<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI: Pembiayaan Korporasi dan Penyaluran Kredit Perbankan Naik pada September 2023</title><description>Hasil Survei BI menunjukkan bahwa pembiayaan korporasi pada September 2023 terindikasi meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/320/2902705/bi-pembiayaan-korporasi-dan-penyaluran-kredit-perbankan-naik-pada-september-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/320/2902705/bi-pembiayaan-korporasi-dan-penyaluran-kredit-perbankan-naik-pada-september-2023"/><item><title>BI: Pembiayaan Korporasi dan Penyaluran Kredit Perbankan Naik pada September 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/320/2902705/bi-pembiayaan-korporasi-dan-penyaluran-kredit-perbankan-naik-pada-september-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/320/2902705/bi-pembiayaan-korporasi-dan-penyaluran-kredit-perbankan-naik-pada-september-2023</guid><pubDate>Selasa 17 Oktober 2023 11:46 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/17/320/2902705/bi-pembiayaan-korporasi-dan-penyaluran-kredit-perbankan-naik-pada-september-2023-3Mi5EebcJR.JPG" expression="full" type="image/jpeg">BI bahas soal penyaluran kredit perbankan naik. (Foto: BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/17/320/2902705/bi-pembiayaan-korporasi-dan-penyaluran-kredit-perbankan-naik-pada-september-2023-3Mi5EebcJR.JPG</image><title>BI bahas soal penyaluran kredit perbankan naik. (Foto: BI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi80LzE2MzY3NC81L3g4ajVkNTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Hasil Survei Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa pembiayaan korporasi pada September 2023 terindikasi meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

Hal tersebut tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pembiayaan korporasi sebesar 16,1%, meningkat dibandingkan SBT 14,7% pada Agustus 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75%

&quot;Adapun sumber pembiayaan korporasi terutama berasal dari dana sendiri, diikuti pembiayaan yang berasal dari perbankan dalam negeri dan pemanfaatan fasilitas kelonggaran tarik,&quot; ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono di Jakarta, Selasa (17/10/2023).

Tak hanya itu, penyaluran kredit baru oleh perbankan pada September 2023 juga terindikasi meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bank Indonesia Buka Rekrutmen Calon Pegawai, Berikut Syarat dan Ketentuannya

SBT penyaluran kredit baru pada September 2023 tercatat sebesar 92,6%, tumbuh lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 86,2%.

&quot;Faktor utama yang memengaruhi penyaluran kredit baru tersebut antara lain permintaan pembiayaan dari nasabah, prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan, serta tingkat persaingan usaha dari bank lain,&quot; sambung Erwin.

Di sisi lain, dia menyebut bahwa untuk keseluruhan triwulan III 2023, penawaran penyaluran kredit baru dari perbankan meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

BTN Raih Penghargaan Internasional, Jadi Best Savings Bank Indonesia 2023


Di sisi rumah tangga, permintaan pembiayaan baru terindikasi relatif stabil pada September 2023.



Sementara itu dalam waktu 3 hingga 6 bulan ke depan, pemenuhan pembiayaan yang berasal dari bank umum diprakirakan meningkat dibandingkan periode sebelumnya.



&quot;Selain perbankan, sumber pembiayaan lain yang menjadi preferensi rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan antara lain koperasi dan leasing,&quot; pungkas Erwin.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi80LzE2MzY3NC81L3g4ajVkNTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Hasil Survei Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa pembiayaan korporasi pada September 2023 terindikasi meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

Hal tersebut tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pembiayaan korporasi sebesar 16,1%, meningkat dibandingkan SBT 14,7% pada Agustus 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75%

&quot;Adapun sumber pembiayaan korporasi terutama berasal dari dana sendiri, diikuti pembiayaan yang berasal dari perbankan dalam negeri dan pemanfaatan fasilitas kelonggaran tarik,&quot; ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono di Jakarta, Selasa (17/10/2023).

Tak hanya itu, penyaluran kredit baru oleh perbankan pada September 2023 juga terindikasi meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bank Indonesia Buka Rekrutmen Calon Pegawai, Berikut Syarat dan Ketentuannya

SBT penyaluran kredit baru pada September 2023 tercatat sebesar 92,6%, tumbuh lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 86,2%.

&quot;Faktor utama yang memengaruhi penyaluran kredit baru tersebut antara lain permintaan pembiayaan dari nasabah, prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan, serta tingkat persaingan usaha dari bank lain,&quot; sambung Erwin.

Di sisi lain, dia menyebut bahwa untuk keseluruhan triwulan III 2023, penawaran penyaluran kredit baru dari perbankan meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

BTN Raih Penghargaan Internasional, Jadi Best Savings Bank Indonesia 2023


Di sisi rumah tangga, permintaan pembiayaan baru terindikasi relatif stabil pada September 2023.



Sementara itu dalam waktu 3 hingga 6 bulan ke depan, pemenuhan pembiayaan yang berasal dari bank umum diprakirakan meningkat dibandingkan periode sebelumnya.



&quot;Selain perbankan, sumber pembiayaan lain yang menjadi preferensi rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan antara lain koperasi dan leasing,&quot; pungkas Erwin.</content:encoded></item></channel></rss>
