<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Plt Mentan Batalkan Kontrak-Kontrak Bermasalah di Kementerian Pertanian</title><description>Plt. Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi membatalkan beberapa kontrak di lingkup Kementerian Pertanian.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/16/320/2902323/plt-mentan-batalkan-kontrak-kontrak-bermasalah-di-kementerian-pertanian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/16/320/2902323/plt-mentan-batalkan-kontrak-kontrak-bermasalah-di-kementerian-pertanian"/><item><title>Plt Mentan Batalkan Kontrak-Kontrak Bermasalah di Kementerian Pertanian</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/16/320/2902323/plt-mentan-batalkan-kontrak-kontrak-bermasalah-di-kementerian-pertanian</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/16/320/2902323/plt-mentan-batalkan-kontrak-kontrak-bermasalah-di-kementerian-pertanian</guid><pubDate>Senin 16 Oktober 2023 17:55 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/16/320/2902323/plt-mentan-batalkan-kontrak-kontrak-bermasalah-di-kementerian-pertanian-0TU9pD7Atc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Plt mentan batalkan kontrak (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/16/320/2902323/plt-mentan-batalkan-kontrak-kontrak-bermasalah-di-kementerian-pertanian-0TU9pD7Atc.jpg</image><title>Plt mentan batalkan kontrak (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xNS8xLzE3MjIxOC81L3g4b3VmbXQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Plt. Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi membatalkan beberapa kontrak di lingkup Kementerian Pertanian yang dinilai bermasalah untuk beberapa pengadaan.
&quot;Saya per tanggal 6 kemarin memang membatalkan semua kontrak yang berkaitan dengan yang tidak beres,&quot; kata Arief dalam peluncuran Gerakan Pangan Murah di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (16/10/2023).

BACA JUGA:
Plt Mentan ke Importir Gula: Jangan Cuma Pikir Untung Doang!


Beberapa aspek yang jadi perhatian Arief terkait impor yang dinilai bermasalah itu adalah soal harga, cara transaksi, hingga proses pengadaannya. Dia meminta nantinya pengadaan alsintan bisa menggunakan e-catalog.
&quot;Kualitasnya, harganya, cara bertransaksinya, kalau boleh semuanya masih ecatalog, jadi bapak tidak usah nego-nego lagi apa segala macam, gak ada. Klik saja langsung, product spec diverifikasi lebih awal. Begitu ya pak Dirjen,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:
Antisipasi Krisis Pangan, Plt Mentan Targetkan Produksi Beras Tembus 35 Ton


Seperti diketahui sebelumnya, Direktur Alat Mesin Pertanian Kementan Muhammad Hatta jadi tersangka korupsi di Kementan. Arief meminta, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementa Ali Jamil untuk memperhatikan betul pengadaan alsintan tersebut.
Selain pembatalan kontrak, Arief juga bakal melakukan review terhadap beberapa kontrak lain terkait pengadaan yang ada di Kementan. Terutama kontrak yang ada di Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP).
&quot;Bukan berarti semua kontrak dibatalkan begitu saya bersma apak Wamen  meminta kontrak-kontrak itu di review dengan yang benar. Ada waktu  untuk me-review itu semua,&quot; kata Arief.
Menurutnya upaya ini untuk memperbaiki citra Kementan di mata publik.  Mengingat ada kasus korupsi yang saat ini tengah melibatkan instansi  tersebut. &quot;Ini yang harus kita lakukan untuk mengembalikan kepercayaan  publik kepada kementerian pertanian,&quot; tegasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xNS8xLzE3MjIxOC81L3g4b3VmbXQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Plt. Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi membatalkan beberapa kontrak di lingkup Kementerian Pertanian yang dinilai bermasalah untuk beberapa pengadaan.
&quot;Saya per tanggal 6 kemarin memang membatalkan semua kontrak yang berkaitan dengan yang tidak beres,&quot; kata Arief dalam peluncuran Gerakan Pangan Murah di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (16/10/2023).

BACA JUGA:
Plt Mentan ke Importir Gula: Jangan Cuma Pikir Untung Doang!


Beberapa aspek yang jadi perhatian Arief terkait impor yang dinilai bermasalah itu adalah soal harga, cara transaksi, hingga proses pengadaannya. Dia meminta nantinya pengadaan alsintan bisa menggunakan e-catalog.
&quot;Kualitasnya, harganya, cara bertransaksinya, kalau boleh semuanya masih ecatalog, jadi bapak tidak usah nego-nego lagi apa segala macam, gak ada. Klik saja langsung, product spec diverifikasi lebih awal. Begitu ya pak Dirjen,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:
Antisipasi Krisis Pangan, Plt Mentan Targetkan Produksi Beras Tembus 35 Ton


Seperti diketahui sebelumnya, Direktur Alat Mesin Pertanian Kementan Muhammad Hatta jadi tersangka korupsi di Kementan. Arief meminta, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementa Ali Jamil untuk memperhatikan betul pengadaan alsintan tersebut.
Selain pembatalan kontrak, Arief juga bakal melakukan review terhadap beberapa kontrak lain terkait pengadaan yang ada di Kementan. Terutama kontrak yang ada di Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP).
&quot;Bukan berarti semua kontrak dibatalkan begitu saya bersma apak Wamen  meminta kontrak-kontrak itu di review dengan yang benar. Ada waktu  untuk me-review itu semua,&quot; kata Arief.
Menurutnya upaya ini untuk memperbaiki citra Kementan di mata publik.  Mengingat ada kasus korupsi yang saat ini tengah melibatkan instansi  tersebut. &quot;Ini yang harus kita lakukan untuk mengembalikan kepercayaan  publik kepada kementerian pertanian,&quot; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
