<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perang Israel-Hamas Bisa Picu Kenaikan Harga Minyak</title><description>Perang Israel-Hamas bisa memicu kenaikan harga minyak dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/320/2902747/perang-israel-hamas-bisa-picu-kenaikan-harga-minyak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/320/2902747/perang-israel-hamas-bisa-picu-kenaikan-harga-minyak"/><item><title>Perang Israel-Hamas Bisa Picu Kenaikan Harga Minyak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/320/2902747/perang-israel-hamas-bisa-picu-kenaikan-harga-minyak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/320/2902747/perang-israel-hamas-bisa-picu-kenaikan-harga-minyak</guid><pubDate>Selasa 17 Oktober 2023 12:37 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/17/320/2902747/perang-israel-hamas-bisa-picu-kenaikan-harga-minyak-nMAHRjYvig.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perang israel-hamas picu kenaikan harga minyak dunia (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/17/320/2902747/perang-israel-hamas-bisa-picu-kenaikan-harga-minyak-nMAHRjYvig.jpg</image><title>Perang israel-hamas picu kenaikan harga minyak dunia (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xNi8xLzE3MjI3My81L3g4b3Y5M3c=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Perang Israel-Hamas bisa memicu kenaikan harga minyak dunia. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai konflik Hamas-Israel yang saat ini memanas akan memicu kenaikan harga minyak meski terbatas.
Diungkapkannya, konflik di timur tengah yang memanas bisa mengerek harga minyak mentah USD90 hingga USD92 per barrel dengan asumsi ekskalasi konflik meluas dan melibatkan berbagai negara lain. Adapun saat ini dipasar spot harga minyak berkisar USD83-USD84 per barrel.

BACA JUGA:
7 Teknologi Buatan Israel yang Kita Pakai Sehari-Hari 


&quot;Meski naik tetap belum mampu menandingi harga saat krisis minyak mentah 1973 yang saat itu menembus rekor kenaikan tertinggi dari USD2 per barrel menjadi USD11 per barrel atau naik 450%,&quot; jelasnya, Senin (17/10/2023).
Bhima menuturkan, faktor politik dan keamanan memang punya andil, tapi pasar minyak akhir-akhir ini juga cenderung mengalami anomali pasokan dan permintaan sekaligus.

BACA JUGA:
5 Teknologi Buatan Israel yang Tanpa Sadar Kita Pakai Sehari-hari


Katanya, beberapa faktor yang membuat harga minyak tidak seliar 1973 adalah relaksasi pembatasan ekspor minyak dari Rusia yang diperkirakan menambah pasokan minyak global. Kemudian belum jelasnya pemangkasan produksi minyak yang masih dibahas pada pertemuan Saudi Arabia dan Rusia pada November mendatang.
Menurut Bhima, beberapa banyak produksi yang dipangkas juga masih  menjadi teka-teki. Kemudian, imbuhnya, faktor lain adalah dollar AS yang  menguat menjadi kabar buruk bagi pemain komoditas minyak karena  kekhawatiran banyak negara importir minyak mengurangi permintaan impor  karena selisih kurs.
&quot;China sebagai negara konsumen energi yang besar sedang alami  slowdown ekonomi hingga 2024 mendatang, dengan outlook pertumbuhan  ekonomi 4,4% atau di bawah proyeksi Indonesia yang sebesar 5%. Industri  di China tidak sedang ekspansi sehingga mempengaruhi demand minyak  global,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xNi8xLzE3MjI3My81L3g4b3Y5M3c=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Perang Israel-Hamas bisa memicu kenaikan harga minyak dunia. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai konflik Hamas-Israel yang saat ini memanas akan memicu kenaikan harga minyak meski terbatas.
Diungkapkannya, konflik di timur tengah yang memanas bisa mengerek harga minyak mentah USD90 hingga USD92 per barrel dengan asumsi ekskalasi konflik meluas dan melibatkan berbagai negara lain. Adapun saat ini dipasar spot harga minyak berkisar USD83-USD84 per barrel.

BACA JUGA:
7 Teknologi Buatan Israel yang Kita Pakai Sehari-Hari 


&quot;Meski naik tetap belum mampu menandingi harga saat krisis minyak mentah 1973 yang saat itu menembus rekor kenaikan tertinggi dari USD2 per barrel menjadi USD11 per barrel atau naik 450%,&quot; jelasnya, Senin (17/10/2023).
Bhima menuturkan, faktor politik dan keamanan memang punya andil, tapi pasar minyak akhir-akhir ini juga cenderung mengalami anomali pasokan dan permintaan sekaligus.

BACA JUGA:
5 Teknologi Buatan Israel yang Tanpa Sadar Kita Pakai Sehari-hari


Katanya, beberapa faktor yang membuat harga minyak tidak seliar 1973 adalah relaksasi pembatasan ekspor minyak dari Rusia yang diperkirakan menambah pasokan minyak global. Kemudian belum jelasnya pemangkasan produksi minyak yang masih dibahas pada pertemuan Saudi Arabia dan Rusia pada November mendatang.
Menurut Bhima, beberapa banyak produksi yang dipangkas juga masih  menjadi teka-teki. Kemudian, imbuhnya, faktor lain adalah dollar AS yang  menguat menjadi kabar buruk bagi pemain komoditas minyak karena  kekhawatiran banyak negara importir minyak mengurangi permintaan impor  karena selisih kurs.
&quot;China sebagai negara konsumen energi yang besar sedang alami  slowdown ekonomi hingga 2024 mendatang, dengan outlook pertumbuhan  ekonomi 4,4% atau di bawah proyeksi Indonesia yang sebesar 5%. Industri  di China tidak sedang ekspansi sehingga mempengaruhi demand minyak  global,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
