuk mempercepat izin  impor terkait komoditas tersebut. Sehingga makin cepat Indonesia  menerima impor jagung, maka akan makin cepat juga untuk  mendistribusikannya ke petani.
&quot;Saya meminta Kemendag untuk mempercepat izin impor tentunya sesuai  perintah ratas harus segera. Jangan nanti importasinya datang telat pada  saat nanti sudah panen. Tidak boleh seperti itu,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNC80LzE3MTY0MC81L3g4b2l0dDI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Indonesia bakal impor jagung sebanyak 375 ribu ton untuk pakan ternak. Plt. Menteri Pertanian Arief Prasetyo mengatakan impor bertujuan agar para peternak bisa mendapatkan pakan ternak dengan harga yang murah.
Sehingga Arief berharap ketika harga pangan ternak murah, maka harga bahan pangan di pasar juga menjadi terjangkau masyarakat di pasar tradisional maupun ritel modern. Pengadaan jagung pakan itu menimbang kondisi El Nino yang membuat produktivitas pertanian termasuk jagung peternakan juga mengalami penurunan.

BACA JUGA:
Harga Telur Mahal, Pemerintah Diminta Relaksasi Impor Jagung 


&quot;Kita akan lakukan importasi terbatas untuk pakan ternak untuk petani mandiri kecil,&quot; ujar Arief dalam acara GPM Serentak dalam Rangka Hari Pangan Sedunia di Kementan, Senin (16/10/2023).
Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Arief, rencananya importasi terhadap komoditas jagung ini berlangsung untuk periode September - Desember 2023 mendatang sebanyak 375.646 ton.

BACA JUGA:
Pakan Ternak Disebut Biang Kerok Harga Telur Naik, Impor Jadi Solusi?


Kepala Bapanas itu juga menegaskan bahwa importasi ini semata-mata bertujuan untuk melakukan stabilisasi harga pakan ternak di pasar lewat pemenuhan kebutuhan stok dalam negeri.
&quot;Kalau nanti ada berita di Media, wah badan pangan sukanya menginpor, Plt menteri pertanian kok sukanya mengimpor, Tidak. Saya mau sampaikan bahwa ini adalah untuk pemenuhan kebutuhan jagung pakan,&quot; kata Arief.
&quot;Sudah diputuskan juga dalam ratas, ini dilakukan hanya terbatas oleh  Bulog dan langsung disalurkan ke peternak kecil. Tidak untuk yang  besar-besaran, san ini dilakukan oleh Bulog,&quot; sambungnya.
Arief juga mendorong Kementerian Perdagangan untuk mempercepat izin  impor terkait komoditas tersebut. Sehingga makin cepat Indonesia  menerima impor jagung, maka akan makin cepat juga untuk  mendistribusikannya ke petani.
&quot;Saya meminta Kemendag untuk mempercepat izin impor tentunya sesuai  perintah ratas harus segera. Jangan nanti importasinya datang telat pada  saat nanti sudah panen. Tidak boleh seperti itu,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
