<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Debt Collector Pinjol Tak Peduli Nasabah Bunuh Diri, Lakukan Pelecehan hingga Ancaman</title><description>Debt collector (DC) pinjaman online (pinjol) mencuri perhatian karena sikap yang tak wajar kepada para nasabah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/320/2902387/debt-collector-pinjol-tak-peduli-nasabah-bunuh-diri-lakukan-pelecehan-hingga-ancaman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/320/2902387/debt-collector-pinjol-tak-peduli-nasabah-bunuh-diri-lakukan-pelecehan-hingga-ancaman"/><item><title>Debt Collector Pinjol Tak Peduli Nasabah Bunuh Diri, Lakukan Pelecehan hingga Ancaman</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/320/2902387/debt-collector-pinjol-tak-peduli-nasabah-bunuh-diri-lakukan-pelecehan-hingga-ancaman</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/320/2902387/debt-collector-pinjol-tak-peduli-nasabah-bunuh-diri-lakukan-pelecehan-hingga-ancaman</guid><pubDate>Selasa 17 Oktober 2023 04:19 WIB</pubDate><dc:creator>Kharisma Rizkika Rahmawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/16/320/2902387/debt-collector-pinjol-tak-peduli-nasabah-bunuh-diri-lakukan-pelecehan-hingga-ancaman-uecBxct4uR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ancaman debt collector pinjol (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/16/320/2902387/debt-collector-pinjol-tak-peduli-nasabah-bunuh-diri-lakukan-pelecehan-hingga-ancaman-uecBxct4uR.jpg</image><title>Ancaman debt collector pinjol (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xNS82LzE3MjIyMC81L3g4b3VnOHY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Debt collector (DC) pinjaman online (pinjol) mencuri perhatian karena sikap yang tak wajar kepada para nasabah. Pasalnya banyak terjadi kasus bunuh diri akibat pinjol, seperti kasus bunuh diri akubat pinjol di India memakan hingga 60 korban.
Seorang pekerja penagih utang pinjol, Rohan bukan nama sebenarnya mengakui merasa terganggu dengan pelecehan yang dia saksikan. Banyak pelanggan menangis dan ada yang mengancam bunuh diri.

BACA JUGA:
Pinjol Bak Monster yang Siap Telan Jiwa Manusia


&quot;Rentetan pengalaman itu menghantui saya sepanjang malam,&quot; ungkapnya, dikutip dari BBC Indonesia, Senin (16/10/2023).
Dia melamar pekerjaan di dua pusat panggilan berbeda, Majesty Legal Services dan Callflex Corporation dan menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk syuting secara rahasia.

BACA JUGA:
Ternyata Begini Proses Penagihan Utang Pinjol, Korban Bisa Ditelanjangi jika Tak Bayar


Video tersebut menampilkan sejumlah pegawai aplikasi pinjol yang melecehkan klien.
&quot;Bersikap baik atau saya akan menghancurkanmu,&quot; kata seorang karyawati pinjol sambil mengumpat.
Dia menuduh nasabahnya melakukan inses dan ketika menutup telepon, dia mulai tertawa.
Sementara itu, pegawai pinjol lain menyarankan seorang nasabah untuk melacurkan ibunya agar bisa membayar kembali utangnya.
Rohan menyaksikan lebih dari 100 insiden pelecehan dan pemerasan. Dia  berhasil menangkap pemerasan sistematis menggunakan kamera tersembunyi.
Pelecehan terburuk yang dia saksikan terjadi di Callflex Corporation, di luar Delhi.
Di sini, para pegawai pinjol secara rutin menggunakan kata-kata kotor  untuk mempermalukan dan mengancam nasabah. Mereka bukanlah  pegawai-pegawai nakal yang bertindak di luar skenario.
Mereka justru diarahkan bertindak demikian oleh para manajer di call  center, termasuk salah satu manajer yang bernama Vishal Chaurasia.
Rohan mendapatkan kepercayaan Chaurasia. Bersama seorang jurnalis  yang menyamar sebagai investor, Rohan mengatur pertemuan dengan  Chaurasia sehingga dia bisa menjelaskan cara kerja penipuan tersebut  secara rinci.
Baca Selengkapnya: Kesaksian Mengerikan Debt Collector Pinjol yang Tak Peduli Nasabah Bunuh Diri</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xNS82LzE3MjIyMC81L3g4b3VnOHY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Debt collector (DC) pinjaman online (pinjol) mencuri perhatian karena sikap yang tak wajar kepada para nasabah. Pasalnya banyak terjadi kasus bunuh diri akibat pinjol, seperti kasus bunuh diri akubat pinjol di India memakan hingga 60 korban.
Seorang pekerja penagih utang pinjol, Rohan bukan nama sebenarnya mengakui merasa terganggu dengan pelecehan yang dia saksikan. Banyak pelanggan menangis dan ada yang mengancam bunuh diri.

BACA JUGA:
Pinjol Bak Monster yang Siap Telan Jiwa Manusia


&quot;Rentetan pengalaman itu menghantui saya sepanjang malam,&quot; ungkapnya, dikutip dari BBC Indonesia, Senin (16/10/2023).
Dia melamar pekerjaan di dua pusat panggilan berbeda, Majesty Legal Services dan Callflex Corporation dan menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk syuting secara rahasia.

BACA JUGA:
Ternyata Begini Proses Penagihan Utang Pinjol, Korban Bisa Ditelanjangi jika Tak Bayar


Video tersebut menampilkan sejumlah pegawai aplikasi pinjol yang melecehkan klien.
&quot;Bersikap baik atau saya akan menghancurkanmu,&quot; kata seorang karyawati pinjol sambil mengumpat.
Dia menuduh nasabahnya melakukan inses dan ketika menutup telepon, dia mulai tertawa.
Sementara itu, pegawai pinjol lain menyarankan seorang nasabah untuk melacurkan ibunya agar bisa membayar kembali utangnya.
Rohan menyaksikan lebih dari 100 insiden pelecehan dan pemerasan. Dia  berhasil menangkap pemerasan sistematis menggunakan kamera tersembunyi.
Pelecehan terburuk yang dia saksikan terjadi di Callflex Corporation, di luar Delhi.
Di sini, para pegawai pinjol secara rutin menggunakan kata-kata kotor  untuk mempermalukan dan mengancam nasabah. Mereka bukanlah  pegawai-pegawai nakal yang bertindak di luar skenario.
Mereka justru diarahkan bertindak demikian oleh para manajer di call  center, termasuk salah satu manajer yang bernama Vishal Chaurasia.
Rohan mendapatkan kepercayaan Chaurasia. Bersama seorang jurnalis  yang menyamar sebagai investor, Rohan mengatur pertemuan dengan  Chaurasia sehingga dia bisa menjelaskan cara kerja penipuan tersebut  secara rinci.
Baca Selengkapnya: Kesaksian Mengerikan Debt Collector Pinjol yang Tak Peduli Nasabah Bunuh Diri</content:encoded></item></channel></rss>
