<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenang Kisah Mantan Menteri Keuangan JB Sumarlin, Disebut sebagai Arsitek Ekonomi RI</title><description>Mengenang Mantan Menteri Keuangan era Presiden Soeharto, J.B Sumarlin.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/16/455/2902249/mengenang-kisah-mantan-menteri-keuangan-jb-sumarlin-disebut-sebagai-arsitek-ekonomi-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/16/455/2902249/mengenang-kisah-mantan-menteri-keuangan-jb-sumarlin-disebut-sebagai-arsitek-ekonomi-ri"/><item><title>Mengenang Kisah Mantan Menteri Keuangan JB Sumarlin, Disebut sebagai Arsitek Ekonomi RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/16/455/2902249/mengenang-kisah-mantan-menteri-keuangan-jb-sumarlin-disebut-sebagai-arsitek-ekonomi-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/16/455/2902249/mengenang-kisah-mantan-menteri-keuangan-jb-sumarlin-disebut-sebagai-arsitek-ekonomi-ri</guid><pubDate>Senin 16 Oktober 2023 16:18 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/16/455/2902249/mengenang-kisah-mantan-menteri-keuangan-jb-sumarlin-disebut-sebagai-arsitek-ekonomi-ri-UzqFPMmu1q.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Mengenang kisah JB Sumarlin. (Foto: Kemenkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/16/455/2902249/mengenang-kisah-mantan-menteri-keuangan-jb-sumarlin-disebut-sebagai-arsitek-ekonomi-ri-UzqFPMmu1q.JPG</image><title>Mengenang kisah JB Sumarlin. (Foto: Kemenkeu)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOC8xLzE2OTgxNC81L3g4bml2d2U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Mengenang Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) era Presiden Soeharto, J.B Sumarlin.

Dia disebut sebagai arsitek ekonomi Indonesia. Dilansir dari situs resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Senin (16/10/2023), J.B Sumarlin pernah bekerja di pabrik teh dengan bayaran yang rendah.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mengenal KA Pandalungan, Kereta Makan Mewah ala Sultan dengan Rute Terpanjang di Indonesia

&amp;ldquo;Kisahnya berawal ketika Sumarlin diterima di sebuah perusahaan leveransir, atau perusahaan pengadaan barang yang kantornya berlokasi di Jl. Cikini Raya, 78. Perusahaan bernama NV Sar&amp;rsquo;s Industry ini memiliki banyak kerjasama dengan perusahaan lain. Antara lain dengan pabrik Teh NV Seruni di Sukabumi,&amp;rdquo; tulis dalam majalah online Kemenkeu berjudul J.B Sumarlin Pendobrak Gigih Berintegritas.

Pada awalnya, Sumarlin bekerja sebagai petugas distribusi yang biasanya mengambil teh di gudangnya, yakni di Sukabumi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tokoh Agama hingga Pemuda di Indramayu Siap Menangkan Ganjar Pranowo&amp;nbsp;

Tidak hanya menjemput, Sumarlin juga bertugas untuk mengantarkan barang tersebut ke beberapa wilayah dan daerah sekitarnya.
Setelah 2 tahun lamanya Sumarlin bekerja di bagian distribusi, dia akhirnya dipindahkan ke bagian administrasi dan keuangan.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Wapres Mulai Berkantor di Papua Hari Ini, Terima Tokoh HAM dan Perdamaian&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Pada zaman tersebut, hal ini disebut sebagai demosi dimana Sumarlin dianggap terlalu berprinsip keras dan sering berbeda pendapat.



&amp;ldquo;Saya sempat mengira Bapak kurang perform di bagian distribusi, tetapi ini menjadi anugerah,&quot; ujar anak sulungnya, Ignatius Widyantoko menanggapi pemindahan Sumarlin ke bagian administrasi dan keuangan.



Padahal, faktanya Sumarlin hanyalah seorang yang ingin mengikuti peraturan dan prosedur.



Hal ini menjadi bawaan Sumarlin karena lama hidup dengan pamannya yang merupakan mantan seorang tentara disiplin.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOC8xLzE2OTgxNC81L3g4bml2d2U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Mengenang Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) era Presiden Soeharto, J.B Sumarlin.

Dia disebut sebagai arsitek ekonomi Indonesia. Dilansir dari situs resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Senin (16/10/2023), J.B Sumarlin pernah bekerja di pabrik teh dengan bayaran yang rendah.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mengenal KA Pandalungan, Kereta Makan Mewah ala Sultan dengan Rute Terpanjang di Indonesia

&amp;ldquo;Kisahnya berawal ketika Sumarlin diterima di sebuah perusahaan leveransir, atau perusahaan pengadaan barang yang kantornya berlokasi di Jl. Cikini Raya, 78. Perusahaan bernama NV Sar&amp;rsquo;s Industry ini memiliki banyak kerjasama dengan perusahaan lain. Antara lain dengan pabrik Teh NV Seruni di Sukabumi,&amp;rdquo; tulis dalam majalah online Kemenkeu berjudul J.B Sumarlin Pendobrak Gigih Berintegritas.

Pada awalnya, Sumarlin bekerja sebagai petugas distribusi yang biasanya mengambil teh di gudangnya, yakni di Sukabumi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tokoh Agama hingga Pemuda di Indramayu Siap Menangkan Ganjar Pranowo&amp;nbsp;

Tidak hanya menjemput, Sumarlin juga bertugas untuk mengantarkan barang tersebut ke beberapa wilayah dan daerah sekitarnya.
Setelah 2 tahun lamanya Sumarlin bekerja di bagian distribusi, dia akhirnya dipindahkan ke bagian administrasi dan keuangan.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Wapres Mulai Berkantor di Papua Hari Ini, Terima Tokoh HAM dan Perdamaian&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Pada zaman tersebut, hal ini disebut sebagai demosi dimana Sumarlin dianggap terlalu berprinsip keras dan sering berbeda pendapat.



&amp;ldquo;Saya sempat mengira Bapak kurang perform di bagian distribusi, tetapi ini menjadi anugerah,&quot; ujar anak sulungnya, Ignatius Widyantoko menanggapi pemindahan Sumarlin ke bagian administrasi dan keuangan.



Padahal, faktanya Sumarlin hanyalah seorang yang ingin mengikuti peraturan dan prosedur.



Hal ini menjadi bawaan Sumarlin karena lama hidup dengan pamannya yang merupakan mantan seorang tentara disiplin.</content:encoded></item></channel></rss>
