<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Sederet Prestasi JB Sumarlin saat Jabat Menteri Keuangan di Era Soeharto</title><description>Johannes Baptista Sumarlin atau JB Sumarlin merupakan mantan menteri di Kabinet Pembangunan V era Presiden Soeharto.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/16/320/2902312/ini-sederet-prestasi-jb-sumarlin-saat-jabat-menteri-keuangan-di-era-soeharto</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/16/320/2902312/ini-sederet-prestasi-jb-sumarlin-saat-jabat-menteri-keuangan-di-era-soeharto"/><item><title>Ini Sederet Prestasi JB Sumarlin saat Jabat Menteri Keuangan di Era Soeharto</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/16/320/2902312/ini-sederet-prestasi-jb-sumarlin-saat-jabat-menteri-keuangan-di-era-soeharto</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/16/320/2902312/ini-sederet-prestasi-jb-sumarlin-saat-jabat-menteri-keuangan-di-era-soeharto</guid><pubDate>Senin 16 Oktober 2023 17:36 WIB</pubDate><dc:creator>Candra Gunawan Nurhakim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/16/320/2902312/ini-sederet-prestasi-jb-sumarlin-saat-jabat-menteri-keuangan-di-era-soeharto-iDNmzJ3OTp.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Prestasi JB Sumarlin. (Foto: Kemenkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/16/320/2902312/ini-sederet-prestasi-jb-sumarlin-saat-jabat-menteri-keuangan-di-era-soeharto-iDNmzJ3OTp.JPG</image><title>Prestasi JB Sumarlin. (Foto: Kemenkeu)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOC8xLzE2OTgxNC81L3g4bml2d2U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Johannes Baptista Sumarlin atau JB Sumarlin  merupakan mantan menteri di Kabinet Pembangunan V era Presiden Soeharto.

Di mana dia menjabat sejak 21 Maret 1988 hingga 17 Maret 1993.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mengenang Kisah Mantan Menteri Keuangan JB Sumarlin, Disebut sebagai Arsitek Ekonomi RI

Dilansir dari situs resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada, Senin (16/10/2023) ada sejumlah penghargaan yang pernah diraih JB Sumarlin. Antara lain Menteri Keuangan terbaik tahun 1989 oleh Euromoney Neil Osborn dan tahun 1990 oleh majalah Asia.

BACA JUGA:
Kemenkeu dan Kemendag Terbitkan Aturan untuk Lindungi UMKM

Lalu dia juga pernah mendapat Bintang Mahaputra Adiprana III 1973 dan meraih Bintang Grootkruis in de Orde van Leopold II dari pemerintah Belgia tahun 1975.

Perjalanan karier JB Sumarlin di Kemenkeu dirintis sejak melakukan Gebrakan Sumarlin I pada tahun 1987.

Pada saat itu menjabat sebagai Ketua Bappenas dan Menteri Keuangan ad Interim.



Gebrakan Sumarlin I adalah pengetatan moneter dengan cara menaikkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI).



Langkah itu dilakukan pemerintah bersama Bank Indonesia untuk mengatasi perekonomian Indonesia yang menghadapi kesulitan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Cerita Jenderal Andika Perkasa dan Sandiaga Uno Kuliah di Amerika, Ada Peran JB Sumarlin



Gebrakan Sumarlin I berhasil menunjukkan perkembangan yang membaik dengan angka pertumbuhan 5,7% pada 1988 alias melebihi target rata-rata pertumbuhan 5%.



Pada Repelita V (1989-1994), ketika Sumarlin menjadi Menteri Keuangan periode 1988-1993, rata tingkat inflasi berada di level 5,85%, meski diakhir 1995 kembali ke 9,64%. Namun pada Repelita V ekonomi indonesia tumbuh rata-rata 6,8% per tahun, bahkan di akhir 1994 menembus 7,54%.



Diketahui bahwa JB Sumarlin dinilai sebagai Menkeu yang tekun, berdisiplin tinggi, tegas, dan berani melakukan terobosan.



Selain itu dia juga berhasil melepaskan ketergantungan Indonesia pada sumber pendapatan minyak dan gas bumi.



Pada pasca-tugasnya sebagai Menkeu, Sumarlin masih diminta Presiden Soeharto menjadi Ketua Badan Pemerikasa Keuangan (BPK) periode 1993-1998.



Meski awalnya dia menolak, akhirnya tugas tersebut tetap diembannya juga.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOC8xLzE2OTgxNC81L3g4bml2d2U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Johannes Baptista Sumarlin atau JB Sumarlin  merupakan mantan menteri di Kabinet Pembangunan V era Presiden Soeharto.

Di mana dia menjabat sejak 21 Maret 1988 hingga 17 Maret 1993.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mengenang Kisah Mantan Menteri Keuangan JB Sumarlin, Disebut sebagai Arsitek Ekonomi RI

Dilansir dari situs resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada, Senin (16/10/2023) ada sejumlah penghargaan yang pernah diraih JB Sumarlin. Antara lain Menteri Keuangan terbaik tahun 1989 oleh Euromoney Neil Osborn dan tahun 1990 oleh majalah Asia.

BACA JUGA:
Kemenkeu dan Kemendag Terbitkan Aturan untuk Lindungi UMKM

Lalu dia juga pernah mendapat Bintang Mahaputra Adiprana III 1973 dan meraih Bintang Grootkruis in de Orde van Leopold II dari pemerintah Belgia tahun 1975.

Perjalanan karier JB Sumarlin di Kemenkeu dirintis sejak melakukan Gebrakan Sumarlin I pada tahun 1987.

Pada saat itu menjabat sebagai Ketua Bappenas dan Menteri Keuangan ad Interim.



Gebrakan Sumarlin I adalah pengetatan moneter dengan cara menaikkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI).



Langkah itu dilakukan pemerintah bersama Bank Indonesia untuk mengatasi perekonomian Indonesia yang menghadapi kesulitan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Cerita Jenderal Andika Perkasa dan Sandiaga Uno Kuliah di Amerika, Ada Peran JB Sumarlin



Gebrakan Sumarlin I berhasil menunjukkan perkembangan yang membaik dengan angka pertumbuhan 5,7% pada 1988 alias melebihi target rata-rata pertumbuhan 5%.



Pada Repelita V (1989-1994), ketika Sumarlin menjadi Menteri Keuangan periode 1988-1993, rata tingkat inflasi berada di level 5,85%, meski diakhir 1995 kembali ke 9,64%. Namun pada Repelita V ekonomi indonesia tumbuh rata-rata 6,8% per tahun, bahkan di akhir 1994 menembus 7,54%.



Diketahui bahwa JB Sumarlin dinilai sebagai Menkeu yang tekun, berdisiplin tinggi, tegas, dan berani melakukan terobosan.



Selain itu dia juga berhasil melepaskan ketergantungan Indonesia pada sumber pendapatan minyak dan gas bumi.



Pada pasca-tugasnya sebagai Menkeu, Sumarlin masih diminta Presiden Soeharto menjadi Ketua Badan Pemerikasa Keuangan (BPK) periode 1993-1998.



Meski awalnya dia menolak, akhirnya tugas tersebut tetap diembannya juga.</content:encoded></item></channel></rss>
