<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Adhi Karya (ADHI) Kantongi Kontrak Baru Rp1,4 Triliun</title><description>PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mengantongi kontrak baru sebesar Rp1,4 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/278/2902737/adhi-karya-adhi-kantongi-kontrak-baru-rp1-4-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/278/2902737/adhi-karya-adhi-kantongi-kontrak-baru-rp1-4-triliun"/><item><title>Adhi Karya (ADHI) Kantongi Kontrak Baru Rp1,4 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/278/2902737/adhi-karya-adhi-kantongi-kontrak-baru-rp1-4-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/278/2902737/adhi-karya-adhi-kantongi-kontrak-baru-rp1-4-triliun</guid><pubDate>Selasa 17 Oktober 2023 12:19 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/17/278/2902737/adhi-karya-adhi-kantongi-kontrak-baru-rp1-4-triliun-d0IX5pTDum.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kontrak baru Adhi Karya (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/17/278/2902737/adhi-karya-adhi-kantongi-kontrak-baru-rp1-4-triliun-d0IX5pTDum.jpg</image><title>Kontrak baru Adhi Karya (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mengantongi kontrak baru sebesar Rp1,4 triliun. Perseroan menggarap proyek pembangunan Pupuk Pusri IIIB milik PT Pupuk Sriwidjaja di Palembang, Sumatera Selatan. Adapun, proses pembangunan akan dimulai pada akhir 2023 dan akan dikerjakan selama 40 tahun.
Pekerjaan ini akan dilakukan ADHI melalui konsorsium bersama Wuhuan Engineering Company dengan porsi 15,1% untuk ADHI dan 84,9% untuk Wuhuan. Total nilai kontrak proyek ini sebesar Rp9,5 triliun.

BACA JUGA:
Adhi Karya Rampungkan Stadion FIBA World Cup 2023 Senilai Rp640 Miliar


Dalam proyek ini, ADHI dan Wuhuan bertugas dalam melakukan pekerjaan EPCC atau Engineering, Procurement, Construction &amp;amp; Commisioning. Sementara, pada proses pembangunannya, proyek ini nantinya akan dirancang dengan teknologi terbaru dari KBR sebagai Licensor pabrik Ammonia dan TOYO sebgai Licensor pabrik Urea.

BACA JUGA:
Rampungkan LRT Jabodebek, Adhi Karya Kembali Garap 2 Proyek Kereta Rp6,8 Triliun


&amp;ldquo;Kedua teknologi ini akan membuat proses produksi pupuk lebih efisien dan ramah lingkungan, yang diharapkan mampu menekan biaya operasional Pabrik PUSRI III B menjadi serendah mungkin,&amp;rdquo; kata Direktur Utama ADHI, Entus Asnawi Mukhson dalam keterangan resminya, Selasa (17/10/2023).
Entus melanjutkan, inovasi lain yang dilakukan pada proyek ini yaitu  implementasi Digital Fertilizer untuk pengelolaan proses, aset, hingga  perawatan pada proses produksi ammonia dan urea. Nantinya, pabrik Pusri  IIIB ditargetkan akan menghasilkan Amonia dengan kapasitas 1350 MTPD dan  Urea 2750 MTPD.
&amp;ldquo;Pabrik ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pupuk subsidi dalam  negeri, sehingga para petani Indonesia dapat merasakan manfaat kemudahan  dalam produksi dan mampu mendukung peningkatan ketahanan pangan  Indonesia&amp;rdquo;, ujar Entus.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mengantongi kontrak baru sebesar Rp1,4 triliun. Perseroan menggarap proyek pembangunan Pupuk Pusri IIIB milik PT Pupuk Sriwidjaja di Palembang, Sumatera Selatan. Adapun, proses pembangunan akan dimulai pada akhir 2023 dan akan dikerjakan selama 40 tahun.
Pekerjaan ini akan dilakukan ADHI melalui konsorsium bersama Wuhuan Engineering Company dengan porsi 15,1% untuk ADHI dan 84,9% untuk Wuhuan. Total nilai kontrak proyek ini sebesar Rp9,5 triliun.

BACA JUGA:
Adhi Karya Rampungkan Stadion FIBA World Cup 2023 Senilai Rp640 Miliar


Dalam proyek ini, ADHI dan Wuhuan bertugas dalam melakukan pekerjaan EPCC atau Engineering, Procurement, Construction &amp;amp; Commisioning. Sementara, pada proses pembangunannya, proyek ini nantinya akan dirancang dengan teknologi terbaru dari KBR sebagai Licensor pabrik Ammonia dan TOYO sebgai Licensor pabrik Urea.

BACA JUGA:
Rampungkan LRT Jabodebek, Adhi Karya Kembali Garap 2 Proyek Kereta Rp6,8 Triliun


&amp;ldquo;Kedua teknologi ini akan membuat proses produksi pupuk lebih efisien dan ramah lingkungan, yang diharapkan mampu menekan biaya operasional Pabrik PUSRI III B menjadi serendah mungkin,&amp;rdquo; kata Direktur Utama ADHI, Entus Asnawi Mukhson dalam keterangan resminya, Selasa (17/10/2023).
Entus melanjutkan, inovasi lain yang dilakukan pada proyek ini yaitu  implementasi Digital Fertilizer untuk pengelolaan proses, aset, hingga  perawatan pada proses produksi ammonia dan urea. Nantinya, pabrik Pusri  IIIB ditargetkan akan menghasilkan Amonia dengan kapasitas 1350 MTPD dan  Urea 2750 MTPD.
&amp;ldquo;Pabrik ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pupuk subsidi dalam  negeri, sehingga para petani Indonesia dapat merasakan manfaat kemudahan  dalam produksi dan mampu mendukung peningkatan ketahanan pangan  Indonesia&amp;rdquo;, ujar Entus.
</content:encoded></item></channel></rss>
